Membangun Karakter Bangsa Lewat Baris-Berbaris: SMA Negeri 1 Cikancung Sukses Gelar LKBB Tingkat Provinsi

 Membangun Karakter Bangsa Lewat Baris-Berbaris: SMA Negeri 1 Cikancung Sukses Gelar LKBB Tingkat Provinsi

BANDUNG, CIKANCUNG Ada pemandangan berbeda di SMA Negeri 1 Cikancung pada tanggal 2 Mei. Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), lapangan sekolah dipenuhi oleh ratusan pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA yang tampil gagah dalam Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB). 

Tak tanggung-tanggung, ajang yang awalnya direncanakan untuk tingkat kabupaten ini sukses meluas menjadi kompetisi tingkat Provinsi Jawa Barat.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Cikancung Atep Didin Haerudin, S.Pd. mengungkapkan bahwa inisiatif ini bermula dari prestasi gemilang tim Paskibra sekolah yang kerap menjuarai lomba di berbagai level. "Saya melihat potensi anak-anak luar biasa. Alih-alih hanya menjadi peserta, saya tantang mereka untuk menjadi penyelenggara (panitia). 

Ternyata mereka sanggup, bahkan skalanya kita naikkan ke tingkat provinsi karena SMA berada di bawah naungan provinsi," ujarnya.

 Mandiri dan Profesional

Hal yang paling menginspirasi dari kegiatan ini adalah kemandirian para siswanya. Tanpa menggunakan anggaran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), para siswa yang tergabung dalam kepanitiaan—berkolaborasi antara Paskibra, OSIS, PMR, dan Pramuka—bergerak mandiri mencari sponsor dan mengelola pendaftaran peserta.

Meski sempat ada kendala teknis pada jumlah peserta kategori SD karena berbenturan dengan jadwal ulangan sekolah, semangat kompetisi tidak surut. Tercatat puluhan tim dari berbagai daerah, bahkan dari lokasi jauh seperti Pangalengan, rela menginap di ruang-ruang kelas yang disiapkan panitia demi memberikan penampilan terbaik.

 Lebih dari Sekadar Lomba: Media Pendidikan Karakter

Bagi SMA Negeri 1 Cikancung, LKBB ini bukan sekadar mengejar piala. Kepala Sekolah menegaskan bahwa acara ini adalah "Media Pendidikan Riil". Ada dua sisi pendidikan yang berjalan secara bersamaan:

 1. Bagi Peserta: Menanamkan kedisiplinan, ketangguhan, dan rasa nasionalisme. "NKRI Harga Mati bukan sekadar slogan, tapi ditanamkan lewat karakter baris-berbaris," tegas beliau.

 2. Bagi Panitia:Menjadi laboratorium organisasi. Siswa belajar bernegosiasi, mengelola acara besar (event organizer), dan memecahkan masalah di lapangan. 

Keterampilan ini diyakini akan sangat berguna saat mereka terjun ke masyarakat kelak.

 Banjir Penghargaan

Berkat dukungan dari berbagai pihak seperti Pemda Kabupaten, DPRD, Dispora, hingga unsur TNI/Polri (Koramil dan Polsek), tersedia banyak kategori juara. Mulai dari Piala Gubernur hingga penghargaan spesialis seperti Kostum Terbaik dan Variasi Formasi Terbaik. Uniknya, panitia berupaya agar hampir setiap sekolah yang berpartisipasi membawa pulang apresiasi atas kerja keras mereka.

Untuk kategori SD, pengumuman dilakukan lebih awal pada waktu Ashar agar anak-anak tidak terlalu lelah, sementara kategori SMP dan SMA diumumkan menjelang Maghrib.

"Kami berharap melalui momen Hari Pendidikan Nasional ini, kegiatan LKBB dapat terus mendorong lahirnya generasi muda yang menjunjung tinggi nilai kebangsaan dan memiliki mentalitas juara yang disiplin," pungkas Kepala Sekolah di akhir wawancara.


#PendidikanKarakter #LKBBSMAN1Cikancung #HariPendidikanNasional #PaskibraJawa Barat #GenerasiDisiplin #PendidikanNasional #SiswaMandiri #BeritaPendidikan #CikancungBangga

Posting Komentar

Swarha Jabar news media online

Lebih baru Lebih lama