Iklan

17 Nov 2024

Mahesa Aji, Domba Tangguh Pak Asep dari Padepokan Cikal Bungsu, Menangi Pertandingan Ketangkasan Domba Garut 2024

 


Poto : ilustrasi mahesa aji ( designer byjoeliean )

Panyaweuyan, 16 November 2024 – Kemeriahan memuncak di Lapangan Pamidangan Reksa Pratama, Panyaweuyan, kemarin (15/11/2024) saat Pertandingan Ketangkasan Domba Garut 2024 berlangsung. Dari sekian banyak peserta, nama Mahesa Aji, domba andalan milik Pak Asep dari Padepokan Cikal Bungsu, Ciparay, berhasil mencuri perhatian dan menasbihkan diri sebagai yang terbaik dalam ajang bergengsi ini.

Ketangguhan Mahesa Aji di Arena

Mahesa Aji tampil luar biasa sejak babak awal. Domba berpostur besar dengan tanduk melengkung sempurna ini menunjukkan ketangkasan, kekuatan, dan kecerdasannya di arena. Setiap gerakan dan strategi yang ditampilkan Mahesa Aji memukau penonton, sekaligus membuat para pesaingnya kewalahan.


Poto : Domba Mahesa Aji

Di babak final, Mahesa Aji menghadapi domba unggulan milik salah satu peserta dari Garut, yang dikenal sebagai salah satu peserta tangguh di ajang serupa. Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, Mahesa Aji sukses menunjukkan dominasinya dengan ketenangan dan daya tahan luar biasa, hingga akhirnya dinyatakan sebagai pemenang.

Pak Asep, pemilik Mahesa aji, mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan ini. “Mahesa Aji adalah simbol dedikasi kami dalam melestarikan seni dan tradisi Sunda. Saya bersyukur atas hasil ini, dan saya berterima kasih kepada seluruh tim di Padepokan Cikal Bungsu yang telah merawat Rajasa dengan sepenuh hati,” ujar Pak Asep.

Acara Penuh Semarak Tradisi

Pertandingan ini diikuti oleh lebih dari Beberapa domba terbaik dari berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Garut, Bandung, Sumedang, dan Tasikmalaya. Acara berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan penonton yang memadati Lapangan Pamidangan Reksa Pratama.

Selain pertandingan, pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai hiburan budaya, seperti musik tradisional Sunda,dan bazar makanan khas Jawa Barat. Kehadiran kegiatan ini menjadi bukti bahwa tradisi ketangkasan domba tidak hanya sekadar olahraga, tetapi juga menjadi ruang untuk merayakan budaya.

Poto : Pak Asep dan Keluarga

Antusiasme Penonton

Para penonton yang hadir pun tak kalah antusias. Salah seorang pengunjung, Rani dari Tasikmalaya, mengatakan bahwa pengalaman menyaksikan pertandingan ini sangat berkesan. “Luar biasa melihat domba-domba dengan kekuatan dan ketangkasan seperti ini. Mahesa Aji benar-benar layak menang, dia domba yang sangat tangguh!” ujarnya.

Mahesa Aji, Kebanggaan Ciparay dan Cikal Bungsu

Dengan kemenangan ini, Mahesa Aji tak hanya menjadi kebanggaan bagi Pak Asep dan Padepokan Cikal Bungsu, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Ciparay. Tradisi ketangkasan domba terus menjadi simbol persatuan dan identitas budaya Sunda.

Pertandingan Ketangkasan Domba Garut 2024 sukses menunjukkan bahwa seni dan budaya lokal tetap hidup di tengah modernisasi. Kemenangan Mahesa Aji adalah bukti bahwa dengan dedikasi dan semangat, tradisi ini akan terus berjaya dan diwariskan kepada generasi mendatang.

 

16 Nov 2024

Warga Desa Girimekar Gelar Acara Nyawang Bulan, Rayakan Keindahan Alam Semesta

 

Poto : Panggung acara nyawang bulan Girimekar

Girimekar, 16 November 2024 –warga Desa Girimekar berkumpul di lapangan desa pada Sabtu malam (16/11) untuk mengikuti acara Nyawang Bulan, tradisi tahunan yang penuh makna dan keindahan. Kegiatan ini dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi masyarakat sekaligus merayakan keajaiban alam semesta, khususnya fenomena bulan purnama.

Acara dimulai pada pukul 19.00 WIB dengan serangkaian hiburan, termasuk penampilan musik tradisional Sunda, pembacaan sajak, dan diskusi singkat tentang astronomi. Suasana malam yang cerah tanpa awan menambah semarak acara, memungkinkan warga menikmati purnama secara maksimal.

Makna Tradisi Nyawang Bulan

Kepala Desa Girimekar, Bapak Wahyudi S.I.P, menjelaskan bahwa tradisi Nyawang Bulan telah dilakukan sejak puluhan tahun lalu oleh leluhur desa.
“Kegiatan ini mengajarkan kita untuk merenungkan kebesaran Sang Pencipta melalui keindahan bulan. Selain itu, ini adalah momen bagi warga untuk berkumpul dan berbagi kebahagiaan,” katanya dalam sambutan pembuka.

Ahli astronomi lokal, Ibu Siti Nurhayati, juga memberikan penjelasan singkat tentang fenomena bulan purnama.
“Bulan malam ini sangat spesial karena berada dalam fase purnama maksimal, yang dikenal sebagai beaver moon di kalender internasional. Ini adalah waktu terbaik untuk mengamati permukaan bulan dengan detail,” ungkapnya.

Kebersamaan Warga

Poto : suasana acara nyawang bulan
Selain menyaksikan bulan, acara ini juga diisi dengan sesi berbagi cerita rakyat yang berkaitan dengan mitos bulan, seperti kisah Lutung Kasarung dan Dewi Bulan. Warga dari berbagai usia duduk bersama, menikmati makanan tradisional seperti nasi liwet, serabi, dan bandrek yang disediakan oleh panitia.

“Ini acara favorit kami setiap tahun. Anak-anak senang mendengarkan cerita, sementara orang dewasa menikmati suasana kebersamaan,” ujar Neng Suryati, salah satu warga yang hadir bersama keluarganya.

Harapan di Bawah Cahaya Bulan

Di penghujung acara, warga melakukan doa bersama, berharap kedamaian dan kemakmuran bagi Desa Girimekar.
“Bulan ini menjadi saksi harapan kita semua. Semoga Desa Girimekar semakin maju dan warganya hidup rukun,” 

Acara Nyawang Bulan ditutup dengan permainan bebentengan untuk anak-anak dan sesi observasi bulan menggunakan teleskop sederhana yang disediakan oleh komunitas pencinta astronomi lokal.

Tradisi ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk melestarikan kearifan lokal dan memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.

H. Asep Ikhsan Serap Aspirasi Masyarakat pada Reses DPRD Kabupaten Bandung

 

Pada Reses I Tahun Sidang 2024-2025, Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Demokrat, H. Asep Ikhsan, mengadakan pertemuan dengan warga di Daerah Pemilihan (Dapil) 6. Kegiatan yang berlangsung pada 15 November 2024 di Ciparay,Kab.Bandung ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat sebagai bagian dari tugas representasi anggota dewan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai isu utama seperti perbaikan infrastruktur, pelayanan kesehatan, dan dukungan untuk program pertanian. H. Asep menegaskan komitmennya untuk membawa aspirasi tersebut ke agenda DPRD, khususnya terkait peningkatan anggaran untuk pembangunan di wilayah pedesaan.

“Reses adalah momen penting bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua masukan akan kami perjuangkan agar menjadi prioritas dalam penyusunan kebijakan pemerintah daerah,” ujarnya.

Selain berdiskusi, kegiatan ini juga menjadi ajang pemberian informasi terkait program-program pemerintah yang dapat dimanfaatkan warga, seperti bantuan sosial dan pelatihan keterampilan. H. Asep juga mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat dalam memberikan masukan dan berharap komunikasi antara warga dan wakil rakyat terus terjaga.

Reses ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara legislatif dan konstituen dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Bandung.



15 Nov 2024

Timnas Indonesia Harus Menelan Kekalahan Telak 0-4 dari Jepang di GBK

 

Pada Jumat, 15 November 2024, Timnas Indonesia menjamu Jepang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) dalam laga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Dengan dukungan penuh dari puluhan ribu suporter, skuad Garuda harus tunduk pada keunggulan tim tamu yang bermain efektif dan dominan.

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Indonesia, meskipun tidak diunggulkan, menciptakan peluang emas melalui Ragnar Oratmangoen di menit kedelapan. Sayangnya, peluang tersebut gagal dimanfaatkan. Di sisi lain, Jepang membuka keunggulan melalui gol bunuh diri Justin Hubner pada menit ke-35 saat mencoba menghalau umpan silang mendatar lawan.

Tak lama berselang, Takumi Minamino mencetak gol kedua dengan memanfaatkan lemahnya koordinasi pertahanan Indonesia. Babak kedua dimulai dengan kesalahan fatal dari kiper Maarten Paes, yang menyebabkan Hidemasa Morita dengan mudah mencetak gol ketiga Jepang. Yukinari Sugawara menutup kemenangan Jepang melalui gol spektakuler dari sudut sempit pada menit ke-68.

Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Indonesia, yang kini berada di posisi terbawah grup dengan hanya tiga poin dari lima laga. Sebaliknya, Jepang memimpin klasemen dengan kokoh, mengoleksi 13 poin.

Meski begitu, pelatih Shin Tae-yong tetap memuji semangat juang para pemainnya, sembari mengakui perlunya perbaikan di berbagai aspek. Pertandingan ini menjadi pembelajaran penting menjelang laga-laga mendatang yang tak kalah menantang.