SUMEDANG, JAWA BARAT — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Sumedang menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (6/10/2026).
Musda XI menjadi agenda strategis organisasi untuk menentukan kepemimpinan DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang periode 2026–2031 sekaligus membahas arah konsolidasi organisasi ke depan. Pelaksanaan Musda sebelumnya telah ditetapkan berlangsung pada 6 Oktober 2026 di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Daniel Mutaqin Syafiuddin, Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat Ahmad Hidayat, serta jajaran pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang.
Dalam kesempatan tersebut, Erwan Setiawan menyampaikan harapan agar Musda XI mampu menghasilkan kepemimpinan yang amanah dan solid. Ia juga mendorong agar hasil Musda dapat memperkuat konsolidasi internal serta membangun sinergi dalam mendukung program pembangunan di Jawa Barat dan Kabupaten Sumedang.
Menurut Erwan, soliditas organisasi menjadi salah satu hal penting setelah seluruh tahapan Musda selesai. Perbedaan pilihan dalam proses internal merupakan bagian dari dinamika organisasi, namun seluruh kader diharapkan dapat kembali bersatu setelah keputusan Musda ditetapkan.
“Musda bukan hanya momentum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi dan kebersamaan seluruh kader,” demikian pokok arahan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sebagaimana diberitakan media lokal.
Sebelum pelaksanaan Musda, panitia telah menjalankan sejumlah tahapan, termasuk pembukaan pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang. Pendaftaran tersebut dibuka pada 5 Oktober 2026 dan menjadi bagian dari proses konsolidasi internal organisasi.
Pada tahap pendaftaran, panitia Musda XI mencatat dua bakal calon yang menyerahkan dokumen persyaratan, yakni Hj. Yuslita Sumartini Bilqis dan Ari Budiman.
Ketua Steering Committee (SC) Musda XI, Asep Kurnia, sebelumnya menegaskan bahwa seluruh tahapan Musda diarahkan berjalan secara transparan, demokratis, dan sesuai dengan ketentuan organisasi Partai Golkar.
Musda XI pun tidak hanya menjadi forum pemilihan kepemimpinan baru, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat struktur organisasi di tingkat kabupaten hingga kecamatan. Penguatan konsolidasi dinilai penting untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan setelah proses pergantian kepemimpinan selesai.
Dengan berakhirnya Musda XI, tantangan berikutnya adalah bagaimana kepemimpinan baru dapat merangkul seluruh elemen partai, menjaga komunikasi internal, serta menerjemahkan hasil Musda ke dalam program kerja organisasi.
Dorongan terhadap kepemimpinan yang solid juga menjadi pesan penting dalam forum tersebut. Bagi Partai Golkar Sumedang, keberlanjutan organisasi tidak hanya bergantung pada siapa yang terpilih, tetapi juga pada kemampuan seluruh kader menjaga persatuan dan menjalankan keputusan organisasi secara bersama-sama
.
Musda XI diharapkan menjadi titik konsolidasi baru bagi Partai Golkar Sumedang dalam menjalankan agenda organisasi dan membangun komunikasi yang konstruktif dengan pemerintah daerah serta masyarakat.
SWARHA JABAR NEWS,


