Iklan

13 Nov 2024

Dadang Supriatna Paslon Bupati Bandung No Urut 2 Sapa Warga dan Shilaturahmi Tokoh: Kedekatan yang Terbangun di Rumah Alm. Aas Kadarsah, Rancaekek

 

Poto : kebersaamaan Dadang Supriatna bersama warga Ranca Indah

Rancaekek, Kabupaten Bandung – Kandidat Bupati Bandung nomor urut 2, Dadang Supriatna, melanjutkan kegiatan kampanyenya dengan menggelar shilaturahmi dan sesi sapa warga di Kediaman Pofit Sebagai Tokoh Pemuda di kawasan Megalia Studio Ranca Indah, Desa Jelegong, Rancaekek. Acara yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga sekitar yang menyambut kehadiran Dadang dengan penuh antusiasme.

Dalam sambutannya, Dadang Supriatna menekankan pentingnya membangun kedekatan dan keharmonisan antara pemimpin dan masyarakat. "Kegiatan ini bukan sekadar kampanye, tetapi juga shilaturahmi untuk mempererat tali persaudaraan antara kita semua. Saya berharap bisa menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Rancaekek dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan Kabupaten Bandung," ungkapnya di tengah-tengah para hadirin.

Acara ini juga diisi dengan dialog terbuka di mana warga berkesempatan menyampaikan aspirasi dan harapan mereka untuk pembangunan daerah ke depan. Berbagai isu seperti infrastruktur, fasilitas kesehatan, dan lapangan pekerjaan menjadi topik pembicaraan utama dalam diskusi tersebut. Warga Desa Jelegong, terutama yang sudah lama mengenal sosok Dadang, terlihat aktif berpartisipasi dan mengutarakan berbagai keluhan serta saran demi kemajuan wilayah mereka.

Poto : Dadang Supriatna dalam dialog dengan warga

Salah satu tokoh masyarakat, Haji Ahmad, mengungkapkan apresiasinya atas kehadiran Dadang Supriatna. "Kami sangat bersyukur Pak Dadang mau mendengar langsung suara warga dan tidak sungkan berdialog. Ini menunjukkan bahwa beliau adalah sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan peduli pada kebutuhan kami," ujar Haji Ahmad.

Usai berdialog, acara dilanjutkan dengan ishoma (istirahat, shalat, dan makan) bersama. Momen ini digunakan Dadang untuk lebih akrab dengan masyarakat, menyapa warga yang hadir satu per satu, bahkan melayani sesi foto bersama. Suasana semakin hangat dan penuh keakraban, mencerminkan harapan besar warga Rancaekek terhadap calon pemimpin mereka ini.

Kegiatan shilaturahmi dan sapa warga ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk menguatkan hubungan antara Dadang Supriatna dan masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya di Rancaekek. Dadang juga menyampaikan bahwa jika terpilih nanti, ia akan terus melakukan kunjungan rutin untuk memastikan aspirasi masyarakat tersalurkan dengan baik.

Dengan semangat yang tinggi dan dukungan dari berbagai pihak, Dadang Supriatna semakin optimis dalam menghadapi pemilihan Bupati Bandung mendatang. "Inilah tekad kami, dekat dengan masyarakat, mendengar, dan mewujudkan aspirasi mereka. Insya Allah, bersama kita bisa membangun Kabupaten Bandung yang lebih baik," tutup Dadang dengan penuh keyakinan.

Acara shilaturahmi ini diakhiri dengan doa bersama, berharap agar proses demokrasi di Kabupaten Bandung dapat berlangsung aman, damai, dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi seluruh masyarakat.

tunton video

 

12 Nov 2024

Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si, Jalin Silaturahmi dengan Pimpinan Ponpes Nahdjussalam untuk Majukan Kabupaten Bandung

 

Poto : Calon Bupati Dadang Supriatna di Ponpes Nahdjussalam

Cileunyi, Kabupaten Bandung – Calon Bupati Bandung,Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si, terus aktif melakukan kunjungan dan menjalin silaturahmi dengan berbagai tokoh agama dan masyarakat. Pada kunjungan terbarunya, Selasa 12 Nov 2024,Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si menyambangi Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdjussalam di Jalan Panyawungan No. 9, Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi. Kehadiran Dadang disambut hangat oleh pimpinan pesantren, para santri, dan masyarakat sekitar.

Dalam pertemuan yang berlangsung akrab ini,Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si menyampaikan komitmennya untuk berkolaborasi dengan para tokoh agama di Kabupaten Bandung. "Saya meyakini peran pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam membangun karakter generasi muda. Untuk itu, kehadiran saya di sini adalah untuk mendengarkan langsung aspirasi para ulama dan santri, serta mencari jalan bersama untuk mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih religius dan berdaya saing," ungkap Dadang.

Poto:Diskusi bersam pimpinan ponpes Nahdjussalam

Kunjungan ini juga menjadi ajang diskusi bagi Dadang dan pimpinan Ponpes Nahdjussalam untuk membicarakan berbagai isu pendidikan dan sosial yang dihadapi oleh masyarakat di Kabupaten Bandung. Pimpinan Ponpes Nahdjussalam menyampaikan harapannya agar nantinya ada dukungan yang lebih besar untuk pengembangan pendidikan pesantren, baik dalam hal sarana prasarana maupun kurikulum pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, Dadang juga mengapresiasi semangat para santri yang menimba ilmu di Ponpes Nahdjussalam. "Masa depan Kabupaten Bandung ada di tangan generasi muda yang berilmu dan berakhlak. Dengan dukungan pesantren dan para tokoh agama, kita dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga kuat secara moral," lanjutnya.

Silaturahmi yang dihadiri oleh para tokoh masyarakat ini berakhir dengan doa bersama untuk kesejahteraan Kabupaten Bandung. Dadang berharap, jika dipercaya menjadi Bupati Bandung, dirinya dapat membangun program-program yang sejalan dengan visi pesantren dalam memberdayakan masyarakat, terutama di bidang pendidikan agama dan moral.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda kampanye yang dibangun oleh Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si untuk merangkul seluruh elemen masyarakat. Dirinya menegaskan bahwa program pembangunan yang akan digagasnya akan mengedepankan nilai-nilai keagamaan dan semangat kebersamaan.

          tonton vdeo 

Kegiatan di bawah koordinasi Mang Cobra, Koordinator Kecamatan, berlangsung tertib dan khidmat dengan harapan terjalinnya kolaborasi yang baik antara calon bupati dengan pondok pesantren di wilayah Cileunyi.

MAN 1 Bandung Gelar Karya P5RA Fase 1 Tahun 2024: Perkuat Karakter Siswa Menuju Pribadi Lebih Baik

Poto : Kegiatan P5RA panggung

Bandung, 12 November 2024
– MAN 1 Bandung sukses menggelar pameran hasil karya Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil 'Alamin (P5RA) fase 1 untuk tahun 2024. Acara yang diadakan di lingkungan sekolah ini bertujuan untuk memupuk dan memperkuat karakter siswa, menjadikan mereka pribadi yang berintegritas, berakhlak baik, serta mampu menghadapi tantangan global dengan bekal nilai-nilai luhur.

Program P5RA merupakan inisiatif sekolah untuk menanamkan karakter Pancasila pada siswa sejak dini, dengan nilai-nilai seperti gotong royong, kemandirian, serta cinta lingkungan yang dituangkan dalam berbagai karya kreatif. Berbagai hasil karya siswa ditampilkan dalam acara ini, mulai dari seni rupa, produk kerajinan tangan, hingga proyek-proyek penelitian sederhana. Hal ini menunjukkan keberagaman kemampuan serta ide kreatif siswa dalam menerjemahkan nilai-nilai positif menjadi bentuk karya nyata.

Dalam sambutannya, Kepala MAN 1 Bandung, Bapak Yayat Hidayat, menekankan pentingnya penguatan karakter dalam dunia pendidikan saat ini. “Karakter yang kuat merupakan salah satu modal penting yang dimiliki siswa. Melalui P5RA, kami berharap agar siswa mampu menjadi pribadi yang lebih baik, tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga berakhlak mulia dan siap menghadapi perubahan di masyarakat,” ujarnya.

Poto : Gerbang Sekolah Man 1 Bandung

Tidak hanya penguatan karakter, P5RA juga bertujuan untuk mengembangkan soft skill siswa, seperti kepemimpinan, kerjasama, dan kemampuan berkomunikasi. Para siswa yang terlibat dalam program ini dituntut untuk aktif dan bekerja sama dalam tim, sehingga mereka bisa saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Beberapa siswa juga mendapat kesempatan untuk mempresentasikan karya mereka di depan rekan-rekan dan guru, sebagai bentuk latihan komunikasi dan kepercayaan diri.

Salah satu siswa peserta, Nurul Aisyah, menyampaikan kesannya mengenai acara ini. “Saya merasa bangga bisa berpartisipasi dalam P5RA. Selain menambah pengetahuan, kami juga belajar untuk saling mendukung dan menghargai karya teman-teman,” ujarnya.

Gelar Karya P5RA di MAN 1 Bandung diharapkan bisa menjadi motivasi bagi siswa untuk terus mengembangkan diri dan memperkuat karakter yang mereka miliki.

 
 

11 Nov 2024

Budaya Lokal dan Lingkungan Jadi Sorotan Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si( Calon Bupati Bandung) di Diskusi & Dialog Cileunyi

 

Poto : Dadang Supriatna dalam diaolag

Cileunyi, Kabupaten Bandung – Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si,calon bupati Kabupaten Bandung, menggelar diskusi terbuka di Boba Cafe, Cileunyi, pada Sabtu malam (9 November 2024). Diskusi ini dihadiri oleh berbagai komunitas, aktivis lingkungan, dan para tokoh budaya setempat yang ingin mendengarkan langsung gagasan Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si tentang pelestarian lingkungan dan penguatan budaya lokal di wilayah Kabupaten Bandung.

Dalam dialog yang berlangsung santai namun penuh makna ini, Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam. Ia menyoroti berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi Kabupaten Bandung, seperti masalah sampah, kualitas air yang menurun, hingga konversi lahan pertanian menjadi area pemukiman. Menurutnya, semua ini harus segera diatasi agar Kabupaten Bandung tetap menjadi daerah yang asri dan nyaman dihuni.

“Kabupaten Bandung ini memiliki kekayaan alam yang luar biasa, namun kita menghadapi tantangan besar dalam pelestarian lingkungan. Saya berkomitmen untuk mengedepankan kebijakan yang ramah lingkungan, baik dalam pengelolaan sampah, pelestarian air, maupun perlindungan lahan hijau,” ungkap Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si di depan para peserta diskusi.

Poto : Dadang Supriatna bersama Masyarakat

Tidak hanya lingkungan, Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si juga berbicara panjang lebar mengenai pentingnya melestarikan budaya lokal. Sebagai daerah yang kaya akan kearifan lokal dan tradisi, Kabupaten Bandung memiliki potensi budaya yang kuat, mulai dari kesenian tradisional seperti wayang golek, jaipongan, hingga upacara adat yang unik. Ia menekankan bahwa budaya lokal ini perlu terus dirawat dan dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang termakan zaman.

“Budaya lokal adalah identitas kita, kita perlu mempertahankannya agar generasi penerus bisa menghargai dan melanjutkannya. Saya akan mendorong lebih banyak program pengenalan budaya lokal di sekolah-sekolah serta mendukung kegiatan-kegiatan budaya di masyarakat,” tambahnya.

Beberapa peserta diskusi menyampaikan apresiasi atas perhatian Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si terhadap pelestarian budaya dan lingkungan. Banyak yang merasa bahwa isu ini sering diabaikan dan mengharapkan kehadiran pemimpin yang benar-benar peduli. Dalam sesi tanya jawab, seorang warga bernama Euis Marlina (52) menanyakan tentang rencana konkret Dadang untuk mengurangi sampah di wilayah Cileunyi dan sekitarnya.

Menanggapi hal tersebut, Dadang menyatakan bahwa salah satu program utamanya adalah memfasilitasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan mendirikan bank sampah di setiap desa. Program ini bertujuan agar masyarakat dapat lebih mandiri dalam mengelola sampah sekaligus meningkatkan kesadaran untuk mendaur ulang.

“Pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini akan sangat efektif, karena dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga. Selain itu, kami juga akan berkolaborasi dengan sekolah-sekolah dan mengadakan edukasi tentang pengelolaan sampah dan daur ulang,” jawabnya.

Diskusi yang berlangsung hampir dua jam ini ditutup dengan komitmen Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si untuk terus membuka ruang dialog dengan masyarakat. Menurutnya, mendengarkan masukan langsung dari warga merupakan hal yang sangat penting agar kebijakan yang diambil nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sebagai penutup, Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si berharap dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melestarikan budaya lokal. Ia yakin bahwa dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Kabupaten Bandung bisa menjadi daerah yang maju tanpa kehilangan jati dirinya.

Acara diskusi di Boba Cafe ini pun mendapat respons positif dari masyarakat setempat yang hadir. Banyak yang berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan, sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasi dan ide-ide langsung kepada calon pemimpin daerah.