Iklan

31 Mei 2025

Lantai 2 Gedung RW 07 Rancaekek Kencana Berdiri Megah: Wujud Gotong Royong dan Harapan Baru!






 Rancaekek Kencana, 31 Mei 2025 - Semangat kebersamaan dan gotong royong warga RW 07 Kelurahan Rancaekek Kencana mencapai puncaknya hari ini dengan digelarnya acara syukuran pembangunan lantai 2 gedung RW. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi bukti nyata komitmen warga dalam memajukan lingkungan mereka, sekaligus penanda harapan baru bagi pelayanan masyarakat yang lebih optimal.


Syukuran dihadiri oleh berbagai tokoh penting, menunjukkan dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan. Turut hadir dalam acara ini Ketua RW 07 , Kepala Kelurahan Rancaekek Kencana ,serta Kepala Kecamatan Rancaekek Bapak  Dr.,ir Diar Hadi Gustinar,M.si. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya pembangunan ini bagi kemajuan wilayah Rancaekek Kencana.



Tidak hanya jajaran pemerintahan, acara ini juga dimeriahkan oleh kehadiran Ketua DKM Rancaekek dan Babinsa , yang turut memberikan doa restu dan dukungan moral. Kebersamaan lintas sektor ini menjadi cerminan kekuatan persatuan yang ada di RW 07.


Pembangunan lantai 2 gedung RW 07 ini merupakan buah dari kerja keras dan partisipasi aktif seluruh warga. Dengan selesainya penambahan lantai ini, diharapkan gedung RW dapat berfungsi lebih maksimal dalam menunjang berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari pertemuan warga, kegiatan PKK, hingga pelayanan administrasi. Ruangan yang lebih luas dan fasilitas yang lebih memadai tentunya akan meningkatkan kenyamanan dan efektivitas setiap kegiatan yang diselenggarakan.


"Alhamdulillah, hari ini kita bersyukur atas selesainya pembangunan lantai 2 gedung RW kita. Ini adalah hasil jerih payah kita bersama, gotong royong seluruh warga RW 07," ujar Ketua RW 07 dalam sambutannya dengan penuh haru. "Semoga dengan adanya lantai 2 ini, pelayanan kepada masyarakat semakin baik, dan kegiatan-kegiatan warga semakin berkembang."


Kepala Kelurahan Rancaekek Kencana juga menyampaikan apresiasinya. "Saya sangat bangga dengan semangat kebersamaan warga RW 07. Pembangunan ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa," tuturnya.


Acara syukuran ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, mempererat tali silaturahmi antarwarga dan tamu undangan. Gedung RW 07 kini berdiri tegak dengan dua lantai, siap menjadi pusat kegiatan dan aspirasi warga, menandai babak baru kemajuan di Kelurahan Rancaekek Kencana.

#kelurahankencana #kecamatanrancaekek #kabupatenbandung #dadangsupriatna #kemendes #kesbangpol #diskominfo #viral #foryourpage 

26 Mei 2025

Big Buzz in Desa Biru! Special Village Meeting for 2025: Everyone's Joining Forces for Development & Talking About New Boundaries!

Big Buzz in Desa Biru! Special Village Meeting for 2025: Everyone's Joining Forces for Development & Talking About New Boundaries!

Majalaya, May 26, 2025 – What a day in Biru Village, Majalaya District, Bandung Regency! We just wrapped up a Special Village Deliberation (Musdesus). This morning-to-afternoon event saw all the important folks in the village show up: the Village Government, various Village Institutions, and Community Organizations. Plus, our awesome Babinsa (local army representative) and Bhabinkamtibmas (community police officer) were there, making sure everything ran smoothly. This Musdesus wasn't just any meeting; it was all about mapping out Biru Village's future for 2025, and it was super inclusive, with everyone having a say. Oh, and there was some serious chat about possibly redrawing our village map!


Our Village Head, Mr. H. Dede Iskandar, kicked things off. He really hammered home how crucial it is for everyone in the village to work together. "This Musdesus isn't just for show. It's our chance to get on the same page, hear everyone's hopes, and make decisions that truly benefit all our folks," Mr. Dede said, and you could feel the excitement in the room. "That includes tackling big, long-term stuff like the buzz about potentially splitting up our village!"


The Village Consultative Body (BPD) also had their say, highlighting their vital role in overseeing the village government and ensuring every decision truly meets the community's needs. "We're here to be the bridge between what you want and what actually happens, especially when it comes to big proposals like village expansion. Everything has to be for Biru Village's progress," said the BPD Chairperson.


Our Babinsa for Biru Village, Sergeant Budi Santoso, and Bhabinkamtibmas for Biru Village, First Police Inspector Rina Lestari, definitely added to the positive vibe. They listened closely to all the discussions and chimed in now and then with thoughts on security and order, especially how it might tie into future village changes.


"It's super important for everyone to help keep our community safe. We're ready to back any village program that boosts welfare and security, even if our village structure changes down the road," said Sergeant Budi Santoso. Inspector Rina Lestari echoed that, adding, "Active participation from everyone in village activities, like this Musdesus, is key to a safe and peaceful environment, especially when we're talking about big changes for our community."


Hot Topic: Village Boundary Changes on the Table!


Beyond setting up the Village Government Work Plan (RKPDes) for 2025, this Musdesus took a special look at the hot topic of potential village boundary changes. Even though nothing's set in stone, the initial talks showed a mix of opinions among the villagers.


Representatives from various community organizations like RT/RW (neighborhood units), PKK (women's movement), Karang Taruna (youth organization), and others shared their thoughts. Some saw big positives in splitting up, like fairer development and better, more focused public services. But others worried about administrative hurdles, social impacts, and potential border disputes that would need careful handling.


"We suggest a really thorough study on this potential change, looking at all the pros and cons so we can make informed decisions," proposed one of the RT representatives. Meanwhile, a PKK representative hoped that the concerns of women and families wouldn't be overlooked if any changes happened.


This Musdesus was also a chance for the Village Government to show off what they've accomplished last year and get direct feedback and constructive criticism from the community. Transparency in spending and accountability were big themes throughout the meeting, especially with an eye on preparing for any future administrative shifts.


With a spirit of unity and working together, this Musdesus in Biru Village is expected to lead to decisions that truly benefit everyone. The plan is to quickly follow up on the Musdesus results by setting up village regulations and pinpointing the key programs for 2025, including initial recommendations on the village boundary changes that will be passed up to higher authorities.


Today's Musdesus really highlights Biru Village's strong commitment to good, participatory governance, aiming for a truly independent, prosperous, and advanced village. And having our Babinsa and Bhabinkamtibmas there just underscores the full support from law enforcement for every step the village takes, including getting ready for potential administrative changes down the line.


Hashtags That Could Go Viral:

 * #BiruVillageOnTheRise

 * #Musdesus2025

 * #MajalayaProsperity

 * #BandungAwesome

 * #VillageDevelopment

 * #VillageUnity

 * #LocalHeroes (for Babinsa/Bhabinkamtibmas)

 * #InclusiveGrowth

 * #CommunityPower

 * #VillageNews

 * #BandungBuzz

 * #IndonesiaMovingForward

 * #Futu

reVillage

 * #BoundaryTalks

Bukan Sekadar Rapat! Desa Biru Majalaya Gelar Musdesus Khusus: Aspirasi Warga Jadi Prioritas Utama untuk 2025

 Bukan Sekadar Rapat! Desa Biru Majalaya Gelar Musdesus Khusus: Aspirasi Warga Jadi Prioritas Utama untuk 2025




Majalaya, 26 Mei 2025 – Hari ini, Desa Biru, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, menjadi saksi penting bagi terlaksananya Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Acara yang berlangsung sejak pagi ini dihadiri oleh berbagai elemen penting desa, mencakup Pemerintah Desa, Lembaga Desa, dan Lembaga Kemasyarakatan Desa. Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas turut memperkuat sinergi dalam merumuskan arah pembangunan Desa Biru untuk tahun 2025, sekaligus menjadi forum diskusi penting mengenai wacana pemekaran wilayah yang mulai bergulir, dengan mengedepankan prinsip partisipasi aktif dan inklusivitas.

Musdesus dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Biru, Bapak H. Dede Iskandar. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara seluruh komponen desa demi tercapainya program-program pembangunan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. "Musdesus ini bukan hanya formalitas, melainkan wadah kita untuk menyatukan visi dan misi, menampung aspirasi, serta merumuskan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat. Termasuk juga membahas isu-isu strategis jangka panjang seperti wacana pemekaran wilayah yang mungkin akan memengaruhi masa depan desa kita," ujar Bapak Dede, disambut dengan antusiasme peserta.

Perwakilan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) turut menyampaikan pandangannya, menyoroti peran strategis BPD dalam mengawasi jalannya pemerintahan desa dan memastikan setiap keputusan yang diambil sesuai dengan kebutuhan warga. "Kami berkomitmen untuk menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dengan kebijakan yang akan dirumuskan, termasuk dalam menyikapi usulan besar seperti pemekaran wilayah. Semua harus demi kemajuan Desa Biru," kata Ketua BPD Desa Biru.

Kehadiran Babinsa Desa Biru, Sertu (TNI) Budi Santoso, dan Bhabinkamtibmas Desa Biru, Aipda (Polri) Rina Lestari, menambah nuansa keamanan dan ketertiban dalam jalannya Musdesus. Keduanya aktif mengikuti jalannya diskusi dan sesekali memberikan masukan terkait aspek keamanan dan ketertiban masyarakat yang relevan dengan rencana pembangunan desa, termasuk implikasi keamanan jika wacana pemekaran benar-benar terwujud.

"Peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan sangat penting. Kami siap mendukung setiap program desa yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan keamanan warga, termasuk jika ada perubahan struktur wilayah di masa depan," tutur Sertu Budi Santoso. Senada dengan itu, Aipda Rina Lestari menambahkan, "Partisipasi aktif warga dalam setiap kegiatan desa, termasuk Musdesus ini, adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, terutama saat membahas isu-isu besar yang berpotensi membawa perubahan bagi masyarakat."

Isu Pemekaran Wilayah Jadi Perhatian Khusus

Selain agenda utama penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun anggaran 2025, Musdesus kali ini juga secara khusus menyoroti wacana pemekaran wilayah yang belakangan mulai hangat diperbincangkan di tingkat desa. Meskipun belum ada keputusan final, diskusi awal menunjukkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Perwakilan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) seperti RT/RW, PKK, Karang Taruna, dan lembaga lainnya, turut menyampaikan pandangan mereka. Beberapa pihak melihat potensi positif dari pemekaran, seperti pemerataan pembangunan dan peningkatan layanan publik yang lebih fokus. Namun, ada pula kekhawatiran terkait dampak administratif, sosial, dan potensi konflik batas wilayah yang perlu diantisipasi.

"Kami mengusulkan agar wacana pemekaran ini dikaji lebih dalam dengan melibatkan studi kelayakan yang komprehensif, sehingga semua dampak bisa dipertimbangkan matang-matang," usul salah satu perwakilan RT. Sementara itu, dari perwakilan PKK, disampaikan harapan agar aspirasi perempuan dan keluarga tidak terabaikan dalam setiap perubahan yang terjadi.

Musdesus ini juga menjadi momentum bagi Pemerintah Desa untuk memaparkan evaluasi capaian pembangunan tahun sebelumnya dan mendengarkan langsung masukan serta kritik konstruktif dari masyarakat. Transparansi anggaran dan akuntabilitas menjadi poin penting yang terus ditekankan sepanjang jalannya musyawarah, terutama dalam konteks persiapan jika ada perubahan administratif di masa depan.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Musdesus Desa Biru diharapkan dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang berpihak kepada kepentingan bersama. Rencananya, hasil Musdesus ini akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan peraturan desa dan penetapan program-program prioritas yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2025, termasuk rekomendasi awal terkait wacana pemekaran wilayah yang akan diteruskan ke tingkat yang lebih tinggi.

Musdesus hari ini menunjukkan komitmen kuat Desa Biru dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan partisipatif, demi menciptakan desa yang mandiri, sejahtera, dan maju. Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas menegaskan dukungan penuh dari aparat keamanan dalam setiap langkah pembangunan dan persiapan menghadapi potensi perubahan administratif di masa depan.

Hashtag Berpotensi Viral:

 * #DesaBiruMaju

 * #Musdesus2025

 * #MajalayaSejahtera

 * #BandungJuara

 * #PemekaranWilayah

 * #WacanaPemekaran

 * #PembangunanDesa

 * #SinergiDesa

 * #BabinsaBhabinkamtibmas

 * #InklusifMembangun

 * #GotongRoyongDesa

 * #BeritaDesa

 * #KabarBandung

 * #IndonesiaMaju

 * #DesaMasaDepan

25 Mei 2025

GEMPAR! Sutan Raja Soreang 'Pelantikan DPD NasDem Kabupaten Bandung Dihadiri Tokoh Tak Terduga,

 GEMPAR! Sutan Raja Soreang 'kehadiran Yusuf Salim Spdi,PLH ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung', Pelantikan DPD NasDem Kabupaten Bandung Dihadiri Tokoh Tak Terduga, Sinyal Koalisi Baru 



Soreang, 25Mei 2025– Sutan Raja Hotel Soreang siang ini menjadi saksi bisu sebuah peristiwa politik yang berpotensi mengubah peta kekuatan di Kabupaten Bandung. Acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Bandung periode 2025-2030, yang sejatinya merupakan agenda internal partai, mendadak menjadi sorotan tajam setelah kehadiran  Yusuf Salim Spdi tokoh politik yang tak terduga, memicu spekulasi liar dan desas-desus koalisi baru .

Suasana di Ballroom Sutan Raja Hotel yang awalnya terasa khidmat dengan lantunan lagu kebangsaan dan mars partai, sontak riuh ketika beberapa nama besar dari partai politik lain tiba di lokasi. Senyum ramah dan sapaan hangat dari jajaran pengurus NasDem menyambut kedatangan mereka, mengisyaratkan bukan sekadar kunjungan basa-basi.

Siapa Saja Tokoh yang Bikin Heboh?

  Yusuf Salim Spdi ,awal tim kami di lapangan berhasil mengidentifikasi  kehadirannya memancing perhatian:

24 Mei 2025

Persib Bandung Jawara Lagi! Back to Back, Boii!

  Persib Bandung Jawara Lagi! Back to Back, Boii!




Bandung, 24 Mei 2025 – Gaes, siap-siap! Kabar heboh datang dari dunia persilatan sepak bola Indonesia. Gelaran paling bergengsi, BRI LIGA 1, akhirnya kelar juga hari ini, Sabtu (24/5/2025). Dan coba tebak siapa yang jadi bintangnya? Yup, betul banget! Persib Bandung! Mereka sukses jadi juara lagi, alias back to back champions, setelah dua tahun berturut-turut nongkrong di puncak!

Swarha Jabar News yang dipimpin oleh Pemimpin Redaksi Joeliean dan Produser Herman ini, bersama tim kece mereka yang terdiri dari Alfi Tisan Junian di kamera, dan Reporter Shofian yang selalu siap nangkep momen, kemarin berhasil meliput langsung keseruannya.

Hari terakhir Liga 1 ini emang bikin deg-degan. Ada empat pertandingan yang digelar barengan. Salah satunya, tentu aja, laga seru antara Persib Bandung vs Persis Solo. Hasilnya? Persib Bandung sukses ngalahin Persis Solo dengan skor 3-2. Gokil!

Di pertandingan lain, PSIS Semarang harus gigit jari setelah dikalahin Barito dengan skor 1-2. Terus, PSS Sleman berhasil nyuri tiga poin dari kandang Madura United FC dengan skor telak 3-0 tanpa balas. Dan nasib apes juga menimpa Arema FC yang harus ngaku kalah dari Semen Padang dengan skor akhir 0-2.



Tapi, emang sih, bintangnya tetep Persib Bandung. Mereka berhasil ngulang sukses musim lalu (2023/2024) dan kembali jadi juara di musim ini (2024/2025). Double winner, guys! Bikin bangga bobotoh se-Jawa Barat, bahkan se-Indonesia!

Sayangnya, di sisi lain, ada juga kabar sedih. Barito dan PSS Sleman harus rela turun kasta ke Liga 2 musim depan. Mereka bakal nemenin PSIS Semarang yang udah duluan dipastikan terdegradasi karena perolehan poinnya yang nggak mampu bersaing.

Selamat buat Persib Bandung! Kapan lagi kita bisa lihat tim kesayangan back to back juara kayak gini? Semoga musim depan makin gahar ya!

#persibbandung #persib #walikota #bobotoh #persibday #pemkotbandung #viral 

Helmi Yuzak & Setia Agustini Turun Gunung! Rancaekek Kulon Siaga P3K, Siap Nolong Kapan Aja!"

 Helmi Yuzak & Setia Agustini Turun Gunung! Rancaekek Kulon Siaga P3K, Siap Nolong Kapan Aja!"

Helmi Yuzak,S.E

Wah, gokil! Sabtu pagi (24/5/2025) di Desa Rancaekek Kulon pecah banget! Bukan karena demo, tapi karena ada acara super kece: Pelatihan Kader Siaga P3K Pertolongan Pertama pada Keluarga. Bayangin aja, jam 7 pagi buta, warga udah pada semangat buat belajar gimana caranya nolongin keluarga kalau lagi gawat darurat. Kerennya lagi, acara ini dihadiri langsung sama Bapak Kepala Desa Helmi Yuzak, S.H. dan juga Ibu Setia Agustini, S.E., M.

Belajar P3K Anti Mati Gaya


Pokoknya, suasana di Rancaekek Kulon pagi itu beda dari biasanya. Biasanya kan Sabtu pagi identik sama males-malesan atau beberes rumah. Tapi kali ini, ibu-ibu, bapak-bapak, sampai pemuda-pemudi pada ngumpul buat dapet ilmu P3K yang bisa dibilang 'anti mati gaya'. Mereka diajarin mulai dari cara ngadepin luka ringan, keseleo, sampai pertolongan pertama buat kasus yang lebih serius sebelum tim medis dateng. Dijamin deh, abis ini warga Rancaekek Kulon nggak bakal panik lagi kalo ada yang kecelakaan atau sakit mendadak di rumah.


Kepala Desa dan Ibu Setia Agustini Ikut Turun Tangan


Kehadiran Bapak Helmi Yuzak dan Ibu Setia Agustini bikin acara ini makin spesial. Mereka berdua nggak cuma dateng buat ngasih sambutan doang, tapi juga keliatan banget antusiasnya ngikutin jalannya pelatihan. Ini nunjukkin kalo pemerintah desa bener-bener peduli sama kesehatan dan keselamatan warganya. Pasti abis ini makin banyak deh warga yang sadar pentingnya punya ilmu P3K di rumah.

Rancaekek Kulon Makin Siaga!


Acara kayak gini tuh penting banget buat ningkatin kesadaran masyarakat tentang pentingnya pertolongan pertama. Bayangin aja, kalau semua keluarga di Rancaekek Kulon punya minimal satu orang yang jago P3K, pasti angka kejadian fatal akibat kecelakaan di rumah bisa diminimalisir. Jadi, Rancaekek Kulon bukan cuma maju desanya, tapi juga makin siaga warganya! Gimana, desa kamu udah punya kader P3K kayak gini belum?


Gimana menurut kamu, acara kayak gini wajib diadain di setiap desa gak sih?

#p3k #rancaekekkulon #kabupatenbandung #dadangsupriatna #diskominfo  

23 Mei 2025

Gunung Leutik Gasspoll! Ibu-ibu PKK dan Warga Kompak di Penyuluhan Germas Dana Desa 2025

 Gunung Leutik Gasspoll! Ibu-ibu PKK dan Warga Kompak di Penyuluhan Germas Dana Desa 2025




Ciparay, Bandung – Warga Desa Gunung Leutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, patut berbangga! Pasalnya, program penyuluhan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) sukses digelar dengan meriah. Acara yang didanai dari Alokasi Dana Desa (ADD) Tahap 1 Tahun Anggaran 2025 ini dihadiri langsung oleh Ibu Kepala Desa Gunung Leutik, Sekretaris Desa, dan tentunya, para ibu-ibu PKK yang super aktif!


Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini jadi bukti nyata kalau Pemerintah Desa Gunung Leutik serius banget dalam meningkatkan kesehatan warganya. Lewat penyuluhan ini, berbagai informasi penting seputar pola hidup sehat disampaikan dengan cara yang mudah dicerna dan bikin penasaran. Mulai dari pentingnya rajin cuci tangan, makan makanan bergizi seimbang, sampai pentingnya olahraga teratur.


Ibu Kepala Desa dalam sambutannya menekankan betapa pentingnya kesadaran akan kesehatan dimulai dari diri sendiri dan keluarga. "Kesehatan itu aset paling berharga. Kalau kita sehat, produktivitas meningkat, dan desa kita juga makin maju!" serunya dengan semangat yang menular.


Tak ketinggalan, Sekdes juga menambahkan bahwa dana desa yang dialokasikan untuk program ini adalah bentuk komitmen pemerintah desa untuk kesejahteraan warga. "Ini uang kita bersama, mari kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk kebaikan kita bersama," ujarnya.


Yang paling bikin salut, tentu saja antusiasme ibu-ibu PKK yang luar biasa. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan bahkan berjanji untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Salut deh!


Semoga dengan adanya kegiatan penyuluhan Germas ini, masyarakat Desa Gunung Leutik makin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Ingat ya, sehat itu dimulai dari kita!


22 Mei 2025

Bandung Mau Bikin PPDB Makin Jujur dan Adil, Kepala Sekolah Bandel Auto Copot!

 Bandung Mau Bikin PPDB Makin Jujur dan Adil, Kepala Sekolah Bandel Auto Copot!

Soreang, Bandung – Warga Bandung, siap-siap! Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) buat anak-anak TK, SD, dan SMP di Kabupaten Bandung tahun ajaran 2025/2026 bakal beda dari biasanya. Kemarin, Kamis (22/5/2025), Bapak Bupati Bandung, Dadang Supriatna, atau yang akrab disapa Kang DS, resmi membuka "Kick Off PPDB" di Sutan Raja Hotel, Soreang.

Acara ini dihadiri banyak banget pihak penting, mulai dari Kejaksaan Negeri Bandung, Polresta Bandung, Dewan Pendidikan, Komisi D DPRD, para camat, sampe kepala sekolah dan pengawas. Intinya, semua kompak mau bikin PPDB ini jadi lebih baik.

Kang DS: "Jangan Ada Pungli, Kepala Sekolah Bandel Siap-siap Dicopot!"

Kang DS bilang, acara ini bukan cuma seremoni doang, tapi bukti kalo pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat bareng-bareng pengen bikin PPDB yang objektif, transparan, akuntabel, adil, dan tanpa diskriminasi. Wah, keren banget ya!

Kang DS juga ngasih peringatan keras nih buat Disdik dan para kepala sekolah. "Saya minta jangan ada pungutan di seluruh sekolah di Kabupaten Bandung. Catat, jika ada kepala sekolah yang main-main dengan aturan apalagi sampai mungut dari murid, saya tidak segan mencopot!" tegasnya. Hayoo, kepala sekolah hati-hati ya! Beliau juga berharap masalah-masalah PPDB tahun lalu gak kejadian lagi.

Semua Anak Wajib Sekolah, Termasuk yang Disabilitas!

Gak cuma soal pungli, Kang DS juga ngajak semua pihak buat kerja sama demi pendidikan yang berkualitas dan merata. Bahkan, beliau ngasih tugas khusus buat para camat di 31 kecamatan.

"Para camat tolong kawal dan sisir masyarakatnya masing-masing di tiap desa, semua anak harus sekolah. Termasuk anak-anak disabilitas, mereka juga berhak bersekolah di sekolah negeri maupun swasta. Jangan ada yang ditolak. Tolong para camat dan kepala sekolah perhatikan ini," pintanya. Ini penting banget, biar semua anak punya kesempatan buat belajar!

Jalur PPDB Sekarang Beda: Dari Zonasi ke Domisili!

Nah, ada info penting nih soal jalur pendaftaran PPDB 2025/2026. Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung udah mengevaluasi dan ngerancang empat jalur pendaftaran:

 * Jalur domisili

 * Afirmasi

 * Prestasi

 * Mutasi

Yang menarik, jalur zonasi sekarang berubah jadi jalur domisili. Kalo dulu zonasi itu patokannya jarak rumah ke sekolah, sekarang sistem domisili ini dasarnya kecamatan tempat tinggal calon murid. Jadi, calon murid akan dikelompokkan jadi 8 kelompok berdasarkan kecamatan domisilinya.

Kang DS juga ngajak kita semua buat ngawal dan ngawasi bareng proses PPDB ini. Tujuannya biar semua berjalan jujur, terbuka, dan akuntabel, supaya kita bisa dapetin generasi penerus yang berakhlak mulia, jujur, cerdas, dan berkarakter. Gimana menurut kalian perubahan ini? Semoga makin lancar ya PPDB-nya!

Pak Kades Ciparay Gaul Abis! Blusukan Demi Jalan Mulus Warga!

 Pak Kades Ciparay Gaul Abis! Blusukan Demi Jalan Mulus Warga!



Yuk, intip kabar terbaru dari Desa Ciparay! Bapak Kepala Desa Ciparay yang gaul abis, baru-baru ini ketahuan lagi asyik ngecek proyek rabat beton di wilayahnya. Wah, kira-kira gimana ya hasilnya?

Pak Kades Turun Tangan Langsung!

Nggak cuma di balik meja, rupanya Bapak Kepala Desa Ciparay kita ini doyan banget turun langsung ke lapangan. Kemarin, beliau terlihat blusukan buat mantau proyek rabat beton yang lagi digarap di beberapa titik di desa. Pastinya ini biar pembangunan di Desa Ciparay makin mulus dan lancar jaya!

Proyek Rabat Beton: Jalan Mulus, Hati Senang

Buat yang belum tahu, rabat beton itu semacam pengerasan jalan pakai semen. Nah, proyek ini penting banget biar akses jalan di Desa Ciparay makin enak dilewati, nggak cuma buat kendaraan tapi juga buat warga yang jalan kaki. Kalau jalan mulus, kan aktivitas sehari-hari jadi lebih gampang, ekonomi desa juga ikut bergerak.

Kualitas Jadi Prioritas Utama

Dari pantauan tim kami, Bapak Kepala Desa Ciparay nggak cuma sekadar lewat. Beliau ngobrol sama pekerja proyek, ngecek material yang dipakai, bahkan sesekali ikutan ngeliatin proses pengerjaan. Kelihatannya sih, beliau pengen mastiin kalau kualitas rabat betonnya top markotop, biar nggak cepet rusak dan bisa dinikmati warga dalam jangka panjang.

Pesan Bapak Kades untuk Warga

Sehabis muter-muter, Bapak Kepala Desa Ciparay sempat kasih pesan nih buat warganya. Beliau ngajak semua warga buat ikut mantau dan merawat fasilitas umum yang sudah dibangun, termasuk jalan rabat beton ini. Katanya, pembangunan desa itu tanggung jawab bersama, biar Desa Ciparay makin maju dan nyaman buat ditinggali.

Gimana, seru kan kalau punya kepala desa yang peduli dan mau turun langsung kayak gini? Semoga proyek rabat beton di Desa Ciparay lancar terus ya!


Jangan kaget! Kepala Desa Ciparay bikin geger! Doi langsung turun ke lapangan, mantau proyek rabat beton biar jalan di desa mulus kayak paha ayam. Cekidot keseruannya di sini!

#KadesGaul #CiparayMaju #JalanMulus #BlusukanKades #DesaKeren #ProyekRabatBeton #BapakKadesIdola

#kdm #kabupatenbandung #dadangsupriatna #kemendes #diskominfo   

21 Mei 2025

Bandung Terdepan! Command Center Baleendah Resmi Diluncurkan, Wakil Bupati Ali Syakieb Hadir Langsung di Mekarsari!

 Bandung Terdepan! Command Center Baleendah Resmi Diluncurkan, Wakil Bupati  Ali Syakieb Hadir Langsung di Mekarsari!




Baleendah Gempar! Sebuah langkah revolusioner dalam tata kelola pemerintahan berbasis teknologi telah diresmikan di Kampung Mekarsari RT. 03 RW 09, Kelurahan Wargamekar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Hari ini, Command Center Baleendah secara resmi diluncurkan dalam sebuah acara megah yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Alie Syakieb , perwakilan Muspika, tokoh masyarakat, dan yang tak kalah menarik perhatian.

Teknologi Mumpuni untuk Pelayanan Prima

Command Center Baleendah bukan sekadar ruang kontrol biasa. Ini adalah pusat saraf digital yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai data dan informasi penting, mulai dari pantauan keamanan, pengelolaan bencana, hingga pelayanan publik terpadu. Dengan teknologi canggih seperti sistem pemantauan berbasis CCTV, analitik data, dan konektivitas real-time, Command Center ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas respons pemerintah daerah terhadap berbagai situasi.

"Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, akurat, dan transparan bagi masyarakat Baleendah," ujar Wakil Bupati Bandung dalam sambutannya yang penuh semangat. "Dengan adanya Command Center ini, kami bisa memantau kondisi di lapangan secara langsung, mengambil keputusan dengan lebih cepat, dan memberikan solusi yang tepat waktu."

Ali Syakieb Apresiasi Inovasi Baleendah



Kehadiran Ali Syakieb menjadi magnet tersendiri dalam acara peluncuran ini. Aktor yang juga dikenal aktif dalam isu-isu sosial dan teknologi ini terlihat antusias saat mengikuti demonstrasi singkat tentang cara kerja Command Center. Ia bahkan sempat berdialog dengan operator dan mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung.

"Sangat impresif! Saya melihat bagaimana teknologi bisa digunakan untuk hal-hal yang sangat positif, terutama dalam membantu masyarakat," komentar Ali Syakieb. "Semoga Command Center ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus berinovasi."

Mekarsari Menjadi Saksi Sejarah

Pemilihan lokasi di Kampung Mekarsari RT. 03 RW 09, Kelurahan Wargamekar bukan tanpa alasan. Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi dan tata kelola pemerintahan yang modern dapat hadir hingga ke tingkat pedesaan, mendekatkan layanan kepada masyarakat secara langsung. Warga Mekarsari pun menyambut antusias acara ini, merasa bangga kampung mereka menjadi bagian dari sejarah kemajuan Kabupaten Bandung.

Dengan diluncurkannya Command Center Baleendah, diharapkan Kabupaten Bandung semakin terdepan dalam memanfaatkan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat. Ini adalah langkah besar menuju Bandung yang lebih maju, aman, dan responsif.

GEBRAKAN EKONOMI DESA! Koperasi Merah Putih Nanjung Mekar Siap Jadi Jaminan Kesejahteraan Warga Rancaekek

 GEBRAKAN EKONOMI DESA! Koperasi Merah Putih Nanjung Mekar Siap Jadi Jaminan Kesejahteraan Warga Rancaekek!



TANJUNG MEKAR, Rancaekek – Suasana penuh semangat dan optimisme menyelimuti Desa Nanjung Mekar, Kecamatan Rancaekek, pada hari Selasa (20/05) lalu. Sebuah langkah bersejarah telah diambil melalui Musyawarah Desa (Musdes) Khusus yang diselenggarakan di Balai Desa setempat, dengan agenda tunggal: pembentukan dan pendirian Koperasi Desa Merah Putih.


Musdes yang berlangsung secara khidmat ini dihadiri oleh berbagai elemen penting desa dan pemerintahan daerah. Terlihat hadir langsung Kepala Desa Nanjung Mekar, Bapak Kiki Kosasih,S.E yang memimpin jalannya musyawarah dengan penuh kebijaksanaan. Tak ketinggalan, dukungan penuh juga datang dari Camat Rancaekek, Bapak Ir. H. Diar Hadi Gusdinar, M.Si, yang turut hadir memberikan arahan dan apresiasi terhadap inisiatif warga desa.


Peran penting Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Nanjung Mekar juga sangat terasa dalam mensukseskan musdes ini. Para anggota BPD aktif berdiskusi dan memberikan masukan konstruktif demi tercapainya tujuan bersama. Kehadiran Babinkamtibmas dan Babinsa setempat turut memastikan kelancaran dan ketertiban acara, menunjukkan sinergi yang kuat antara masyarakat dan aparat keamanan dalam mewujudkan pembangunan desa.


Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih ini merupakan wujud nyata dari semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi yang terus digelorakan di Desa Nanjung Mekar. Nama "Merah Putih" dipilih sebagai simbol persatuan, keberanian, dan semangat nasionalisme dalam membangun kesejahteraan bersama di tingkat desa.



Kepala Desa Nanjung Mekar, Bapak Kiki Kosasih,S.E dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar Koperasi Merah Putih ini dapat menjadi wadah bagi seluruh warga desa untuk meningkatkan taraf ekonomi, baik melalui simpan pinjam, pengembangan usaha mikro, hingga pemasaran produk-produk unggulan desa. "Ini adalah momentum bersejarah bagi Desa Nanjung Mekar. Dengan Koperasi Merah Putih, kita akan bersama-sama membangun ekonomi yang kuat dan berkelanjutan, demi kesejahteraan seluruh masyarakat," ujar beliau dengan penuh keyakinan.


Senada dengan Kepala Desa, Camat Rancaekek, Bapak Ir. H. Diar Hadi Gusdinar, M.Si, , memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif Desa Nanjung Mekar. "Pembentukan koperasi ini merupakan langkah progresif yang patut dicontoh oleh desa-desa lain. Pemerintah Kecamatan Rancaekek akan senantiasa mendukung penuh setiap upaya Desa TNanjung Mekar dalam memajukan ekonomi kerakyatan," tegasnya.


Dengan terbentuknya Koperasi Desa Merah Putih, Desa Nanjung Mekar kini memiliki instrumen baru yang kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memberdayakan masyarakat, dan menciptakan lapangan kerja. Diharapkan, koperasi ini dapat menjadi pionir dan model bagi desa-desa lain di Indonesia dalam mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis komunitas.


Langkah ini menunjukkan bahwa semangat Merah Putih tidak hanya berkibar di tiang bendera, namun juga diwujudkan dalam aksi nyata untuk membangun desa dari desa, oleh desa, dan untuk desa. Koperasi Merah Putih Desa Nanjung Mekar siap menjadi jaminan kesejahteraan dan kebanggaan bagi seluruh warga Rancaekek.

#KoperasiDesa #NanjungMekar #Rancaekek #EkonomiDesa #InovasiDesa #Viral

"Bukan Kaleng-Kaleng! Musdes Haurpugur Jadi Sorotan Berkat Kades Saipul Azhari, Lahirkan Koperasi Desa Merah Putih!"

 "Bukan Kaleng-Kaleng! Musdes Haurpugur Jadi Sorotan Berkat Kades Saipul Azhari Lahirkan Koperasi Desa Merah Putih!"


Desa Haurpugur, Rancaekek — Suasana Musyawarah Desa (Musdes) di Desa Haurpugur, Kecamatan Rancaekek, pada Hari Rabu (21/05) terasa begitu istimewa. Bukan sekadar pertemuan rutin, Musdes kali ini mengukir sejarah dengan fokus tunggal pada pembentukan dan pendirian Koperasi Desa Merah Putih. Antusiasme warga memuncak, didorong kehadiran langsung para pemangku kepentingan desa dan kecamatan, menciptakan potensi besar untuk menjadi berita viral di jagat maya.


Semangat Gotong Royong Membara: Koperasi Desa Merah Putih Lahir dari Musyawarah Mufakat


Sejak pukul 09:30 WIB, Balai Desa Haurpugur telah dipadati oleh warga dari berbagai kalangan. Aura kebersamaan dan optimisme terpancar jelas. Musdes yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Haurpugur, Bapak Saepul Azhari, membuka diskusi hangat mengenai masa depan ekonomi desa melalui wadah koperasi.


"Koperasi Desa Merah Putih ini adalah cerminan semangat gotong royong kita. Ini bukan hanya tentang keuntungan, tapi tentang kemandirian ekonomi desa, tentang kesejahteraan bersama," tegas Kepala Desa Saipul Azhari dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan meriah.


Dukungan Penuh dari Berbagai Pihak: Sinyal Positif Kemajuan Desa


Acara ini semakin berbobot dengan kehadiran Camat Rancaekek, Bapak Ir. H. Diar Hadi Gusdinar, M.Si.  yang memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif warga Haurpugur. "Saya sangat bangga melihat semangat masyarakat Haurpugur yang begitu proaktif. Pembentukan koperasi ini adalah langkah maju yang patut dicontoh. Pemerintah kecamatan akan selalu mendukung setiap upaya yang bertujuan memajukan kesejahteraan masyarakat," ujar Bapak Camat.


Tak ketinggalan, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Haurpugur, Bapak Ade Suhendar, turut menegaskan komitmen BPD untuk mengawal perjalanan Koperasi Desa Merah Putih. "BPD akan memastikan bahwa koperasi ini berjalan sesuai AD/ART, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi seluruh anggota," 


Kehadiran Babinsa, dan Babinmas,juga menambah khidmat suasana. Mereka menegaskan peran penting stabilitas dan keamanan dalam mendukung tumbuh kembangnya setiap inisiatif masyarakat, termasuk koperasi. "Kami siap bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusifitas desa, sehingga koperasi ini bisa beroperasi dengan tenang dan lancar," tutur Babinsa .


Harapan Baru untuk Ekonomi Lokal

Musdes ini tidak hanya menghasilkan kesepakatan bulat untuk mendirikan Koperasi Desa Merah Putih, tetapi juga menunjuk tim formatur yang akan segera mengurus legalitas dan operasional koperasi. Berbagai sektor usaha potensial, seperti pertanian, peternakan, kerajinan lokal, hingga unit simpan pinjam, menjadi fokus awal koperasi ini.


Potensi viral dari berita ini sangat tinggi. Kisah sukses desa yang berinisiatif membentuk koperasi dengan dukungan penuh dari berbagai elemen pemerintahan, serta semangat gotong royong warganya, adalah narasi yang kuat dan inspiratif. Ini bisa menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat memajukan ekonomi lokal dan menciptakan kesejahteraan bersama.


Apakah Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi motor penggerak ekonomi Desa Haurpugur yang sukses dan menginspirasi desa-desa lain di Indonesia? Mari kita nantikan bersama perkembangannya!


#KadessaipulazhariHaurpugur  #KoperasiMerahPutih #DesaHaurpugur #RancaekekMaju #EkonomiDesa #GotongRoyong #BeritaViral

20 Mei 2025

SWARHA MULTI MEDIATAMA CORPORATION Berduka Cita atas Wafatnya Wartawan Global Investigasi News Kabupaten Bandung Ciparay, Kabupaten

 SWARHA MULTI MEDIATAMA CORPORATION Berduka Cita atas Wafatnya Wartawan Global Investigasi News Kabupaten Bandung


Ciparay, Kabupaten Bandung - Segenap keluarga besar Media Online SWARHA MULTI MEDIATAMA CORPORATION menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Bapak Tatang Setiawan, seorang wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Bandung. Beliau menghembuskan napas terakhir pada hari Senin, 19 Mei 2025, pukul 13:00 WIB di kediamannya di Kp. Cimariuk Desa Magungharja Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Jawa Barat.


Kabar duka ini tentu membawa kesedihan yang mendalam bagi rekan-rekan sejawat, keluarga, dan seluruh pihak yang mengenal almarhum. Bapak Tatang Setiawan dikenal sebagai sosok jurnalis yang berdedikasi dan berkontribusi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui pemberitaan di media cetak dan online Global Investigasi News.


"Kami segenap Keluarga Besar Media Cetak & Online SWARHA JABAR NEWS turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Tatang Setiawan," demikian pernyataan resmi dari Joeliean S.E, Pemimpin Redaksi Swarha Multi Mediatama Corporation.





Pihak redaksi dan seluruh karyawan Global Investigasi News mendoakan agar almarhum Bapak Tatang Setiawan diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan amal ibadahnya diterima. Mereka juga menyampaikan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.


"Selamat jalan, Bapak Tatang, karya dan dedikasimu dalam dunia jurnalistik akan selalu kami kenang," lanjut Joeliean S.E.


Kepergian Bapak Tatang Setiawan merupakan kehilangan besar bagi dunia jurnalistik di Kabupaten Bandung dan khususnya bagi keluarga besar Global Investigasi News. Dedikasi dan semangat beliau dalam menjalankan tugas jurnalistik akan selalu dikenang oleh rekan-rekan seprofesi dan masyarakat.


Pemimpin Redaksi

Joeliean S.E

19 Mei 2025

Kabupaten Bandung Bergerak Maju: TPS3R Kencana Si Bedas OK Diresmikan, Targetkan Setiap Desa Miliki

 Kabupaten Bandung Bergerak Maju: TPS3R Kencana Si Bedas OK Diresmikan, Targetkan Setiap Desa Miliki




Kelurahan Kencana - Sebuah langkah signifikan menuju pengelolaan sampah yang lebih baik di Kabupaten Bandung telah diwujudkan dengan peresmian Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) Kencana Si Bedas OK. Acara peresmian yang berlangsung pada Senin, 19 Mei 2025, dihadiri oleh Bupati Bandung [Nama Bupati dengan gelar, jika diketahui], yang akrab disapa Kang DS.


Dalam sambutannya, Bupati H.M Dadang Supriatna,S.i.P menyampaikan ambisinya untuk mendirikan fasilitas serupa di seluruh 280 desa dan kelurahan di Kabupaten Bandung. Beliau menunjuk TPS3R Kencana di Kelurahan Rancaekek Kencana, Kecamatan Rancaekek, sebagai contoh nyata keberhasilan program Bebas Dari Sampah Organik (Bedas OK) yang diinisiasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung.


"Berapa desa/kelurahan yang sudah siap lahannya untuk dibangun TPS3R seperti di Kencana ini. Nanti Dinas PUTR siapkan anggarannya, dikawal juga oleh Komisi C DPRD Kabupaten Bandung,”  ujar Bupati , seraya meminta Dinas PUTR untuk mengalokasikan anggaran yang dibutuhkan dan Komisi C DPRD Kabupaten Bandung untuk mengawal prosesnya.


Namun, Bupati Yang di sapa Kang DS menekankan pentingnya keberlanjutan operasional TPS3R setelah dibangun. Beliau menegaskan bahwa kinerja TPS3R Kencana akan terus dipantau dan dievaluasi dalam tiga tahun mendatang untuk memastikan tidak terbengkalai.


TPS3R Kelurahan Rancaekek Kencana ini dipandang sebagai prototipe proyek percontohan dari program Bedas OK. Bupati berharap keberhasilannya dapat menginspirasi desa dan kelurahan lain di Kabupaten Bandung untuk mengimplementasikan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.



"Pembangunan TPS3R Kelurahan Kencana ini menjadi salah satu bukti dan kita dapat saksikan sendiri, bahwa di Kelurahan Kencana mampu menanggulangi masalah sampah, khususnya sampah organik,” kata Kang DS." 


Lebih lanjut, Bupati mengapresiasi inovasi DPUTR yang tidak hanya fokus pada penanggulangan sampah organik, tetapi juga mengembangkan pola hilirisasi. Salah satunya adalah pemanfaatan kompos hasil program Bedas OK sebagai media tanam untuk budidaya tanaman buah anggur dan sayuran.


 ungkap Kang DS, mendorong seluruh RW di Kelurahan Kencana untuk mencontoh inisiatif ini.


Beliau menyampaikan selamat kepada DPUTR atas keberhasilan program Bedas OK dan berharap program ini dapat menjadi teladan bagi wilayah lain, mewujudkan impian zero waste di Kabupaten Bandung.


Kepala DPUTR Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa, mengakui bahwa tingginya biaya operasional menjadi tantangan dalam pengelolaan TPS3R, termasuk biaya pemilahan sampah organik dan non-organik.


Selain itu,Zeis Zultaqawa menekankan pentingnya pembentukan Kelompok Pemelihara dan Pemanfaat (KPP) sebelum pembangunan TPS3R. KPP ini terdiri dari anggota masyarakat yang bertanggung jawab atas pengelolaan, pemeliharaan, dan pemanfaatan fasilitas tersebut.


"Selain biaya operasional yang cukup tinggi, sebelum TPS3R dibangun juga harus ada terbentuk dulu Kelompok Pemelihara dan Pemanfaat (KPP) sebagai kelompok masyarakat yang bertanggung jawab untuk mengelola, memelihara, dan memanfaatkan TPS3R,” ungkap Zeis..


Zeis Zultaqawa menambahkan bahwa tugas KPP juga mencakup upaya mengubah kebiasaan masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi terkait pengelolaan sampah.


Program TPS3R Bedas OK dirancang sebagai solusi penanganan sampah yang holistik, mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan budidaya tanaman sebagai hilirisasi kompos. Dalam tiga bulan, KPP Rancaekek Kencana berhasil menghasilkan 1,1 ton kompos dari 3 ton sampah organik.


 Zeis Zultaqawa, menambahkan bahwa hasil budidaya tanaman dengan media kompos ini memiliki potensi ekonomi melalui penjualan ke pasar dengan dukungan offtaker.

Dengan diresmikannya TPS3R Kencana Si Bedas OK, Kabupaten Bandung menunjukkan komitmennya dalam mengatasi permasalahan sampah secara inovatif dan berkelanjutan, dengan harapan dapat direplikasi di seluruh wilayahnya.

#dputr #kabupatenbandung #dadangsupriatna #diskoinfo #bandungbedas #kelurahankencana #bupatibandung #kdm 

18 Mei 2025

PAMINDANGAN REKSA PRATAMA: Sang Legenda Adu Ketangkasan Domba Garut!


 PAMINDANGAN REKSA PRATAMA: Sang Legenda Adu Ketangkasan Domba Garut!



Baleendah, Bandung - Di jantung Jawa Barat, tepatnya di Baleendah, nama Pamindangan Reksa Pratama telah lama berkumandang sebagai salah satu peternak dan pemilik domba adu paling disegani. Kiprahnya di dunia adu ketangkasan domba Garut bukan sekadar hobi, melainkan telah menjelma menjadi legenda hidup yang menginspirasi banyak penggemar dan peternak lainnya.


Sejak puluhan tahun lalu, Pamindangan Reksa Pratama telah mendedikasikan dirinya untuk melestarikan dan mengembangkan bibit-bibit unggul domba Garut. Dengan tangan dingin dan insting yang tajam, ia berhasil mencetak sejumlah jawara yang tak terkalahkan di berbagai arena adu ketangkasan. Domba-domba gembalanya dikenal memiliki fisik yang prima, keberanian yang luar biasa, serta teknik adu yang memukau.


Lebih dari sekadar mencetak juara, Pamindangan Reksa Pratama juga dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan di antara para penggemar adu domba. Ia tak segan berbagi ilmu dan pengalamannya kepada peternak muda, turut andil dalam memajukan kualitas domba Garut secara keseluruhan.


"Bagi saya, adu domba bukan hanya soal menang atau kalah. Ini adalah tentang melestarikan tradisi leluhur, menjalin silaturahmi, dan tentu saja, mengagumi keindahan dan kekuatan domba Garut," ujar Pamindangan Reksa Pratama saat ditemui di kediamannya.


Ketelatenan dan kecintaannya terhadap domba Garut telah mengantarkannya meraih berbagai penghargaan dan pengakuan di tingkat regional maupun nasional. Nama Pamindangan Reksa Pratama seolah menjadi jaminan kualitas dan prestise dalam setiap kontes adu ketangkasan.




Kini, meskipun usia tak lagi muda, semangat Pamindangan Reksa Pratama untuk terus memajukan dunia adu domba Garut tak pernah surut. Ia terus membimbing generasi penerus, memastikan bahwa tradisi ini akan tetap lestari dan semakin berjaya di masa depan.


Kisah Pamindangan Reksa Pratama adalah cerminan dari dedikasi, kecintaan terhadap budaya, dan semangat untuk terus berkarya. Ia bukan hanya seorang peternak, melainkan juga seorang penjaga tradisi dan inspirasi bagi komunitas adu ketangkasan domba Garut. Namanya akan terus dikenang sebagai legenda yang telah mewarnai dan membesarkan dunia yang unik ini.

16 Mei 2025

Warga Desa Ibun Terima "Duit Kaget" dari Pemerintah!

 Warga Desa Ibun Terima "Duit Kaget" dari Pemerintah!

Penyaluran BLT desa Ibun
Poto : Istimewa

Hai gaes, ada kabar seru nih dari pelosok Bandung! Kemarin, Jumat (16/5/2025), warga Desa Ibun pada senyum-senyum lebar. Kenapa hayooo? Ternyata, mereka baru aja dapet "rejeki nomplok" alias Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) tahap pertama tahun ini.

Jadi gini ceritanya, pemerintah desa setempat gercep banget nyalurin bantuan ini buat ngebantu warganya yang emang lagi butuh. Totalnya ada 47 keluarga nih yang kecipratan "duit kaget" ini. Lumayan banget kan ya buat nambah-nambah kebutuhan sehari-hari?

Pak Haji Unang Sumarna, si Kepala Desa Ibun yang keren itu, turun langsung buat nyerahin bantuannya. Beliau juga sempet kasih wejangan tuh ke warganya, biar duitnya dipake yang bener, jangan buat foya-foya. Bijak banget ya!

Oh iya, pas pembagian BLT ini juga rame lho. Ada bapak ibu perangkat desa, anggota BPD, pendamping desa, sampai bapak polisi sama bapak tentara juga ikut mantau. Biar apa? Ya biar semuanya lancar jaya, nggak ada yang nyolong-nyolong kesempatan, dan bantuannya bener-bener nyampe ke tangan yang tepat.





BLT-DD ini emang salah satu cara pemerintah buat peduliin warganya di desa, terutama yang lagi kesulitan ekonomi. Pemerintah Desa Ibun sendiri udah janjiin bakal nyalurin semua tahap BLT ini sesuai aturan. Mantap!

Harapannya sih, dengan adanya bantuan ini, warga Desa Ibun bisa sedikit terbantu ekonominya dan makin semangat buat ngejalanin hidup ke depannya.

Nah, gitu deh kabar santai dari Desa Ibun. Semoga info ini bermanfaat ya buat kamu yang lagi nyari berita-berita positif! Sampai ketemu lagi di info selanjutnya!

15 Mei 2025

Terungkap! Kekuatan Baru Ekonomi Desa Langensari: Koperasi Merah Putih Lahir, Dihadiri Para Pemimpin!

 Terungkap! Kekuatan Baru Ekonomi Desa Langensari: Koperasi Merah Putih Lahir, Dihadiri Para Pemimpin!




IBUN, BANDUNG (15/05/2025) - Sebuah gebrakan monumental baru saja terjadi di Desa Lampegan, Kecamatan Ibun! Kemarin (14/05/2025), dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) yang berlangsung penuh semangat, sebuah koperasi dengan nama gagah berani, "Koperasi Merah Putih," resmi didirikan. Momentum bersejarah ini tak hanya dihadiri oleh warga desa, tetapi juga oleh jajaran penting pemerintahan dan keamanan, menunjukkan betapa seriusnya komitmen untuk memajukan perekonomian desa.


Kepala Desa Langensari tampak sumringah memimpin jalannya musyawarah yang berfokus pada pembentukan badan usaha kolektif ini. Turut hadir memberikan dukungan penuh, Kepala Kecamatan Ibun, yang dalam sambutannya menyampaikan harapan besar agar koperasi ini menjadi pilar ekonomi yang kuat bagi masyarakat Langensari.


Tak kalah penting, kehadiran perwakilan DPD RI menambah dimensi strategis dalam acara ini. Dukungan dari tingkat legislatif nasional tentu menjadi angin segar bagi perkembangan Koperasi Merah Putih ke depannya. Sementara itu, sinergi antara Babinsa dan Babinmas yang juga hadir, memberikan jaminan keamanan dan ketertiban dalam proses pembentukan dan operasional koperasi nantinya.


Lantas, mengapa pendirian Koperasi Merah Putih ini begitu istimewa dan berpotensi viral?


Lebih dari Sekadar Koperasi Biasa: Nama "Merah Putih" yang disematkan bukan tanpa makna. Ini adalah simbol semangat nasionalisme dan gotong royong yang menjadi landasan utama berdirinya koperasi ini. Diharapkan, koperasi ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga memiliki misi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota masyarakat Langensari secara merata.


Potensi Ekonomi yang Menggugah: Dengan dibentuknya koperasi ini, berbagai potensi ekonomi lokal di Desa Lampegan diharapkan dapat terkelola dengan lebih baik. Mulai dari hasil pertanian unggulan, kerajinan tangan khas desa, hingga potensi pariwisata yang mulai dilirik, semuanya memiliki peluang untuk dikembangkan melalui wadah koperasi ini. Bayangkan, produk-produk Langensari dengan label "Koperasi Merah Putih" bisa merambah pasar yang lebih luas!


Sinergi Kuat Pemerintah dan Masyarakat: Kehadiran lengkap para pemangku kebijakan dalam Musdessus ini menunjukkan adanya dukungan solid dari berbagai pihak. Ini adalah modal besar bagi Koperasi Merah Putih untuk mendapatkan pendampingan, pelatihan, hingga akses permodalan yang lebih mudah.


Gelombang Optimisme Warga: Antusiasme warga Lampegan dalam menyambut pendirian koperasi ini sangat terasa. Mereka berharap, Koperasi Merah Putih akan menjadi solusi untuk meningkatkan pendapatan, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengurangi ketergantungan pada pihak luar. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi energi utama bagi keberhasilan koperasi ini.

Poto : Sekdes Lampegan membuka musded


"Ini adalah langkah maju yang sangat kita tunggu-tunggu. Semoga koperasi ini benar-benar bisa mensejahterakan seluruh warga Langensari," ungkap salah seorang tokoh masyarakat dengan nada penuh harap.


Pembentukan Koperasi Merah Putih di Desa Lampegan ini bukan hanya sekadar pendirian badan usaha. Ini adalah simbol harapan baru, semangat gotong royong yang membara, dan komitmen kuat untuk membangun ekonomi desa yang mandiri dan berdaya saing. Akankah Koperasi Merah Putih ini menjadi model bagi desa-desa lain di Indonesia? Mari kita ikuti terus perkembangannya!


Bagikan berita membanggakan ini! Tunjukkan kepada Indonesia bahwa Lampegan punya cara jitu untuk meningkatkan kesejahteraan melalui semangat kebersamaan! #KoperasiMerahPutih #LangensariMaju #EkonomiDesa #GotongRoyong #BeritaViral

12 Mei 2025

Inisiatif Kolaboratif Atasi Banjir Majalaya: Program Pentahelix Bergerak Cepat

 Inisiatif Kolaboratif Atasi Banjir Majalaya: Program Pentahelix Bergerak Cepat

Poto : Bupati Bandung Dadang Supriatna di Sungai Cidawolong


MAJALAYA, Kab. Bandung - Sebuah langkah konkret dalam penanggulangan banjir di kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung, terlihat pada Senin (12/5/2025). Bupati Bandung Dadang Supriatna terjun langsung memimpin pelaksanaan program pentahelix normalisasi sungai di kawasan Cidawolong, Desa Biru.

Program yang melibatkan berbagai elemen masyarakat ini terdiri dari Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, relawan, pengusaha, akademisi, media, serta warga Kabupaten Bandung, khususnya di Kecamatan Majalaya dan sekitarnya. Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari diskusi dan rapat koordinasi yang sebelumnya dilaksanakan pada Jumat (9/5/2025).

Pantauan di lapangan menunjukkan alat berat backhoe memulai pengerukan dan normalisasi Sungai Cidawolong, sebuah jalur penting di Jalan Raya Laswi Majalaya yang seringkali lumpuh akibat genangan banjir saat hujan deras.

Bupati Dadang Supriatna, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa, Camat Majalaya Gugum Gumilar, dan panitia normalisasi sungai, turut memantau jalannya kegiatan. Bahkan, Bupati menyusuri aliran Sungai Cidawolong hingga beberapa kilometer ke arah hilir, mencapai muara Sungai Cipadaulun yang juga menjadi target normalisasi. Peninjauan langsung ini dilakukan untuk memahami kondisi riil penyebab banjir di wilayah tersebut.



Dalam keterangannya, Bupati Dadang Supriatna menjelaskan bahwa program pentahelix ini merupakan realisasi dari diskusi dengan para pengusaha di Majalaya. "Normalisasi Sungai Cidawolong hari ini kita mulai, sesuai dengan janji saya saat diskusi kemarin," ujarnya.

Pada kesempatan dimulainya program, hadir pula Kepala DPUTR Kabupaten Bandung, Kepala Desa Biru dan Padaulun, Ketua Pengerjaan Normalisasi Sungai Cidawolong Agus Rahmat, serta perwakilan pengusaha Majalaya, Hengki. Sasaran awal program normalisasi sungai ini adalah sepanjang sekitar 1 kilometer.

Bupati juga menyinggung kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) dalam pemeliharaan aliran Sungai Cidawolong, Cipadaulun, dan Cirasea. Melalui program pentahelix ini, pihaknya akan memantau perkembangan dan siap melanjutkan upaya normalisasi jika penanganan dari BBWSC belum optimal.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada para pemilik lahan yang telah menghibahkan tanah di sisi sungai. Bupati berharap langkah ini dapat memberikan manfaat bagi pertanian dan menjadi sumber air irigasi.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa banjir di Cidawolong disebabkan oleh sungai yang dangkal, aliran tersumbat, serta masalah kebiasaan warga yang membuang sampah sembarangan. Ia mengajak 200 perusahaan di Majalaya untuk bergerak dan mengambil peran dalam penanggulangan banjir melalui kolaborasi pentahelix. "Persoalan banjir ini bukan urusan pemerintah saja. Ini tanggung jawab kita bersama," tegasnya.

Kepala DPUTR Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa menambahkan bahwa banjir di Cidawolong telah berlangsung belasan tahun dengan berbagai permasalahan kompleks dan kewenangan yang berbeda-beda. Ia mengapresiasi inisiatif Bupati dalam program pentahelix ini, mengingat keterbatasan anggaran di tingkat provinsi dan DPUTR. Dukungan dana dari para pengusaha menjadi kunci terlaksananya program ini. Secara teknis, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemda Provinsi Jawa Barat dan BBWSC. Sasaran normalisasi adalah sepanjang 3 kilometer aliran sungai, namun tahap awal program pentahelix ini akan fokus pada Sungai Cibotor dan Cidawolong sepanjang sekitar 1 kilometer, disesuaikan dengan kemampuan para pengusaha.

Ketua APDESI Kecamatan Majalaya Ayi Rukmana menyampaikan terima kasih atas respons cepat Bupati dalam menangani banjir di Cidawolong melalui kerjasama dengan pengusaha dan tokoh masyarakat. Ia berharap normalisasi Sungai Cidawolong dapat meminimalisir dampak banjir yang selama ini melumpuhkan akses Jalan Raya Laswi Majalaya.

Baca Juga : Penyebarluasan Perda 2017

Kepala Desa Biru Hari Hardiawan, yang juga menjadi Panitia Pembangunan Revitalisasi Normalisasi Sungai Cidawolong, Cisaraya, dan Cipadaulun, menyampaikan apresiasi serupa kepada Bupati dan para pengusaha atas terealisasinya program ini. Ia menyebutkan bahwa panitia akan fokus pada Sungai Cisaraya, Cidawolong, Cipeujeuh, dan Cipadaulun.

Dengan turun langsungnya Bupati dan kolaborasi berbagai pihak melalui program pentahelix, diharapkan penanganan banjir di Majalaya dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

#kabupatenbandung #dadangsupriatna #dputr #desapadaulun #bbwsc 

11 Mei 2025

Penyebarluasan Perda jabar no 17 th 2015 dan Sosialisasi Ekonomi Kreatif UMKM Digelar di Cileunyi


Penyebarluasan Perda jabar no 17 th 2015  dan Sosialisasi Ekonomi Kreatif UMKM Digelar di Cileunyi

CILEUNYI – Semangat pemberdayaan dan pemahaman regulasi bergema di Kecamatan Cileunyi baru-baru ini. Sebuah acara penting yang menggabungkan penyebarluasan Peraturan Daerah / Perda jabar no 17 th 2015) dengan sosialisasi ekonomi kreatif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sukses diselenggarakan.

Acara ini menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk mendapatkan informasi langsung mengenai Perda terbaru yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi iklim usaha di wilayah tersebut. Detail mengenai poin-poin penting dalam Perda disampaikan secara jelas, membuka ruang diskusi dan tanya jawab yang interaktif antara narasumber dan peserta.

Lebih lanjut, acara ini juga menghadirkan Dra. Hj. Tia Fitriani, seorang tokoh yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap perkembangan UMKM. Beliau memberikan sosialisasi mengenai potensi dan strategi pengembangan ekonomi kreatif. Dalam paparannya, Dra. Hj. Tia Fitriani menekankan pentingnya inovasi, adaptasi terhadap perkembangan pasar digital, serta kolaborasi antar pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing.

Para peserta tampak antusias mengikuti sesi sosialisasi ini. Berbagai ide dan gagasan muncul dalam diskusi, menunjukkan semangat para pelaku UMKM Cileunyi untuk terus berkembang dan memanfaatkan peluang ekonomi kreatif yang ada.



Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang konkret dalam meningkatkan pemahaman regulasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di kalangan UMKM Kecamatan Cileunyi. Dengan pemahaman yang baik terhadap regulasi dan semangat untuk berinovasi, UMKM di Cileunyi diharapkan dapat semakin berdaya dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah.


9 Mei 2025

"Kabar Bahagia dari Majalaya! Insentif RT/RW Cair, Semangat Gotong Royong Makin Membara!"

 "Kabar Bahagia dari Majalaya! Insentif RT/RW Cair, Semangat Gotong Royong Makin Membara!"





MAJALAYA, JAWA BARAT – Kabar gembira berhembus kencang dari Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya! Penantian panjang para ujung tombak pemerintahan di tingkat masyarakat, yakni Ketua RT dan RW, akhirnya berbuah manis. Insentif yang telah dinanti-nantikan kini telah resmi dicairkan, disambut suka cita oleh para penggerak roda kehidupan desa.

Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terlihat jelas saat acara realisasi insentif berlangsung. Balai Desa Majakerta menjadi saksi bisu momen penting ini, di mana Kepala Desa Majakerta H.A.A Sulaiman hadir langsung untuk menyerahkan secara simbolis insentif kepada perwakilan Ketua RT dan RW. Tak ketinggalan, Kepala Kecamatan Majalaya Gugum Gumilar ,S.stp.,MSi  pun turut hadir memberikan dukungan dan apresiasi atas dedikasi para pemimpin di tingkat lingkungan tersebut.

"Alhamdulillah, hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi kita semua, terutama bagi para Bapak dan Ibu Ketua RT serta RW yang selama ini telah bekerja keras tanpa lelah," ujar Kepala Desa Majakerta dalam sambutannya yang penuh semangat. Beliau menekankan bahwa insentif ini merupakan bentuk penghargaan dan dukungan dari pemerintah desa atas peran vital RT dan RW dalam menjaga kondusifitas, membantu pelayanan masyarakat, dan menggerakkan partisipasi warga dalam berbagai program pembangunan.



Kepala Kecamatan Majalaya Gugum Gumilar ,S.stp.,MSi pun menyampaikan apresiasinya yang mendalam. "Peran RT dan RW adalah fondasi penting dalam struktur pemerintahan kita. Mereka adalah mata dan telinga pemerintah di tingkat paling bawah, garda terdepan dalam melayani masyarakat. Realisasi insentif ini diharapkan dapat semakin memotivasi semangat gotong royong dan kinerja para Ketua RT dan RW," tuturnya dengan nada optimis.

Sorak sorai dan tepuk tangan riuh rendah menyambut setiap sambutan yang disampaikan. Raut wajah bahagia terpancar dari para Ketua RT dan RW yang hadir. Bagi mereka, insentif ini bukan hanya sekadar materi, namun juga pengakuan atas kerja keras dan pengabdian yang selama ini mereka curahkan untuk kemajuan desa.

"Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari Bapak Kepala Desa dan Bapak Kepala Kecamatan Gugum Gumilar ,S.stp.,MSi , Insentif ini akan kami manfaatkan sebaik mungkin dan tentunya akan semakin memacu semangat kami untuk terus melayani masyarakat dengan lebih baik lagi," ungkap salah seorang Ketua RW dengan mata berbinar.

Kisah inspiratif dari Desa Majakerta ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memberikan perhatian dan dukungan yang layak bagi para Ketua RT dan RW. Mereka adalah pahlawan sejati di tingkat akar rumput yang seringkali terlupakan, namun memiliki peran yang sangat krusial dalam membangun masyarakat yang kuat dan sejahtera.

#InsentifRTRW #MajalayaMembangun #SemangatGotongRoyong #KabarBahagia #DesaMaju #PahlawanDesa #InspirasiDaerah


Tangis Pilu Keluarga di Depan Kantor Dinas: "Jangan Tutup Mata! Keadilan untuk Rakyat Kecil!"

 Tangis Pilu Keluarga di Depan Kantor Dinas: "Jangan Tutup Mata! Keadilan untuk Rakyat Kecil!"



Kabupaten Bandung Gempar - Suasana haru dan penuh amarah mewarnai depan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung, Kamis (8/5/2025). Keluarga ahli waris almarhum Iyus Sutisna Bin Oon, didampingi perwakilan organisasi masyarakat GRIB JAYA Kecamatan Solokan Jeruk, kembali mendatangi kantor dinas tersebut dengan harapan mendapatkan kepastian dan keadilan yang selama ini mereka perjuangkan.

Pantauan di lokasi menunjukkan bagaimana raut wajah penuh harap bercampur dengan kekecewaan mendalam terpancar dari keluarga almarhum. Mereka merasa suara mereka selama ini seolah tak didengar, bahkan diabaikan oleh pihak terkait. Isak tangis pecah saat mereka mengungkapkan ketidakpastian yang berkepanjangan, seolah-olah mata pihak DPUTR tertutup rapat terhadap jeritan hati rakyat kecil.

"Kami hanya meminta keadilan! Jangan tutup mata dengan penderitaan kami!" teriak salah satu anggota keluarga dengan suara bergetar, yang langsung direspon dengan pekikan dukungan dari anggota ormas GRIB JAYA yang turut hadir.

Menurut informasi yang dihimpun, kedatangan keluarga ahli waris dan perwakilan ormas ini adalah upaya terakhir mereka untuk mendapatkan jawaban yang jelas dari DPUTR Kabupaten Bandung terkait permasalahan yang mereka hadapi. Namun, lagi-lagi, harapan mereka tampak pupus saat pihak dinas disebut belum bisa memberikan kepastian yang diinginkan.



Aksi ini sontak menarik perhatian masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melintas. Beberapa di antaranya bahkan mengabadikan momen tersebut melalui ponsel mereka, yang kemudian dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Tagar #DPUTRJanganTutupMata dan #KeadilanUntukRakyatKecil pun mulai ramai digunakan, menunjukkan gelombang dukungan publik terhadap perjuangan keluarga almarhum Iyus Sutisna.

Kejadian ini menjadi sorotan tajam bagi kinerja DPUTR Kabupaten Bandung. Publik menanti respons cepat dan konkret dari pihak dinas untuk menyelesaikan permasalahan ini secara adil dan transparan. Jangan sampai air mata keluarga almarhum dan dukungan masyarakat luas hanya dianggap angin lalu.

Sampai kapan keadilan akan terus tertunda? Rakyat kecil menanti jawaban!

[Sofhian- swarha Jabar News]