Iklan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

19 Agu 2025

Kirab Budaya Peringati Hari Jadi Jabar, Bupati KBB Jeje Ritchie Ismail Tampil Memukau

 Kirab Budaya Peringati Hari Jadi Jabar, Bupati KBB Jeje Ritchie Ismail Tampil Memukau


 BANDUNG - Ribuan masyarakat tumpah ruah di sepanjang Jalan Ir. H. Djuanda (Dago) hingga Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (19/8). Mereka antusias menyaksikan kemeriahan Kirab Budaya yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Barat ke-80. Tak hanya menampilkan berbagai seni dan budaya, kirab kali ini juga dihadiri langsung oleh sejumlah kepala daerah. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail.


 Bupati Jeje, yang didampingi sang istri, tampil memukau dengan balutan busana adat Sunda. Jeje mengenakan beskap berwarna hijau lumut yang dipadukan dengan sarung dan iket Sunda. Penampilannya terlihat elegan namun tetap memancarkan aura kepemimpinan yang kharismatik. Sambil tersenyum ramah, ia melambaikan tangan kepada masyarakat yang memadati area kirab. Aksi ini sontak disambut sorak-sorai dan tepuk tangan meriah.


 Kirab Budaya ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan keragaman budaya yang dimiliki Jawa Barat. Di bawah kepemimpinan Gubernur DEDI MULYADI, acara ini berhasil menyatukan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersama-sama merayakan hari jadi. Kehadiran Bupati Jeje Ritchie Ismail tak hanya sebagai perwakilan Kabupaten Bandung Barat, tetapi juga sebagai simbol komitmennya dalam melestarikan budaya lokal.


 "Jawa Barat kaya akan seni dan budaya. Melalui kirab ini, kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa identitas kita sebagai masyarakat Sunda sangat kuat dan harus terus dilestarikan," ujar Bupati Jeje saat ditemui awak media di sela-sela acara. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Bandung Barat untuk bangga dengan warisan leluhur dan terus mendukung upaya pelestarian budaya.


 Partisipasi aktif Bupati Jeje dalam acara sekelas Hari Jadi Provinsi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kepala daerah lainnya. Peran pemimpin tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga menjaga dan memajukan aset tak ternilai berupa budaya. Momen kebersamaan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar kepala daerah yang turut hadir, memperkuat sinergi untuk kemajuan Jawa Barat secara keseluruhan.


 Perayaan Hari Jadi Jawa Barat tahun ini bukan hanya sekadar seremonial. Di balik kemeriahan kirab, terdapat pesan mendalam tentang persatuan, kebanggaan, dan komitmen untuk membangun Jabar yang lebih maju. Kehadiran para pemimpin daerah, termasuk Bupati Jeje, menjadi bukti nyata bahwa semangat ini hidup dan terus bergelora.


 #HariJadiJabar #JawaBarat #KirabBudaya #BandungBarat #BupatiJejeRitchieIsmail #BudayaSunda #WonderfulWestJava

Dr. Rike Dyah Pitaloka, Anggota DPR RI, Hadiri Kirab Budaya Hari Jadi Provinsi Jawa Barat Ditemani Bupati Purwakarta

 Dr. Rike Dyah Pitaloka, Anggota DPR RI, Hadiri Kirab Budaya Hari Jadi Provinsi Jawa Barat Ditemani Bupati Purwakarta


 BANDUNG - Perayaan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat ke-80 semakin meriah dengan kehadiran tokoh-tokoh penting. Salah satunya adalah Dr. Rike Dyah Pitaloka, anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Ia tampak antusias mengikuti Kirab Budaya yang menjadi puncak perayaan, didampingi langsung oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, di Kota Bandung.


 Acara yang dipusatkan di depan Gedung Sate ini menampilkan beragam seni dan budaya dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Selama kirab berlangsung, Dr. Rike Dyah Pitaloka terlihat menikmati setiap pertunjukan, mulai dari tarian tradisional hingga arak-arakan replika kebudayaan khas daerah. Kehadiran tokoh nasional ini menunjukkan komitmen dan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.


 "Saya sangat bangga melihat kekayaan budaya Jawa Barat yang begitu luar biasa. Ini adalah warisan yang harus terus kita jaga dan lestarikan," ujar Dr. Rike Dyah Pitaloka kepada wartawan. Ia juga menambahkan bahwa kirab budaya seperti ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga ajang untuk memperkuat persatuan dan identitas bangsa.


 Sementara itu, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, menyambut baik kehadiran Dr. Rike Dyah Pitaloka. "Kehadiran Ibu Rike menjadi semangat tambahan bagi kita semua, terutama dalam upaya memajukan sektor kebudayaan di Jawa Barat, khususnya di Purwakarta," kata Saepul.


 Interaksi hangat antara Dr. Rike dan Bupati Saepul selama acara menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun dan memajukan potensi daerah. Mereka berdua berbaur dengan masyarakat, menyapa, dan berfoto bersama. Hal ini mencerminkan kedekatan para pemimpin dengan rakyatnya.


 Acara Kirab Budaya ini ditutup dengan berbagai pertunjukan seni, meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta dan penonton. Kehadiran Dr. Rike Dyah Pitaloka dan Bupati Saepul Bahri Binzein menjadi simbol kolaborasi dan komitmen untuk terus memajukan Jawa Barat melalui seni dan budaya.


 #BeritaJabar #HariJadiJabar #KirabBudaya #RikeDyahPitaloka #BupatiPurwakarta #SaepulBahriBinzein #JawaBarat #BudayaIndonesia #GedungSate

Kirab Budaya Hari Jadi Jawa Barat Ke-80: Kang DS Tampil Gagah Kenakan Baju Pangeran Padjadjaran

 Kirab Budaya Hari Jadi Jawa Barat Ke-80: Kang DS Tampil Gagah Kenakan Baju Pangeran Padjadjaran


Bandung – Puncak perayaan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat ke-80 dimeriahkan dengan gelaran Kirab Budaya yang spektakuler di Kota Bandung pada Selasa, 19 Agustus 2025. Acara karnaval yang dimulai dari Gedung Merdeka dan berakhir di Gedung Sate ini menghadirkan kembali nuansa kemegahan kerajaan-kerajaan Sunda di masa lampau.


 Salah satu tokoh yang mencuri perhatian adalah Bupati Bandung Dadang Supriatna, atau yang akrab disapa Kang DS. Tampil gagah menunggangi kuda putih, Kang DS mengenakan kostum Pangeran Padjadjaran berwarna hitam dengan aksen emas yang memesona. Bersama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, kehadiran Kang DS disambut antusias oleh ribuan masyarakat yang memadati sepanjang rute kirab.


 Dalam momen itu, Kang DS menyampaikan rasa bangga dan gembiranya bisa menjadi bagian dari perayaan bersejarah ini. "Saya sangat gembira dan bangga dapat menjadi bagian dari Kirab Budaya Hari Jadi Jawa Barat ini. Ini adalah momen yang luar biasa untuk kita semua," ujarnya. Ia juga menambahkan, "Mengenakan baju Pangeran Sunda dan menunggangi kuda, saya merasa terhubung langsung dengan masa Kerajaan dulu. Semoga acara ini semakin mempererat rasa cinta kita terhadap Jawa Barat."


 Kirab Budaya ini melibatkan sekitar 5.000 peserta, termasuk para kepala daerah, perwakilan desa, seniman, hingga komunitas budaya dari seluruh Jawa Barat. Mereka berjalan kaki, menunggang kuda, dan bahkan menggunakan kereta kencana, menciptakan suasana yang autentik tanpa kendaraan bermotor. Sebanyak 41 ekor kuda memimpin barisan, menambah kesan megah layaknya prosesi kerajaan sungguhan.


 Selain Bupati Bandung, turut hadir dalam rombongan antara lain Wakil Bupati Ali Syakieb, jajaran Forkopimda, para Kepala OPD, dan para Camat di Kabupaten Bandung. Kemeriahan kirab ini tidak hanya menampilkan keberagaman kostum dan atraksi seni tradisional, tetapi juga membawa kembali ingatan masyarakat akan sejarah panjang Jawa Barat yang kaya akan budaya dan tradisi.


 Menurut Kang DS, acara ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kebanggaan masyarakat akan identitas budaya mereka. "Pak Gubernur ingin masyarakat kembali merasakan kebanggaan akan keragaman sejarah dan budaya yang dimiliki Jawa Barat. Dan kita merasakan kemegahan zaman kerajaan saat ini," pungkasnya.


 #KirabBudaya #HariJadiJabar80 #JawaBarat #Jabar #DadangSupriatna #KangDS #Pemerintahan #LensaPublik

18 Agu 2025

​Remisi HUT RI ke-80: 1.942 Warga Binaan Lapas Bandung Dapat 'Potongan' Hukuman, 28 Langsung Hirup Udara Bebas!

 

​Remisi HUT RI ke-80: 1.942 Warga Binaan Lapas Bandung Dapat 'Potongan' Hukuman, 28 Langsung Hirup Udara Bebas!



​Bandung - Sebanyak 1.942 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lapas Kelas IIA Bandung menerima Surat Keputusan (SK) Remisi pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemberian remisi ini menjadi angin segar bagi para narapidana, bahkan 28 di antaranya bisa langsung menghirup udara bebas.

​Pemberian SK Remisi ini diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Bandung, Aly Syakieb. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Lapas Bandung yang berhasil menciptakan lingkungan pembinaan yang positif sehingga para warga binaan bisa mendapatkan remisi.

​Dua Jenis Remisi Diberikan: Remisi Umum dan Remisi Dasawarsa

​Kepala Lapas Kelas IIA Bandung, Ahmad Tohari, menjelaskan bahwa tahun ini ada dua jenis remisi yang diberikan, yaitu remisi umum dan remisi dasawarsa. Remisi umum diberikan dalam rangka memperingati HUT RI, sementara remisi dasawarsa diberikan setiap 10 tahun sekali.

  • Remisi Umum: Diberikan kepada 964 orang dengan pengurangan masa tahanan yang bervariasi, mulai dari satu hingga tiga bulan.
  • Remisi Dasawarsa: Diberikan kepada 978 orang. Perhitungannya adalah seperduabelas dari masa pidana, dengan pengurangan masa tahanan hingga tiga bulan.

​Dari total 1.942 penerima remisi, 28 di antaranya langsung dinyatakan bebas. Ahmad Tohari merinci, 26 narapidana di antaranya bebas murni, sementara dua orang lainnya masih harus menjalani hukuman subsider terkait denda atau perkara tambahan seperti kasus narkoba, korupsi, atau perlindungan anak.

​Remisi Bukan Hak Mutlak, Melainkan Penghargaan

​Ahmad Tohari menegaskan bahwa remisi bukanlah hak mutlak bagi setiap narapidana. Remisi merupakan bentuk penghargaan dari negara atas kedisiplinan dan partisipasi aktif para narapidana dalam program pembinaan.

​"Remisi ini adalah apresiasi atas usaha mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Mereka harus menunjukkan perilaku yang baik selama menjalani masa pidana," ujar Ahmad Tohari.

​Pemberian remisi ini diharapkan dapat memotivasi para narapidana lainnya untuk terus menjalani masa hukuman dengan baik dan menjadi warga yang taat hukum setelah bebas nanti.

#RemisiHUTRI79 #LapasBandung #WargaBinaan #KemerdekaanIndonesia #NarapidanaBebas