Iklan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

5 Nov 2025

Geger di Ibun: Bukan Sekadar Janji, Dadang Hermawan 'Kunci' Masalah Kritis Warga yang Terpendam Selama Setahun!

 Geger di Ibun: Bukan Sekadar Janji, Dadang Hermawan 'Kunci' Masalah Kritis Warga yang Terpendam Selama Setahun!


 Kabupaten Bandung – Masa reses I tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan, Dadang Hermawan, S.Sos, di Kantor Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Ibun pada Selasa (4/11/2025), berubah menjadi forum "penguncian" masalah mendesak yang selama ini belum terjamah oleh kebijakan.


 Antusiasme warga Ibun begitu tinggi, memadati aula Kantor PAC sejak siang hari, menunjukkan betapa pentingnya kesempatan tatap muka langsung ini. Mereka datang membawa catatan keluhan dan harapan yang telah lama tersimpan. Berbeda dengan reses sebelumnya, agenda kali ini disebut-sebut lebih fokus pada pemetaan solusi jangka pendek dan menengah, bukan sekadar menampung keluhan.


 Infrastruktur Mendominasi, Ekonomi Warga Jadi 'Bom Waktu'

 Aspirasi yang disampaikan didominasi oleh dua isu utama yang saling berkaitan: perbaikan infrastruktur jalan pertanian yang vital bagi mobilitas hasil bumi, serta peningkatan modal usaha bagi pelaku UMKM lokal yang terhambat permodalan pasca-pandemi.


 "Jalan di  Desa Pangguh Jalur Utama sudah bertahun-tahun rusak parah, Pak. Kami kesulitan membawa hasil panen, otomatis harga jual kami jatuh," ungkap Ibu Tati (54), seorang perwakilan kelompok tani, dengan nada penuh harap.


 Namun, kejutan terbesar muncul ketika seorang tokoh masyarakat Ibun memaparkan data mengenai rendahnya serapan tenaga kerja lokal di kawasan industri terdekat. Hal ini memicu diskusi panas, di mana Dadang Hermawan, yang akrab disapa Kang Dadang, langsung mencatat temuan ini sebagai "Masalah Kritis Terpendam."


 "Ini adalah data yang harus kita tindaklanjuti segera. Bukan hanya soal jalan atau bantuan langsung, tetapi bagaimana kita memastikan anak-anak Ibun punya akses prioritas ke lapangan kerja di wilayahnya sendiri. Ini kunci keberlanjutan ekonomi," ujar Kang Dadang, merespons temuan tersebut.


 Komitmen Reses: Janji Bukan di Atas Kertas

 Menanggapi "banjir" aspirasi dan temuan kritis tersebut, Dadang Hermawan memastikan bahwa hasil reses ini tidak akan berakhir sebagai tumpukan laporan. Ia berjanji akan menggunakan kewenangannya di Komisi C Bidang Pembangunan untuk melakukan langkah konkret.


 "Saya akan segera berkoordinasi dengan Dinas terkait untuk percepatan penetapan anggaran perbaikan jalan pertanian yang mendesak. Khusus mengenai penyerapan tenaga kerja, saya akan memfasilitasi pertemuan antara pihak industri, Disnaker, dan perwakilan pemuda Ibun dalam waktu dekat," tegasnya.


 Kang Dadang menekankan bahwa reses perdananya di tahun 2025 ini bertujuan untuk mengunci permasalahan strategis yang benar-benar dirasakan warga, memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang diusulkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat Ibun.


 “Warga Ibun tidak hanya butuh didengar, tapi juga butuh bukti nyata. Kami pulang membawa PR besar, dan kami siap mempertanggungjawabkan setiap aspirasi ini,” tutupnya, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.


 Penulis: Tim Redaksi

31 Okt 2025

Perbaikan Ulang Pengaspalan Jalan di Desa Sarimahi Selesai, Warga Mengapresiasi Peningkatan Kualitas

 Perbaikan Ulang Pengaspalan Jalan di Desa Sarimahi Selesai, Warga Mengapresiasi Peningkatan Kualitas



Desa Sarimahi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung — 30 Oktober 2025

Wartawan lapangan / Kontrol sosial


Pekerjaan perbaikan ulang (rekondisi) pengaspalan jalan yang sempat menuai keluhan warga di RW 14 dan RW 04 Desa Sarimahi, Kecamatan Ciparay, kini telah rampung. Penyelesaian pekerjaan ini disambut lega oleh masyarakat setempat yang mengharapkan kualitas dan ketahanan jalan menjadi lebih baik dibandingkan pelaksanaan awal yang dinilai kurang memuaskan.


Pengerjaan ulang dilakukan setelah warga melaporkan kerusakan berupa pengelupasan aspal dan permukaan yang cepat rusak, terutama setelah hujan. Menurut keterangan Kepala Desa Sarimahi, H. Yusup S.IP, pemerintahan desa bersama pelaksana proyek menindaklanjuti keluhan tersebut dengan memperketat pengawasan dan memastikan penggunaan material sesuai standar.



“Kami meminta pelaksana untuk mengevaluasi dan melakukan perbaikan ulang dengan pengawasan ketat. Pengerjaan ulang ini adalah komitmen kami untuk memberikan infrastruktur yang layak bagi masyarakat,” Ujar H. Yusup S.IP.


Keluhan warga berawal dari kondisi pengaspalan yang dianggap tidak awet dan menyebabkan ketidaknyamanan saat hujan karena permukaan menjadi licin dan rawan berlubang. Salah seorang warga RW 04, Bapak Wawan Kurniawan, menyatakan kekecewaannya pada tahap awal pelaksanaan, namun mengapresiasi tindakan perbaikan yang dilakukan belakangan.


“Awalnya kecewa karena aspal cepat rusak, tapi sekarang sudah jauh lebih baik,” ungkap Wawan.


Proses perbaikan ulang difokuskan pada titik-titik yang sebelumnya bermasalah di kedua RW tersebut. Sumber dari pemerintahan desa menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi cuaca, kesiapan lapangan, serta evaluasi teknis terhadap pengerjaan sebelumnya. Pihak pelaksana diminta melakukan rekondisi pada lapisan yang bermasalah dan memastikan kualitas material serta teknik penghamparan yang tepat.


Pelaksanaan pekerjaan dilakukan dalam beberapa hari terakhir dan kini ruas jalan yang direkondisi dapat dilalui dengan mulus. Ketua RW 14, Bapak Dadang Ahmad, menyampaikan bahwa warga menyambut baik selesainya perbaikan dan berharap infrastruktur baru ini bertahan lama jika dijaga bersama.


“Kami bersyukur jalan sudah mulus kembali dan akan menjaga agar tidak cepat rusak,” Ujar Dadang .


Respons cepat dari pemerintah desa mendapat apresiasi dari sebagian warga sebagai bentuk kepekaan terhadap aspirasi masyarakat. Sementara itu, beberapa warga berharap agar pengawasan serupa diterapkan pada proyek-proyek infrastruktur berikutnya agar masalah serupa tidak terulang. Kekhawatiran utama warga adalah agar pekerjaan tidak hanya bersifat sementara, melainkan tahan terhadap kondisi cuaca dan penggunaan kendaraan sehari-hari.


Pihak desa menegaskan bahwa perbaikan ulang ini juga disertai upaya sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan drainase dan saluran air di sepanjang jalan. Menurut Kepala Desa, perawatan lingkungan dan kebersihan drainase merupakan bagian penting agar kualitas aspal tidak cepat tergerus oleh genangan dan aliran air saat musim hujan.


Sejumlah dokumentasi lapangan memperlihatkan kondisi jalan sebelum dan sesudah perbaikan. Pada tahap awal terdapat beberapa titik dengan permukaan mengelupas dan genangan di area rendah. Setelah rekondisi, permukaan jalan tampak lebih merata dan rapi secara visual, meski warga tetap mengamati perkembangan performa jalan dalam beberapa bulan ke depan.


Kasus pengaspalan yang perlu dilakukan perbaikan ulang bukanlah fenomena baru di beberapa daerah. Faktor-faktor yang sering disebut sebagai penyebab antara lain kualitas material, teknik pelaksanaan, pengaruh cuaca saat pekerjaan berlangsung, serta perencanaan drainase yang kurang memadai. Namun, dalam konteks Desa Sarimahi, pihak desa menekankan bahwa tindak lanjut yang cepat dan pengawasan lapangan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.


Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Desa Sarimahi menyatakan akan meminta laporan evaluasi tertulis dari pelaksana proyek mengenai penyebab kerusakan awal dan rekomendasi teknis untuk pemeliharaan berkala. Langkah administratif seperti ini diharapkan memberi dasar bagi pengambilan keputusan pada proyek-proyek berikutnya.


Warga lokal juga menekankan peran gotong royong dalam menjaga kualitas jalan. Ketua RW dan pengurus lingkungan menyatakan akan menggalakkan patroli kebersihan dan pengawasan saluran air secara berkala agar struktur jalan tidak cepat rusak akibat penyumbatan dan genangan. Harapan bersama adalah bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintahan desa, dan pelaksana proyek akan memperpanjang umur infrastruktur yang telah diperbaiki.


Penutupan: Selesainya perbaikan ulang pengaspalan di RW 14 dan RW 04 Desa Sarimahi menjadi indikator respons yang positif dari pemerintah desa terhadap keluhan masyarakat. Meski demikian, keberlanjutan kualitas jalan akan bergantung pada kombinasi kualitas pekerjaan, pengawasan teknis, serta peran aktif warga dalam perawatan lingkungan sekitar jalan.

30 Okt 2025

Desa Cimekar Matangkan Rencana Pembangunan 2026 dan Usulan 2027 melalui Musrenbangdes

 Desa Cimekar Matangkan Rencana Pembangunan 2026 dan Usulan 2027 melalui Musrenbangdes


Cileunyi, Kabupaten Bandung — Pemerintah Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, telah sukses menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun 2025. Acara penting ini berfokus pada Penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2026 dan penyusunan Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah (DURKP) Tahun 2027.

Kepala Desa Pimpin Langsung Musyawarah Kunci

​Musrenbangdes yang menjadi tonggak penentuan arah pembangunan desa ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Cimekar, Iwan Darmawan, S.I.P., dan dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Bandung M.Akmal ,berbagai elemen masyarakat, perwakilan kelembagaan desa (seperti BPD), tokoh masyarakat, serta Kepala Kecamatan Cileunyi Bapak Cucu Gandawijaya .

​Dalam sambutannya, Kades Iwan Darmawan menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh komponen desa dalam merumuskan program pembangunan yang Bedas (Bersih, Dinamis, Agamis, Sejahtera) dan berkelanjutan.

​"Musrenbangdes adalah wujud nyata dari demokrasi perencanaan. Setiap usulan yang masuk adalah suara masyarakat yang harus kita prioritaskan berdasarkan urgensi dan manfaatnya bagi kesejahteraan bersama," tegas Iwan Darmawan.


Fokus Utama: Penetapan RKPDes 2026


​Agenda utama dalam musyawarah ini adalah memfinalisasi dan menetapkan RKPDes Tahun 2026. Dokumen ini memuat program dan kegiatan prioritas yang akan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dan sumber dana lainnya. Program yang disepakati mencakup berbagai sektor, mulai dari infrastruktur dasar (perbaikan jalan, drainase), pemberdayaan masyarakat (pelatihan UMKM), hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan layanan sosial.

​Penetapan RKPDes 2026 dilakukan setelah melalui serangkaian tahapan mulai dari musyawarah di tingkat dusun (Musdus) dan mempertimbangkan hasil evaluasi pelaksanaan RKPDes tahun sebelumnya.

Menatap Masa Depan: Penyusunan DURKP 2027

​Selain menetapkan RKPDes untuk tahun anggaran terdekat (2026), Musrenbangdes juga menyusun Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah (DURKP) Tahun 2027. DURKP ini berisikan usulan-usulan program yang direncanakan untuk didanai oleh sumber dana di atas level desa, seperti dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten/Provinsi atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

​Usulan yang termuat dalam DURKP 2027 ini akan dibawa ke forum Musrenbang di tingkat Kecamatan Cileunyi, yang kemudian akan berlanjut ke tingkat kabupaten. Hal ini memastikan bahwa aspirasi pembangunan dari akar rumput Desa Cimekar dapat terintegrasi dengan rencana pembangunan daerah Kabupaten Bandung.

​Dengan terlaksananya Musrenbangdes ini, Desa Cimekar telah menyelesaikan tahapan krusial dalam siklus perencanaan pembangunan, menandai komitmen Pemerintah Desa Cimekar di bawah pimpinan Iwan Darmawan, S.I.P., untuk mencapai pembangunan yang partisipatif dan tepat sasaran.

​Anda bisa melihat kegiatan terkait pembangunan yang dipimpin Kepala Desa Cimekar di tayangan Kades Cimekar Puji 13 Program Jempolan Bupati Bandung dalam Rembug Bedas Ke-83. Video ini menunjukkan Kepala Desa Cimekar menyampaikan apresiasinya terhadap program Bupati Bandung, yang berkaitan erat dengan hasil perencanaan pembangunan di tingkat desa.

28 Okt 2025

Klarifikasi Kades Sarimahi: Penundaan Pekerjaan Hotmix Jalan Murni karena Kendala Cuaca

 Klarifikasi Kades Sarimahi: Penundaan Pekerjaan Hotmix Jalan Murni karena Kendala Cuaca




 BANDUNG – Kepala Desa Sarimahi memberikan klarifikasi resmi terkait penundaan dan dugaan masalah dalam pekerjaan pengaspalan hotmix jalan lingkungan di desa tersebut. Penundaan pekerjaan, yang sempat menimbulkan spekulasi di kalangan warga, ditegaskan murni disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem berupa hujan deras yang datang secara tiba-tiba.


 Hujan Hambat Tahap Finishing

 Penundaan pekerjaan hotmix di beberapa titik jalan Desa Sarimahi, terutama pada tahap akhir atau finishing, menjadi sorotan publik baru-baru ini. Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Sarimahi Bapak Yusuf S.iP menjelaskan bahwa tim pelaksana terpaksa menghentikan pekerjaan karena hujan lebat yang tidak terduga.


 "Kami menyadari adanya keterlambatan yang membuat masyarakat bertanya-tanya. Saya tegaskan bahwa penundaan ini bukan karena kelalaian atau masalah kualitas material, melainkan murni kendala alam. Hujan deras yang turun sebelum proses pemadatan dan penyempurnaan akhir dapat merusak kualitas hotmix yang baru dihamparkan," ujar Kades dalam keterangannya.


 Menurutnya, pengerjaan hotmix sangat sensitif terhadap kondisi cuaca. Pengaspalan pada kondisi basah atau segera diikuti hujan dapat menyebabkan aspal tidak menempel sempurna, mudah terkelupas, dan pada akhirnya mengurangi usia pakai jalan.


 Bantah Isu Kualitas dan Komitmen Perbaikan


 Klarifikasi ini juga sekaligus menanggapi isu-isu miring yang sempat beredar, termasuk dugaan bahwa proyek dikerjakan tidak sesuai spesifikasi dan terkesan "asal-asalan" karena tampak ada kerusakan pada aspal yang baru dikerjakan.


 "Penting untuk diketahui, pekerjaan tersebut belum tuntas 100% dan belum diserahterimakan. Jika ada bagian yang terlihat kurang sempurna atau terkelupas, itu terjadi karena pekerjaan terhenti mendadak saat proses konstruksi, khususnya saat aspal belum benar-benar padat sempurna akibat hujan," tegasnya.


 Pihak Desa Sarimahi memastikan bahwa seluruh kekurangan dan bagian yang terdampak oleh hujan akan segera diperbaiki dan disempurnakan kembali oleh pihak kontraktor sebelum proyek dinyatakan selesai dan serah terima. Komitmen untuk memberikan infrastruktur yang berkualitas dan sesuai standar kepada warga adalah prioritas utama.


 Ajak Warga dan Media Pantau Langsung

 Dalam upaya menjaga transparansi dan meredam spekulasi, Kepala Desa Sarimahi mengajak seluruh elemen masyarakat dan awak media untuk turut memantau langsung perkembangan pembangunan.


 "Kami selalu terbuka. Mari kita lihat prosesnya secara utuh, bukan hanya saat ada hambatan. Kami pastikan begitu cuaca mendukung, pekerjaan akan langsung dilanjutkan dengan pengawasan ketat untuk memastikan kualitasnya," tutup Kades, mengharapkan pengertian dan dukungan dari seluruh warga desa agar proyek pembangunan jalan ini dapat segera rampung dengan hasil maksimal.