Iklan

1 Mei 2026

BALEENDAH BERSIH! INTIP AKSI SERU KADIS LH dan SEKDA JABAR PANTAU HARI KE-2 PENGANGKUTAN SAMPAH KE SARIMUKTI

 BALEENDAH BERSIH! INTIP AKSI SERU KADIS LH dan SEKDA JABAR PANTAU HARI KE-2 PENGANGKUTAN SAMPAH KE SARIMUKTI


Bandung, 1 Mei 2026 – Pemandangan berbeda terlihat di Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung, pagi ini, Jumat (1/5). Kesibukan pasar yang biasanya diwarnai tumpukan sampah, kini menyuguhkan pemandangan yang lebih menyegarkan. 


Semangat "Baleendah Bersih" benar-benar terasa, menyusul dimulainya hari kedua aksi nyata "Monitoring Pengangkutan Sampah Pasar Baleendah Ke Sarimukti".


Yang menarik, aksi ini tak hanya melibatkan petugas kebersihan dan armada pengangkut sampah, melainkan juga mendapat perhatian langsung dari jajaran tinggi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekda Jabar, Herman Suryatman.., dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Drs. H. Ruli Hadiana, S.Sos., M.IPol., terlihat turun langsung ke lapangan untuk memantau jalannya proses pengangkutan sampah.


Aksi Seru dan Antusiasme Warga

Kehadiran kedua pejabat teras Jabar ini memberikan suntikan semangat tersendiri bagi para petugas dan warga sekitar. Mereka tak hanya sekadar berdiri memantau, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para petugas, memberikan arahan, dan bahkan sempat berfoto *selfie* bersama, mencerminkan kedekatan pemerintah dengan masyarakat.


Foto *selfie* yang diunggah di media sosial menunjukkan Sekda Herman Suryaman dan 

Kadis LH drs

H.Ruli Hadiana tersenyum sumringah sambil memegang *smartphone*, berlatar belakang aktivitas pengangkutan sampah dan tumpukan sampah yang mulai berkurang. 

Wajah-wajah antusias dan penuh harap juga terlihat dari warga dan pedagang yang menyaksikan aksi tersebut.


Upaya Serius Atasi Masalah Sampah

Inisiatif pengangkutan sampah langsung ke TPA Sarimukti ini merupakan langkah serius Pemprov Jabar dalam menangani masalah sampah yang selama ini menjadi keluhan warga Baleendah. Kunjungan monitoring ini pun menjadi bukti komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa proses pengangkutan berjalan efektif, efisien, dan sesuai target.


"Kami ingin memastikan sampah benar-benar terangkut dan Pasar Baleendah kembali bersih. Ini bukan hanya untuk estetika, tapi juga untuk kesehatan dan kenyamanan masyarakat," ujar Kadis LH Drs.H.Ruli Hadiana.


Kolaborasi untuk Masa Depan Lebih Baik

Masalah sampah di Pasar Baleendah memang bukan hal baru. Namun, dengan adanya aksi nyata yang didukung oleh kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, petugas kebersihan, hingga tokoh masyarakat dan warga, secercah harapan untuk Baleendah yang lebih bersih dan sehat mulai terlihat.


Gerakan "Baleendah Bersih" diharapkan tidak hanya menjadi aksi sesaat, tetapi dapat berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam menangani masalah sampah secara komprehensif. Melalui kesadaran dan tindakan nyata dari setiap individu, kita dapat mewujudkan lingkungan yang lebih baik bagi masa depan anak cucu kita.


Mari kita dukung upaya ini dan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan kita!


 #BaleendahBersih #PemprovJabarPeduli #JabarBersih #SampahTerangkut #LingkunganSehat #KolaborasiAtasiSampah]**

Mahkota Binokasih ‘Turun Jalan’ di Milangkala Sunda 2026: Dedi Mulyadi Tekankan Pesan Kasih Sayang

Mahkota Binokasih ‘Turun Jalan’ di Milangkala Sunda 2026: Dedi Mulyadi Tekankan Pesan Kasih Sayang



SUMEDANGKemilau sejarah kemaharajaan Sunda akan kembali menyapa dalam kemegahan Kirab Panji dan Mahkota Binokasih yang dijadwalkan pada Sabtu malam Minggu, 2 Mei 2026. Tradisi Keraton Sumedang Larang ini siap digelar dengan skala yang jauh lebih besar dan megah.


Perhelatan tahun 2026 menjadi momentum bersejarah karena diintegrasikan sebagai agenda resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan tema besar "Milangkala Sunda: Aya Pindah".


Simbol Jati Diri Bangsa yang Adiluhung


Tokoh masyarakat Jawa Barat, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang hadir mengenakan udeng putih khas Sunda, menegaskan bahwa mahkota ini bukan sekadar peninggalan kekuasaan masa lalu.


"Mahkota ini simbol ajaran kehidupan yang mengutamakan nilai kasih sayang. Di dalamnya ada gotong royong, musyawarah, keadilan, dan kebijaksanaan," tegas Dedi. Beliau menambahkan bahwa Kirab Mahkota ini adalah identitas dan jati diri bangsa yang Adiluhung.


Kirab akbar ini akan melibatkan partisipasi dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, menjadikannya sebagai hajatan budaya Sunda terbesar di tingkat provinsi.


Rute Megah dari Keraton ke Pendopo


Iring-iringan kirab dijadwalkan mulai pukul 18.30 WIB dengan menempuh rute sepanjang kurang lebih 3,5 kilometer.


Rute perjalanan akan dimulai dari Keraton Sumedang Larang, melintasi Jalan Prabu Gajah Agung dan Jalan Serma Muhtadi, hingga berakhir di Pendopo IPP (Induk Pusat Pemerintahan) Kabupaten Sumedang.


Undangan Terbuka untuk Seluruh Warga


Pihak penyelenggara menekankan bahwa acara ini terbuka untuk umum tanpa pembatasan. Harapannya, masyarakat luas dapat ikut menyaksikan dan meningkatkan kecintaan terhadap sejarah serta budaya leluhur.


Kehadiran Dedi Mulyadi dan tokoh-tokoh Jawa Barat lainnya diharapkan semakin meneguhkan pentingnya melestarikan warisan Sunda di era modern.

Tim Redaksi