-->

Iklan

Wakil Ketua DPR Turun ke Ciparay: Rutilahu dan Pasar Murah, Cukupkah Buat Warga Kabupaten Bandung?

SWARHA JABAR NEWS MEDIA
20 Jun 2026, Juni 20, 2026 WIB Last Updated 2026-06-20T12:10:58Z
Kategori: Daerah | Politik
Tanggal Publikasi: Sabtu, 20 Juni 2026
Editor: Tim Redaksi Swarha Jabar News




CIPARAY, SWARHA JABAR NEWS – Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal (yang akrab disapa Kang Cucun), turun langsung menemui warga di Desa Cihelang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung pada Selasa, 16 Juni 2026. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk menyerahkan secara simbolis bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) atau bedah rumah, sekaligus menggelar operasi Pasar Murah bagi masyarakat sekitar.

Langkah taktis pimpinan legislatif pusat ini seketika memicu antusiasme luar biasa dari warga setempat. Bagi segelintir keluarga penerima manfaat, program bedah rumah dari Rumah Aspirasi Kang Cucun ini menjadi berkah nyata. Mereka akhirnya bisa menempati rumah yang lebih aman dan layak huni setelah sekian lama berada dalam daftar tunggu.

Namun, di balik kegembiraan tersebut, realitas di lapangan memperlihatkan potret yang kontras. Dalam peninjauannya, Cucun sendiri secara terbuka mengakui bahwa dirinya masih menemukan puluhan rumah lain di kawasan yang sama dengan kondisi sangat memprihatinkan dan belum tersentuh oleh bantuan. Hal ini mengonfirmasi bahwa daftar antrean warga yang membutuhkan program Rutilahu di Kabupaten Bandung masih sangat mengular panjang.

Komitmen Pasar Murah Mingguan Ditagih Warga


Selain menyerahkan kunci rumah secara simbolis, jajaran tim legislatif juga mengadakan operasi Pasar Murah di lokasi kegiatan demi meringankan beban pengeluaran bahan pokok masyarakat. Guna meredam tingginya urgensi kebutuhan warga, Kang Cucun menjanjikan akan memperluas jangkauan program ini ke seluruh kecamatan dan desa di Kabupaten Bandung dengan target pelaksanaan intensif setiap minggu.

Rencana ambisius tersebut dikabarkan akan melibatkan instansi strategis nasional seperti Perum BULOG, Badan Pangan Nasional (Bappanas), hingga Dinas Ketahanan Pangan setempat.


Melihat tingginya gelombang warga yang memadati area pasar murah, muncul sebuah pertanyaan kritis dari publik: jika kebutuhan mendasar masyarakat terhadap pangan murah sedemikian tingginya, mengapa intervensi berskala masif ini baru digenjot secara agresif belakangan ini? Elemen masyarakat pun kini mulai menagih konsistensi nyata di lapangan dan berharap pergerakan jaring pengaman sosial ini dapat terus berlanjut secara jangka panjang, bukan sekadar momentum komoditas politik sesaat setelah masa-masa pemilu berakhir.

Komentar

Tampilkan

Terkini

https://swarhajabarnewsmedia.blogspot.com/2025/01/erick-thohir-blak-blakan-ini-alasan-gue.html

+