Iklan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

18 Agu 2025

Meriah! Ribuan Warga Padati Karnaval Desa Lampegan Ibun

 

Meriah! Ribuan Warga Padati Karnaval Desa Lampegan Ibun


Ibun, Bandung – Langit pagi di Desa Lampegan, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, tampak cerah pada Senin (18/8) saat ribuan warga tumpah ruah memadati Lapangan Cikonyal. Mereka berkumpul untuk menyaksikan dan berpartisipasi dalam karnaval desa yang diselenggarakan dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Acara ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kekompakan masyarakat Lampegan.


​Karnaval dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, diawali dengan iring-iringan berbagai macam kreasi unik dari setiap rukun warga (RW). Ada yang menampilkan kostum daur ulang dari sampah plastik, ada pula yang berbusana adat Sunda, bahkan ada kelompok yang membawa miniatur benteng dan tank yang dibuat dari bambu. Sorak sorai dan tawa riang anak-anak hingga orang dewasa menambah semarak suasana.


​Kepala Desa Lampegan, Sutar yang akrab disapa "Oyok," terlihat antusias berada di barisan depan, memimpin langsung arak-arakan. Ia menyapa warganya dengan senyum dan canda, membuat suasana semakin cair dan akrab. Dalam sambutannya, Oyok mengungkapkan rasa bangganya terhadap partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. "Karnaval ini bukan hanya sekadar perayaan, tapi juga ajang silaturahmi dan mempererat persatuan kita sebagai warga Desa Lampegan. Saya sangat bangga melihat kreativitas dan semangat kebersamaan yang luar biasa ini," ujarnya.


​Tak hanya parade kostum, acara juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional, seperti pertunjukan sisingaan dan tarian-tarian dari sanggar lokal. Pedagang UMKM yang menjajakan makanan dan minuman khas desa juga turut meramaikan area sekitar lapangan, menambah nuansa festival yang kental.


​Karnaval Desa Lampegan tahun ini ditutup dengan pengumuman pemenang kreasi terbaik yang dinilai dari sisi kreativitas, kekompakan, dan orisinalitas. Namun, lebih dari sekadar perlombaan, karnaval ini telah berhasil menyatukan hati warga dan menumbuhkan rasa cinta terhadap desa. Semangat kemerdekaan yang dirayakan terasa begitu hidup di setiap sudut Desa Lampepegan.


​#KarnavalDesaLampegan #HUTRI #DesaLampegan #KecamatanIbun #SutarOyok #Bandung #GotongRoyong #IndonesiaMaju

17 Agu 2025

Cicalengka Peringati HUT ke-80 RI dengan Khidmat dan Meriah: Semangat Persatuan Berkobar

 Cicalengka Peringati HUT ke-80 RI dengan Khidmat dan Meriah: Semangat Persatuan Berkobar



Cicalengka, 17 Agustus 2025 — Pagi yang cerah di Kecamatan Cicalengka diselimuti suasana khidmat dan penuh suka cita. Ribuan warga tumpah ruah di Lapangan Sepak Bola SMAN 1 Cicalengka untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Upacara bendera yang berlangsung tertib dan meriah ini menjadi penanda bahwa semangat persatuan dan nasionalisme masih membara kuat di hati masyarakat.

​Upacara dimulai tepat pukul 08.00 WIB, dipimpin langsung oleh Camat Cicalengka, Bapak Dede Syafei, S.Sos., M.Si., yang bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam pidatonya, beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat kemerdekaan dengan berkontribusi aktif dalam pembangunan, terutama di tingkat kecamatan. "Kemerdekaan ini bukan hanya tentang masa lalu, tapi juga tentang masa depan. Mari kita jadikan Cicalengka lebih maju, sejahtera, dan menjadi teladan bagi daerah lain," tegasnya.


​Suasana semakin mengharukan saat Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) mengibarkan bendera Merah Putih. Anggota Paskibraka yang terdiri dari siswa-siswi terbaik di Cicalengka ini, dengan gagah dan penuh konsentrasi, berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna. Lantunan lagu "Indonesia Raya" menggema, diiringi paduan suara yang membuat bulu kuduk berdiri.

​Tak hanya upacara, rangkaian acara peringatan HUT ke-80 RI di Cicalengka juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan. Sehari sebelumnya, Jumat (16/8), digelar kirab budaya yang menampilkan keberagaman seni dan tradisi lokal, termasuk penampilan Rengkong, Bebegig, dan Kuda Renggong yang berhasil memukau ribuan penonton di sepanjang jalan protokol Cicalengka. Malam harinya, panggung hiburan rakyat menyajikan pertunjukan musik dan seni tradisional, menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan.

​Seorang warga, Ibu Wati (54), mengungkapkan kegembiraannya. "Senang sekali bisa melihat langsung upacara dan arak-arakan. Suasananya beda dari tahun-tahun sebelumnya, terasa lebih semarak dan akrab," ujarnya sambil tersenyum.



​Peringatan HUT ke-80 RI di Cicalengka ini tak hanya menjadi seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat tali persaudaraan antarwarga dan meneguhkan komitmen bersama untuk membangun masa depan yang lebih baik. Semoga semangat kemerdekaan ini terus menyala, menginspirasi Cicalengka untuk terus melaju.

​#Cicalengka #HUTRI80 #IndonesiaMaju #CicalengkaJuara #SemangatKemerdekaan #JawaBarat #PeringatanHUTRI

16 Agu 2025

Domba Pamidangan Reksa Pertama Baleendah, Seni Ketangkasan Tradisi yang Memukau


 Domba Pamidangan Reksa Pertama Baleendah, Seni Ketangkasan Tradisi yang Memukau



BALEENDAH, JABAR – Sabtu pagi, 16 Agustus 2025, suasana di arena Pamidangan Reksa Pertama Baleendah, Bandung, terasa begitu hidup. Ratusan warga dari berbagai penjuru memadati lokasi untuk menyaksikan sebuah pertunjukan yang telah menjadi warisan budaya tak benda: seni ketangkasan domba. Acara ini diselenggarakan secara rutin sebagai bagian dari upaya melestarikan tradisi sekaligus ajang silaturahmi bagi para peternak dan penggemar domba Garut.

Seni ketangkasan domba bukan sekadar adu kekuatan fisik, melainkan sebuah demonstrasi keindahan, keunggulan genetik, dan kepiawaian dalam merawat hewan ternak. Dalam ajang ini, domba-domba jantan dari berbagai kelas berat diadu dengan berpasangan, bukan untuk saling melukai, melainkan untuk menunjukkan kelincahan, kekuatan tanduk, dan postur tubuh yang ideal. Setiap pertarungan dinilai oleh juri profesional yang mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari teknik bertarung hingga kondisi fisik domba.


Salah satu momen paling menarik adalah saat Domba Si Jagur, juara bertahan dari kandang Mang Udin, turun ke arena. Sorak sorai penonton langsung pecah begitu Si Jagur mulai beradu tanduk dengan lawannya. Gerakannya yang lincah dan pukulan tanduknya yang mantap menunjukkan mengapa ia begitu dihormati di kalangan penggemar domba. "Ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tapi tentang menjaga martabat dan kualitas domba Garut," ujar Mang Udin dengan bangga.

Acara yang berlangsung meriah ini juga menjadi ajang promosi produk lokal, mulai dari pakan ternak hingga kerajinan tangan khas Jawa Barat. Anak-anak hingga orang tua tampak menikmati setiap momen, dari sorak sorai saat domba beraksi hingga tawa lepas saat menyaksikan tingkah laku domba yang lucu.

Menurut Ketua Panitia, acara ini diharapkan bisa menumbuhkan minat generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian budaya dan sektor peternakan. "Seni ketangkasan domba adalah identitas kita. Dengan acara seperti ini, kita tidak hanya melestarikan tradisi, tapi juga memajukan ekonomi kerakyatan," kata beliau.

Di penghujung hari, semua yang hadir pulang dengan senyum puas. Seni ketangkasan domba di Pamidangan Reksa Pertama Baleendah tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga cerminan dari harmoni antara manusia, alam, dan budaya yang terus dijaga kelestariannya.

Hashtag:

#DombaPamidangan #SeniKetangkasanDomba #Baleendah  #DombaGarut #BudayaIndonesia #WarisanBudaya #TradisiJawaBarat #LestarikanBudaya

Sehat dan Ceria di The Sukaraja City: Ribuan Warga Ikut Sepeda Santai Bersama H. Cucun dan Humaira

Sehat dan Ceria di The Sukaraja City: Ribuan Warga Ikut Sepeda Santai Bersama H. Cucun dan Humaira


SOLOKAN JERUK – Lebih dari 5.000 warga dari berbagai usia memadati The Sukaraja City, Solokan Jeruk, pada Minggu pagi (16/8/2025) untuk mengikuti acara sepeda santai "Sehat dan Ceria" yang diselenggarakan oleh H. Cucun dan Humaira. Acara yang bertujuan untuk mempromosikan gaya hidup sehat dan kebersamaan ini berlangsung meriah, penuh tawa, dan semangat positif.


​Pukul 07.00 WIB, ribuan peserta sudah berkumpul di garis start dengan sepeda yang dihias penuh warna. Udara pagi yang sejuk dan pemandangan hijau di sekitar The Sukaraja City menambah semangat para pesepeda. H. Cucun, dalam sambutannya sebelum melepas peserta, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme warga.


​"Kegiatan ini bukan hanya soal berolahraga, tetapi juga tentang mempererat tali silaturahmi. Mari kita jadikan momen ini untuk membangun kebersamaan dan menjaga kesehatan," ujar H. Cucun.


​Senada dengan H. Cucun, Humaira juga mengajak seluruh peserta untuk menikmati setiap kayuhan sepeda dan bersenang-senang. "Jadikan acara ini sebagai ajang rekreasi sehat bersama keluarga dan teman-teman. Selamat bersepeda, semoga kita semua kembali dengan senyum dan kebahagiaan," tambahnya.


​Rute yang disiapkan panitia sejauh 10 kilometer melintasi beberapa area strategis di sekitar Solokan Jeruk, memungkinkan peserta menikmati pemandangan alam sambil berolahraga. Sepanjang perjalanan, para pesepeda saling menyapa, berfoto bersama, dan menikmati alunan musik yang diputar di beberapa titik.


​Acara tidak berhenti di garis finish. Berbagai hiburan seperti pertunjukan musik, senam massal, dan bazar UMKM lokal menyambut para peserta. Puncak acara adalah pembagian berbagai hadiah menarik seperti sepeda gunung, kulkas, hingga televisi yang membuat suasana semakin meriah. Para pemenang terlihat sangat gembira saat nama mereka diumumkan.

​"Senang sekali bisa ikut acara ini. Selain bisa berolahraga, saya juga beruntung dapat hadiah. Acaranya seru, semoga tahun depan bisa diadakan lagi," kata Rina, salah satu peserta yang berhasil membawa pulang sepeda baru.


​Keberhasilan acara ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat dan keinginan untuk berinteraksi sosial di ruang terbuka. Kolaborasi antara tokoh masyarakat seperti H. Cucun dan Humaira dalam menginisiasi kegiatan positif seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak orang.

​#SepedaSantai #HBCucun #Humaira #TheSukarajaCity #SolokanJeruk #GayaHidupSehat #SepedaSantaiCeria