Iklan

27 Jun 2025

Aisyiyah Rayakan Milad ke-108 M/111 H Penuh Khidmat, Dihadiri Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna S.IP

 Aisyiyah Rayakan Milad ke-108 M/111 H Penuh Khidmat, Dihadiri Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna S.IP

Bandung,Organisasi wanita Islam Aisyiyah Kabupaten Bandung merayakan Miladnya yang ke-108 Masehi atau 111 Hijriah dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Acara resepsi yang digelar meriah ini dihadiri langsung oleh Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna S.IP, yang turut memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Aisyiyah dalam memajukan masyarakat, khususnya kaum perempuan dan anak.

Acara resepsi Milad Aisyiyah tahun ini dipusatkan di Baleendah, dan dihadiri oleh ratusan anggota Aisyiyah dari berbagai cabang se-Kabupaten Bandung, perwakilan organisasi wanita lainnya, tokoh masyarakat, serta pejabat daerah. Suasana haru dan bangga menyelimuti jalannya acara yang diisi dengan beragam kegiatan inspiratif.

Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Bandung,Ketua PDA Aisyiyah, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Aisyiyah yang telah melewati lebih dari satu abad dalam mengabdikan diri untuk umat. "Milad ke-108 M/111 H ini adalah momentum bagi kita untuk merefleksikan kembali peran strategis Aisyiyah dalam membangun peradaban bangsa melalui pendidikan, kesehatan, sosial, dan dakwah. Kami berkomitmen untuk terus bergerak maju, menjawab tantangan zaman, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan perempuan dan anak di Kabupaten Bandung," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna S.IP dalam sambutannya mengucapkan selamat Milad kepada seluruh keluarga besar Aisyiyah. Beliau mengapresiasi tinggi dedikasi dan kerja keras Aisyiyah yang selama ini telah menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bandung dalam berbagai program pembangunan.

"Aisyiyah telah membuktikan diri sebagai organisasi yang konsisten dalam berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama perempuan. Berbagai amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial yang telah dibangun Aisyiyah menjadi bukti nyata komitmen mereka dalam mewujudkan masyarakat yang madani," tutur Bupati Dadang Supriatna.

Bupati juga menambahkan bahwa peran perempuan sangat sentral dalam pembangunan daerah. "Pemerintah Kabupaten Bandung sangat mendukung setiap program dan inisiatif yang digagas Aisyiyah, karena kami meyakini bahwa dengan memberdayakan perempuan, kita turut membangun fondasi yang kuat bagi kemajuan generasi mendatang," imbuhnya.

Acara resepsi Milad ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni islami, penyerahan penghargaan kepada tokoh-tokoh Aisyiyah yang berdedikasi, serta sesi dialog interaktif. Peringatan Milad Aisyiyah ke-108 M/111 H ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi seluruh anggota Aisyiyah untuk terus berkarya dan berinovasi dalam mengemban misi dakwah dan sosial kemasyarakatan.

24 Jun 2025

Pengalihan PDAM Pacet: Ambisi Air Bersih VS Kekhawatiran Petani di Kabupaten Bandung

Pengalihan PDAM Pacet: Ambisi Air Bersih VS Kekhawatiran Petani di Kabupaten Bandung



Pacet, Kabupaten Bandung (24 Juni 2025) – Proyek ambisius pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bandung Timur/Kertasari yang dikelola oleh Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Raharja tengah menjadi sorotan utama di Kabupaten Bandung. Berencana untuk memperluas cakupan layanan air bersih hingga ke pelosok desa, proyek ini menghadapi dinamika di lapangan, termasuk penolakan dari warga lokal yang khawatir akan dampak terhadap sektor pertanian dan minimnya komunikasi.


Proyek Jumbo untuk Kebutuhan Air Bersih


Pada awal tahun 2025, Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya dalam peningkatan akses air bersih, dengan fokus pada wilayah Pacet sebagai bagian dari proyek SPAM Bandung Timur/Kertasari. Peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Februari 2025 di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cikoneng, Kecamatan Ciparay, menandai dimulainya babak baru dalam penyediaan air bagi masyarakat.


Proyek ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi air minum dari 600 liter/detik menjadi 1.100 liter/detik, dengan mengandalkan Sungai Citarum sebagai sumber air baku utama. Nantinya, distribusi air bersih dari IPA Cikoneng akan menjangkau delapan kecamatan padat penduduk, meliputi Pacet, Ciparay, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Cikancung, Solokanjeruk, Rancaekek, dan Cicalengka. Dengan kapasitas baru ini, PDAM Tirta Raharja menargetkan penambahan 160.000 sambungan rumah, melonjak signifikan dari 118.500 pelanggan yang telah terlayani saat ini.


Penolakan Warga dan Suara Petani


Namun, perjalanan proyek ini tidak semulus yang dibayangkan. Pada Juni 2025, warga Desa Cipeujeuh, Kecamatan Pacet, menunjukkan penolakan keras terhadap pembangunan galian SPAM yang merupakan bagian vital dari pengembangan tersebut. Mayoritas warga, yang berprofesi sebagai petani, menyatakan keberatan karena merasa tidak dilibatkan dalam proses komunikasi dan sosialisasi awal proyek.




Kekhawatiran utama mereka adalah potensi terganggunya pasokan air untuk kebutuhan pertanian. Para petani menuntut adanya sosialisasi yang transparan dan jaminan konkret bahwa proyek ini tidak akan merugikan masyarakat lokal, terutama dalam hal ketersediaan air irigasi yang vital untuk mata pencaharian mereka.


Jaminan Tarif dan Kualitas Layanan


Menanggapi kekhawatiran masyarakat, PDAM Tirta Raharja menegaskan bahwa kebijakan tarif air minum tidak akan mengalami perubahan atau kenaikan akibat proyek ini. Tarif akan tetap berada pada tingkat yang wajar dan terjangkau bagi masyarakat. Evaluasi tarif telah dilakukan secara cermat bersama BPKP Provinsi Jawa Barat, dan hasilnya telah dituangkan dalam perjanjian kerja sama yang mengikat.


PDAM Tirta Raharja berharap pengalihan dan pengembangan layanan di Desa Pacet ini, yang akan efektif pada 24 Juli 2025, akan menjadi bagian integral dari upaya besar untuk memperluas akses air bersih berkualitas hingga ke wilayah pedesaan. Meskipun diwarnai penolakan dan kekhawatiran, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas serta jangkauan layanan air bersih secara signifikan di seluruh Kabupaten Bandung, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan.


#PDAM #Pacet #KabupatenBandung #AirBersih #SPAM #TirtaRaharja #Petani #PembangunanDaerah


21 Jun 2025

Penelitian Ungkap Angka Fantastis untuk Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Target Zero di 2026

Penelitian Ungkap Angka Fantastis untuk Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Target Zero di 2026


Kabupaten Bandung – Sebuah penelitian dan pengalaman lapangan anonim telah mengungkapkan estimasi biaya signifikan untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di Indonesia. Menurut narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya, untuk memberantas kemiskinan ekstrem secara menyeluruh, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 50 juta per kepala keluarga.


Angka ini muncul sebagai bagian dari upaya komprehensif yang menargetkan penyelesaian berbagai aspek kemiskinan, termasuk masalah rumah tidak layak huni. Upaya penuntasan rumah tidak layak huni ini ditargetkan selesai dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Secara keseluruhan, konsensus kuat telah dicapai bahwa kemiskinan ekstrem harus sepenuhnya tuntas pada tahun 2026 mendatang.



Lebih lanjut, inisiatif ini menunggu arahan konkret dari forum rembug warga yang baru-baru ini diadakan. Diharapkan, pertemuan tersebut dapat menghasilkan solusi inovatif. Kehadiran pejabat tinggi, termasuk seorang Menteri Koordinator dan Wakil Ketua DPR-RI, diharapkan dapat mendorong sinergi program untuk mencapai tujuan tersebut, dengan harapan mewujudkan wilayah yang lebih maju dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.


Sementara itu, dari ranah legislatif, seorang Wakil Ketua DPR-RI menyatakan kebanggaannya atas keberhasilan program transfer keuangan daerah yang telah ia kawal selama hampir lima tahun. Ia secara langsung menyaksikan keberhasilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Niagara di Desa Wangisagara, yang menjadi salah satu andalan di antara ribuan desa lainnya.


Apresiasi juga disampaikan kepada Presiden atas fokus perhatiannya yang besar terhadap pengentasan kemiskinan. Berasal dari daerah pemilihan yang mencakup Kabupaten Bandung dan Bandung Barat, Wakil Ketua DPR-RI tersebut berharap Kabupaten Bandung dapat mencapai target nol kemiskinan ekstrem pada tahun 2026. Ia mengutip Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 sebagai landasan kuat untuk memutus rantai generasi kemiskinan.


Namun, ia juga memberikan peringatan keras kepada para kepala desa terkait data kemiskinan. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian agar data tersebut tidak dimanipulasi dengan tujuan mendapatkan lebih banyak bantuan sosial, yang justru dapat "memelihara" kemiskinan. "Hati-hati dengan data kemiskinan. Jangan sampai data kemiskinan jadi komoditas," tegasnya.


Pada kesempatan yang sama, apresiasi tinggi turut disampaikan kepada Menteri Koordinator yang terus-menerus berupaya keras menyelesaikan problematika kemiskinan. Target pengentasan kemiskinan ekstrem pada tahun 2025, yang telah disepakati dalam pembahasan anggaran, diharapkan dapat segera terwujud. Kehadiran Menko dan jajarannya, yang secara aktif bergerak dari setiap sektor, menunjukkan komitmen kuat dalam mengatasi isu krusial ini.

19 Jun 2025

Kunjungan Wamendagri di Cileunyi Wetan: Merah Putih Kian Berkibar Lewat Koperasi

 Kunjungan Wamendagri di Cileunyi Wetan: Merah Putih Kian Berkibar Lewat Koperasi


CILEUNYI WETAN, 19 Juni 2025 – Suasana khidmat namun penuh antusiasme menyelimuti Desa Cileunyi Wetan hari ini saat Bapak Bima Arya, perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, hadir dalam kunjungan strategis terkait pengembangan Koperasi Merah Putih. Kehadiran beliau menjadi sorotan utama, menegaskan komitmen pemerintah dalam memajukan ekonomi kerakyatan melalui sektor koperasi.

Acara penting ini tidak hanya dihadiri oleh Bapak Bima Arya, tetapi juga jajaran Muspika Kecamatan Cileunyi, termasuk Kepala Desa Cileunyi Wetan, Bapak H. Hari Haryono, S.H., Camat Cileunyi, dan Kapolsek Cileunyi, Bapak Rizal Adam. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan aparat keamanan ini menunjukkan keseriusan dalam mendukung pertumbuhan koperasi sebagai pilar ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Bapak Bima Arya mengapresiasi semangat dan inisiatif warga Desa Cileunyi Wetan dalam menghidupkan Koperasi Merah Putih. Beliau menekankan bahwa koperasi merupakan wujud nyata dari gotong royong dan kemandirian ekonomi yang sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa. "Koperasi Merah Putih ini adalah cerminan semangat kebersamaan kita. Dengan manajemen yang baik dan partisipasi aktif anggota, saya yakin koperasi ini akan semakin maju dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat," ujarnya.



Kepala Desa Cileunyi Wetan, Bapak H. Hari Haryono, S.H., menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan dari Kementerian Dalam Negeri. Beliau berharap kunjungan ini menjadi motivasi bagi pengurus dan anggota koperasi untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha. "Kami berkomitmen untuk terus membina Koperasi Merah Putih agar dapat menjadi contoh sukses koperasi di daerah lain," tutur Bapak Hari.

Sementara itu, Camat Cileunyi dan Kapolsek Cileunyi juga menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung setiap program yang bertujuan memajukan kesejahteraan warga, termasuk melalui pengembangan koperasi. Kehadiran mereka menegaskan bahwa aspek keamanan dan ketertiban juga menjadi perhatian dalam mendukung iklim investasi dan usaha di desa.

Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi interaktif antara Bapak Bima Arya, perangkat desa, dan perwakilan anggota Koperasi Merah Putih, membahas tantangan serta peluang pengembangan koperasi ke depan. Diharapkan, melalui sinergi ini, Koperasi Merah Putih dapat terus berkibar, membawa manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Desa Cileunyi Wetan, dan menjadi inspirasi bagi pengembangan koperasi di seluruh Indonesia.

13 Jun 2025

Komisi IX DPR RI dan Kemenkes Gelar Sosialisasi GERMAS Bersama H. Asep Romy Romaya di Kabupaten Bandung

 Komisi IX DPR RI dan Kemenkes Gelar Sosialisasi GERMAS Bersama H. Asep Romy Romaya di Kabupaten Bandung




Bandung, 13 Juni 2025 – Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) terus digalakkan di berbagai penjuru Indonesia. Kali ini, sosialisasi GERMAS digelar di Gedung Toha, Kantor Kabupaten Bandung, dengan menghadirkan anggota Komisi IX DPR RI, H. Asep Romy Romaya dari Fraksi PKB, serta perwakilan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat demi kualitas hidup yang lebih baik.


Acara yang dihadiri oleh ratusan masyarakat Kabupaten Bandung ini berlangsung interaktif. Dalam sambutannya, H. Asep Romy Romaya menekankan peran aktif masyarakat dalam mewujudkan GERMAS. "Kesehatan adalah investasi. Dengan menerapkan gaya hidup sehat, kita tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar," ujar H. Asep Romy. Ia juga menambahkan bahwa Komisi IX DPR RI berkomitmen untuk terus mendukung program-program kesehatan yang berpihak kepada rakyat.



Perwakilan dari Kementerian Kesehatan, dalam paparannya, menjelaskan secara rinci tujuh langkah utama GERMAS, meliputi: melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi buah dan sayur, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban sehat. "GERMAS bukanlah program sesaat, melainkan sebuah perubahan perilaku yang harus terus kita budayakan," jelas narasumber dari Kemenkes.



Peserta sosialisasi terlihat antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat sesi tanya jawab dibuka. Banyak di antara mereka yang mengajukan pertanyaan seputar pola makan sehat, cara mengatasi penyakit tidak menular, hingga pentingnya vaksinasi. Diharapkan, dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat Kabupaten Bandung semakin termotivasi untuk menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.


Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Sinergi antara legislatif, eksekutif, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat mempercepat terwujudnya masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.

5 Jun 2025

Kades Wangisagara dan Camat Majalaya Kompak Hadir, Insentif RT/RW Cair! Warga Sambut Apresiasi Penuh!

Kades Wangisagara H.Enjang Gandi dan Camat Majalaya  H.Gugum Gumilar Kompak Hadir, Insentif RT/RW Cair! Warga Sambut Apresiasi Penuh!




Wangisagara, Majalaya – Suasana penuh kegembiraan dan haru menyelimuti Balai Desa Wangisagara hari ini. Ribuan pasang mata menjadi saksi momen bersejarah, tatkala insentif bagi para Ketua RT dan Ketua RW se-Desa Wangisagara resmi dibagikan. Tak tanggung-tanggung, proses pembagian ini langsung dipimpin oleh sosok-sosok penting yang menjadi panutan masyarakat: Bapak Kepala Desa Wangisagara H.Enjang Gandi dan Bapak Kepala Kecamatan Majalaya H.Gugum Gumilar.


Acara yang berlangsung tertib namun meriah ini diawali dengan sambutan hangat dari Bapak Kepala Desa Wangisagara H.Enjang Gandi . Dalam pidatonya, beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para Ketua RT dan RW yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat. "Insentif ini bukan sekadar uang, melainkan bentuk penghargaan tulus dari pemerintah desa dan kecamatan atas dedikasi serta kerja keras Bapak/Ibu sekalian. Tanpa peran aktif Anda, roda pembangunan dan pelayanan di desa kita tidak akan berjalan optimal," ujar Kepala Desa dengan suara bergetar menahan haru.




Tak kalah penting, kehadiran Bapak Kepala Kecamatan Majalaya H.Gugum Gumilar turut menambah semarak acara. Beliau menegaskan komitmen pemerintah kecamatan untuk terus mendukung program-program pro-rakyat di tingkat desa. "Sinergi antara pemerintah desa dan kecamatan adalah kunci utama keberhasilan pembangunan. Kami sangat bangga dengan semangat gotong royong di Desa Wangisagara. Semoga insentif ini semakin memotivasi Bapak/Ibu untuk terus berkarya demi kemajuan bersama," pungkas Kepala Kecamatan Majalaya yang disambut tepuk tangan riuh.


Momen pembagian insentif pun menjadi puncak acara. Satu per satu Ketua RT dan RW dipanggil maju ke depan untuk menerima hak mereka secara langsung. Raut wajah sumringah terpancar jelas dari para penerima, mengindikasikan rasa syukur dan kebahagiaan yang mendalam. "Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas perhatian ini. Insentif ini sangat membantu, apalagi di tengah kondisi ekonomi saat ini," tutur Ibu Siti, salah seorang Ketua RW dengan mata berkaca-kaca.


Bukan hanya sekadar seremonial, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi yang efektif antara pemerintah dengan para pengurus tingkat dasar. Diharapkan, pembagian insentif ini tidak hanya memberikan dorongan finansial, tetapi juga meningkatkan semangat pengabdian dan koordinasi antar seluruh elemen masyarakat.


Kejadian langka di mana Kepala Desa dan Kepala Kecamatan hadir bersama dalam acara pembagian insentif ini menjadi sorotan utama dan berpotensi besar untuk viral di media sosial. Hal ini menunjukkan soliditas kepemimpinan dan kepedulian yang patut diacungi jempol. Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di seluruh Indonesia.


#InsentifRT RWCair #WangisagaraMajalaya #KadesKompak #CamatPeduli #ApresiasiWarga #BeritaViral #KabarBaik #GotongRoyong #PembangunanDesa #MajalayaTerdepan

SMPN 1 Solokan Jeruk Lepas Angkatan 2025 dalam Suasana Haru dan Penuh Harapan


 SMPN 1 Solokan Jeruk Lepas Angkatan 2025 dalam Suasana Haru dan Penuh Harapan



SOLOKAN JERUK – SMPN 1 Solokan Jeruk hari ini menggelar acara pelepasan siswa-siswi kelas IX Angkatan 2025. Acara yang berlangsung meriah namun penuh keharuan ini dilaksanakan di lapangan utama sekolah, dihadiri oleh seluruh siswa kelas IX, orang tua/wali murid, dewan guru, komite sekolah, serta tamu undangan lainnya.


Ketua Komite SMPN 1 Solokan Jeruk, H. Zaenal Mutaqin, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan haru atas kelulusan para siswa. "Tiga tahun telah berlalu, kami melihat bagaimana kalian tumbuh dan berkembang di sekolah ini. Berbagai ilmu dan pengalaman telah kalian dapatkan. Kini saatnya kalian melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, mengukir prestasi, dan menjadi kebanggaan keluarga serta bangsa," ujar H. Zaenal Mutaqin dengan suara bergetar. Beliau juga mengingatkan para lulusan untuk senantiasa menjaga nama baik almamater dan terus belajar demi meraih cita-cita.


Senada dengan Ketua Komite, Kepala SMPN 1 Solokan Jeruk, dalam pidatonya yang dibacakan oleh Humas sekolah, H. Dodi Budiman S.Ag, memberikan pesan motivasi. "Perjalanan kalian tidak berhenti di sini. Tantangan di depan akan semakin besar, namun kami yakin kalian memiliki bekal yang cukup untuk menghadapinya. Jadilah pribadi yang berakhlak mulia, berinovasi, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Ingatlah selalu bahwa ilmu adalah pelita kehidupan," tutur H. Dodi Budiman S.Ag.




Acara pelepasan ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dari siswa-siswi SMPN 1 Solokan Jeruk, mulai dari tari tradisional, paduan suara, hingga drama musikal yang mengisahkan perjalanan mereka selama tiga tahun di sekolah. Momen paling mengharukan adalah saat perwakilan siswa menyampaikan kesan dan pesan, dilanjutkan dengan pemberian cenderamata kepada pihak sekolah sebagai wujud terima kasih.


Orang tua/wali murid yang hadir turut merasakan kebanggaan melihat putra-putri mereka menyelesaikan satu tahapan penting dalam pendidikan. Salah satu orang tua, Ibu Siti Aminah, mengungkapkan perasaannya, "Saya sangat terharu dan bangga melihat anak saya bisa lulus. Semoga ilmu yang didapat di SMPN 1 Solokan Jeruk menjadi bekal terbaik untuk masa depannya."


Dengan pelepasan ini, SMPN 1 Solokan Jeruk secara resmi melepas Angkatan 2025 untuk melanjutkan perjalanan pendidikan mereka ke jenjang berikutnya. Harapan besar tersemat di pundak para lulusan, semoga mereka semua dapat meraih kesuksesan dan menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan.

1 Jun 2025

Desa di Bandung Realisasikan Dana Desa Tahap Awal 2025 dengan Transparan

 Desa di Bandung Realisasikan Dana Desa Tahap Awal 2025 dengan Transparan



Kab. Bandung – Sebuah desa di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, dilaporkan telah merealisasikan Dana Desa Tahap 1 Tahun Anggaran 2025. Realisasi ini mencakup berbagai program pemberdayaan dan pembangunan infrastruktur yang dikerjakan secara transparan dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.

Pelaksanaan proyek ini diawasi ketat oleh berbagai pihak, termasuk pihak kecamatan, pendamping desa, dan tokoh masyarakat. Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan kualitas pekerjaan yang setara dan ketepatan sasaran pembangunan.

Kepala desa setempat menjelaskan bahwa realisasi Dana Desa Tahap 1 telah dilaksanakan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang berlaku. Anggaran diprioritaskan untuk bidang pemberdayaan dan fisik. Beberapa program pemberdayaan yang telah direalisasikan antara lain Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, rembug stunting, insentif PKK, pelatihan tata rias, dan berbagai program pemberdayaan lainnya. Kepala desa menekankan pentingnya berbagai program ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap kesejahteraan warganya.

Lebih lanjut, kepala desa juga menyampaikan pentingnya sosialisasi berbagai upaya pencegahan penyakit, seperti TBC untuk ibu hamil dan balita, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta kegiatan Posyandu. Selain itu, ada juga insentif bagi Kader Pembangunan Manusia (KPM) untuk mengendalikan keamanan lingkungan berbasis digital. Program ketahanan pangan juga menjadi fokus, dengan anggaran dialokasikan untuk budidaya yang disesuaikan dengan kebutuhan wilayah, baik di sektor pertanian maupun peternakan.

Tahap berikutnya akan mencakup penanggulangan kerawanan sosial dan kegiatan seremonial serta insentif. Sementara itu, realisasi fisik sedang berjalan di beberapa titik. Salah satunya adalah perbaikan jalan rabat beton yang menghubungkan desa tersebut dengan desa tetangga, serta di beberapa lokasi lainnya.

Pihak desa berharap program-program ini dapat meningkatkan keamanan, kemajuan, dan perekonomian desa, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Prioritas juga diberikan pada pembangunan fisik, keagamaan, dan kesehatan, termasuk penyediaan bak sampah, TPT (Tembok Penahan Tanah), dan infrastruktur jalan yang dikerjakan secara swakelola oleh tim pengelola. Diharapkan semua pembangunan ini akan memberikan manfaat besar bagi warga desa dan pengguna jalan lainnya.

Dalam kesempatan terpisah, kepala desa menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat atas bantuan yang telah disalurkan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh perangkat desa dan masyarakat yang telah bekerja sama dengan baik dalam mewujudkan program-program pembangunan ini.