Iklan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

7 Mei 2025

TORCA Solokan Jeruk: Mesin Literasi Mangkrak, Anggaran Menguap?

TORCA Solokan Jeruk: Mesin Literasi Mangkrak, Anggaran Menguap?

Solokan Jeruk, Bandung - Ironi menggelayuti Kantor Kecamatan Solokan Jeruk. Di tengah semangat menggebu-gebu untuk meningkatkan minat baca masyarakat, sebuah inovasi bernama TORCA (Motor Baca) justru terparkir bisu. Padahal, pengadaan kendaraan roda tiga yang didesain khusus sebagai perpustakaan keliling ini menelan anggaran yang tidak sedikit. Pertanyaan pun menyeruak: ke mana gerangan dana yang dialokasikan jika TORCA tak kunjung mengaspal dan menebar ilmu?

Bak pahlawan yang tak pernah turun ke medan perang, TORCA yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam pemberantasan buta aksara dan penambah wawasan kini hanya menjadi monumen bisu di sudut kantor kecamatan. Masyarakat Solokan Jeruk, yang seharusnya bisa merasakan manfaatnya, kini hanya bisa bertanya-tanya kapan "kuda besi" literasi ini akan mulai berlari.


"Dulu, waktu pertama kali dengar ada motor baca, saya senang sekali," ujar Pak Ahmad, seorang tokoh masyarakat Solokan Jeruk. "Saya pikir anak-anak di kampung saya bisa lebih mudah dapat buku. Tapi sampai sekarang, saya belum pernah lihat motor itu keliling."

Kekecewaan serupa juga dirasakan oleh para pegiat literasi di wilayah tersebut. Mereka menilai, potensi TORCA sangat besar untuk menjangkau pelosok-pelosok desa yang sulit diakses oleh perpustakaan konvensional. Namun, harapan itu kini layu seiring berjalannya waktu dan TORCA yang tak kunjung beroperasi.

Lantas, apa yang menyebabkan "macetnya" laju TORCA? Informasi yang dihimpun menyebutkan beberapa kendala, mulai dari masalah perawatan, kurangnya tenaga pengelola, hingga perencanaan operasional yang kurang matang. Namun, alasan-alasan ini tentu menimbulkan pertanyaan lebih lanjut. Mengapa anggaran yang "lumayan besar" tidak diiringi dengan persiapan dan pengelolaan yang memadai?

Kondisi ini tentu menjadi catatan kelam bagi upaya peningkatan literasi di Solokan Jeruk. Dana publik yang seharusnya berbuah manfaat nyata, kini terancam menguap begitu saja bersama debu yang menempel di bodi TORCA. Masyarakat berharap, pihak terkait segera bertindak cepat dan berperan untuk menghidupkan kembali "mesin literasi" ini. Jangan sampai, potensi besar TORCA hanya menjadi cerita sedih tentang inovasi yang gagal berperan 

Akankah TORCA segera mengaum di jalanan Solokan Jeruk, membawa serta jendela-jendela ilmu pengetahuan? Ataukan ia akan terus terdiam, menjadi simbol anggaran yang sia-sia? Waktu akan menjawabnya. Namun yang pasti, harapan masyarakat akan hadirnya akses literasi yang merata masih terus membara.

#kabupatenbandung #dadangsupriatna #diskominfo #kesbangpol 

6 Mei 2025

Paseh Berseri, Kehadiran Sang Doktor Semarakkan Peresmian Alun-Alun yang Memukau

Paseh Berseri, Kehadiran Sang Doktor Semarakkan Peresmian Alun-Alun yang Memukau


Paseh kini tak lagi sama! Wajah baru alun-alun kebanggaan masyarakat ini resmi menggebrak dengan sentuhan modern dan ruang publik yang kian memanjakan. Sorak sorai dan tepuk tangan riuh rendah mengiringi seremoni peresmian yang berlangsung meriah, terlebih dengan kehadiran sosok inspiratif, Dr.Reindra M.oto Muharam.AA.Kom.MM.

Kehadiran doktor yang dikenal dengan visi dan dedikasinya dalam pembangunan daerah ini, tentu saja menambah semarak acara. Senyum ramahnya menyapa warga yang antusias memadati area alun-alun. Tak hanya sekadar hadir, Dr.Reindra juga turut memberikan apresiasi atas transformasi alun-alun Paseh yang kini tampil lebih indah, hijau, dan fungsional.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan kekagumannya akan semangat gotong royong dan kolaborasi yang menghasilkan perubahan positif ini. "Alun-alun bukan hanya sekadar ruang terbuka, tapi juga cerminan identitas dan kebersamaan masyarakat. Penataan yang apik ini akan menjadi magnet baru bagi aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi di Paseh," ujarnya penuh semangat.



Matahari pagi yang hangat seolah ikut bersukacita menyaksikan wajah baru alun-alun. Anak-anak riang berlarian di area bermain yang aman dan berwarna, sementara para orang tua tampak menikmati suasana santai di bangku-bangku taman yang tertata rapi. Pedagang kaki lima pun terlihat sumringah menempati area yang telah ditata dengan lebih baik.

Kehadiran Dr.Reindra di tengah-tengah masyarakat Paseh bukan kali pertama. Beliau dikenal sebagai figur yang selalu hadir dan memberikan dukungan dalam berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Kehangatan interaksi beliau dengan warga semakin mengukuhkan kedekatan dan kepercayaaan yang terjalin.

Peresmian alun-alun Paseh ini menjadi momentum penting bagi kemajuan daerah. Dengan wajah baru yang menawan dan dukungan dari tokoh-tokoh inspiratif seperti Dr.Reindra M.oto Muharam, semangat untuk membangun Paseh yang lebih baik semakin membara. Alun-alun kini bukan hanya indah dipandang, tetapi juga hidup dan bermanfaat bagi seluruh warganya. Mari kita jaga dan rawat bersama, kebanggaan baru kita, Alun-alun Paseh yang berseri!

#kabupatenbandung #dadangsupriatna #diskominfo  


Alun-alun Paseh Bersolek, Bupati Bandung Resmikan Wajah Baru Ruang Publik

 Alun-alun Paseh Bersolek, Bupati Bandung Resmikan Wajah Baru Ruang Publik


Paseh, Kabupaten Bandung - Kabar gembira bagi warga Kecamatan Paseh dan sekitarnya. Hari ini, Selasa (6/5/2025), Alun-alun Paseh yang telah melalui proses penataan kini resmi dibuka dan dapat dinikmati oleh masyarakat. Peresmian ruang publik yang menjadi kebanggaan warga ini dihadiri langsung oleh Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna S.I.P.

Acara peresmian yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dariForkopimcam Paseh, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para pelajar. Dalam sambutannya, Bupati Dadang Supriatna menyampaikan rasa syukurnya atas rampungnya proses penataan Alun-alun Paseh. Beliau berharap, wajah baru alun-alun ini dapat menjadi ruang interaksi sosial yang positif, sarana rekreasi yang nyaman, serta penggerak aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

"Alun-alun ini bukan hanya sekadar ruang terbuka, tetapi juga merupakan jantung dari kehidupan masyarakat Paseh. Dengan penataan yang lebih baik, kita harapkan alun-alun ini dapat menjadi tempat yang nyaman untuk berkumpul, beraktivitas, dan mempererat tali silaturahmi," ujar Bupati Dadang Supriatna.

Penataan Alun-alun Paseh meliputi berbagai aspek, di antaranya perbaikan infrastruktur, penambahan fasilitas publik seperti tempat duduk yang nyaman, area bermain anak yang aman, serta penataan ruang terbuka hijau yang asri. Selain itu, alun-alun juga dilengkapi dengan penerangan yang memadai sehingga dapat dimanfaatkan hingga malam hari.

Salah seorang warga Paseh yang hadir dalam acara peresmian, Ibu Siti, mengungkapkan kegembiraannya melihat perubahan signifikan pada alun-alun. "Dulu alun-alun ini terkesan kurang terawat. Sekarang jadi lebih indah, bersih, dan nyaman. Anak-anak juga senang karena ada tempat bermainnya. Semoga alun-alun ini bisa terus dijaga kebersihannya," tuturnya.

Setelah memberikan sambutan, Bupati Dadang Supriatna didampingi oleh para tamu undangan melakukan pengguntingan pita sebagai simbol peresmian Alun-alun Paseh. Acara dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas-fasilitas baru yang tersedia di alun-alun. Masyarakat yang hadir pun tampak antusias menikmati suasana baru ruang publik ini.


Dengan diresmikannya penataan Alun-alun Paseh, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat Kecamatan Paseh dan menjadi ikon baru yang membanggakan bagi Kabupaten Bandung. Pemerintah Kabupaten Bandung berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang publik yang berkualitas dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Sorak Sorai di Bandung II Tim Biru Pastikan Gelar Liga 1 Setelah Hasil Imbang di Kediri

 Sorak Sorai di Bandung II Tim Biru Pastikan Gelar Liga 1 Setelah Hasil Imbang di Kediri


BANDUNG - Gelombang kegembiraan melanda Bandung pada Senin (5/5/2025) malam, setelah kepastian gelar juara Liga 1 musim 2024-2025 jatuh ke tangan tim kebanggaan kota. Kepastian ini didapat menyusul hasil imbang dramatis 3-3 antara Persik Kediri dan Persebaya Surabaya di Stadion Brawijaya, Kediri.

Para pemain tim Bandung terlihat menggelar acara nonton bareng pertandingan pekan ke-31 Liga 1 tersebut di kawasan Sulanjana. Suasana tegang berubah menjadi euforia ketika gol penyama kedudukan dari pemain Persik di menit-menit akhir memastikan posisi puncak klasemen dengan 64 poin tidak lagi terkejar oleh pesaing terdekat mereka.



"Ini adalah sejarah," ujar seorang sumber terdekat tim dengan nada penuh kebanggaan. "Untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, kami berhasil meraih gelar juara secara beruntun. Ini adalah momen yang luar biasa bagi tim, pelatih, seluruh staf, dan tentu saja para suporter setia."

Sejak hasil pertandingan di Kediri usai, para suporter tim Bandung, yang dikenal dengan sebutan [BOBOTOH,VIKING], mulai berdatangan ke kawasan Sulanjana untuk merayakan gelar juara bersama para pemain. Pesta spontan ini menjadi luapan kegembiraan atas pencapaian bersejarah tersebut.

Meskipun telah memastikan gelar juara, tim Bandung masih menyisakan tiga pertandingan di kompetisi Liga 1 musim ini. Mereka akan menghadapi Barito Putera, Persita Tangerang, dan Persis Solo di sisa laga.

Tim Bandung mencatatkan diri sebagai tim tercepat kedua yang mengamankan gelar juara Liga 1 setelah Bali United yang meraihnya di pekan ke-30 pada musim 2021-2022.

Berikut adalah catatan tim-tim yang meraih gelar juara Liga 1 di era modern:

 * Bhayangkara FC (2017) - Pekan ke-33

 * Persija Jakarta (2018) - Pekan ke-34

 * Bali United (2019) - Pekan ke-30

 * Bali United (2020/2021) - Pekan ke-33

 * PSM Makassar (2022/2023) - Pekan ke-32

 * Persib Bandung (2023/2024) - Setelah Final Championship Series

 * Persib Bandung (2024/2025) - Pekan ke-31

Perayaan gelar juara di Bandung diperkirakan akan berlangsung meriah seiring dengan kedatangan lebih banyak suporter untuk berbagi kebahagiaan dengan tim kesayangan mereka.

#persib #viking #bobotoh #dedimulyadi #bandungjuara