Iklan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

25 Sep 2025

ROADSHOW POSYANDU 6 SPM: MASYARAKAT PASEH OPTIMALKAN KESEHATAN DASAR

 

ROADSHOW POSYANDU 6 SPM: MASYARAKAT PASEH OPTIMALKAN KESEHATAN DASAR


PASEH, Kab. Bandung - Kecamatan Paseh kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui kegiatan Roadshow Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Camat Asep Darrajat, S.I.P., M.Si., dan dihadiri oleh Kepala Puskesmas Kecamatan Paseh, serta perwakilan dari Kementerian Kesehatan.

​Acara yang dilaksanakan secara bergiliran di berbagai desa ini bertujuan untuk memastikan setiap warga, terutama ibu dan anak, mendapatkan akses layanan kesehatan dasar yang berkualitas. Fokus utama dari roadshow ini adalah mengoptimalkan fungsi Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat desa.

​Meningkatkan Jangkauan Layanan Esensial 


​Dalam sambutannya, Camat Asep Darrajat menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, puskesmas, dan masyarakat. "Roadshow ini bukan sekadar kunjungan, melainkan upaya kita bersama untuk memastikan 6 SPM Bidang Kesehatan benar-benar terimplementasi. Ini termasuk pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, balita, dan penderita hipertensi serta diabetes," ujarnya.

​Kepala Puskesmas Kecamatan Paseh menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk menyosialisasikan pentingnya pemeriksaan rutin dan imunisasi lengkap. "Posyandu adalah rumah sehat kita di tingkat RW. Dengan roadshow ini, kita bisa menjangkau lebih banyak balita yang belum mendapatkan imunisasi dan mendeteksi dini masalah gizi," tambahnya.

​Kolaborasi dan Partisipasi Aktif Masyarakat 🤝

​Kehadiran perwakilan dari Kementerian Kesehatan juga memberikan semangat baru bagi para kader Posyandu. Mereka memberikan apresiasi atas dedikasi para kader dan partisipasi aktif masyarakat Paseh. "Partisipasi masyarakat adalah kunci keberhasilan program ini. Kami melihat antusiasme yang tinggi dari warga Paseh untuk datang ke Posyandu, dan ini patut dicontoh," kata perwakilan Kemenkes.

​Roadshow ini diharapkan dapat menjadi model bagi kecamatan lain dalam menggerakkan pelayanan kesehatan dasar secara proaktif. Dengan langkah ini, Kecamatan Paseh optimis dapat mencapai target kesehatan nasional dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif.

​#RoadshowPosyandu #KecamatanPaseh #KesehatanMasyarakat #SPMKesehatan #PuskesmasPaseh #AsepDarrajat #IndonesiaSehat

22 Sep 2025

Semarak Lomba Sholawat dan Bazar Meriahkan Akhir Pekan di Desa Rancaekek Wetan

 Semarak Lomba Sholawat dan Bazar Meriahkan Akhir Pekan di Desa Rancaekek Wetan


 Rancaekek Wetan - Suasana penuh berkah dan suka cita menyelimuti Desa Rancaekek Wetan pada Minggu, 21 September 2025. Ratusan warga memadati aula desa untuk menyaksikan sekaligus berpartisipasi dalam Lomba Sholawat yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pokja 1. Acara ini semakin meriah dengan adanya Bazar yang diinisiasi oleh Pokja 2.

 Acara yang berlangsung sejak pagi hari ini dibuka langsung oleh Ibu Kepala Desa Rancaekek Wetan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasinya yang mendalam terhadap antusiasme peserta dan panitia. "Lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ajang untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan mempererat tali silaturahmi antarwarga," ujar beliau.

 Lomba sholawat kali ini diikuti oleh perwakilan dari setiap RW di Desa Rancaekek Wetan. Dengan suara merdu dan penuh penghayatan, para peserta melantunkan sholawat yang tak hanya indah didengar, tetapi juga menenangkan hati. Juri yang terdiri dari tokoh agama dan budayawan setempat tampak kesulitan menentukan pemenang, mengingat kualitas penampilan setiap peserta yang luar biasa.


 "Sangat bangga melihat semangat para peserta, baik anak-anak maupun dewasa. Mereka tampil dengan sangat baik, menunjukkan bahwa tradisi sholawat masih hidup dan lestari di tengah masyarakat kita," kata salah satu juri.


 Selain disuguhkan alunan sholawat yang syahdu, para pengunjung juga dimanjakan dengan aneka produk UMKM lokal di area bazar. Mulai dari makanan ringan, kerajinan tangan, hingga pakaian, semua dijual dengan harga terjangkau. Bazar yang dikelola oleh Pokja 2 ini sukses menarik perhatian dan menjadi magnet tersendiri bagi warga.


 "Bazar ini adalah wujud dukungan kami terhadap produk lokal. Selain memeriahkan acara, kami juga ingin membantu meningkatkan perekonomian para pelaku UMKM di desa kami," jelas koordinator Pokja 2.


 Puncak acara ditutup dengan pengumuman pemenang lomba sholawat. Para juara mendapatkan piala, piagam, dan uang pembinaan. Namun, yang paling berharga dari acara ini adalah semangat kebersamaan dan kegembiraan yang dirasakan seluruh warga. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan untuk terus memperkuat ukhuwah Islamiyah di Desa Rancaekek Wetan.

15 Sep 2025

GR. CIKAWao Bandung Bedas Ngarawat Lembur, Jembatan GR. CIKawaO ResmI Diresmikan

 GR. CIKAWao Bandung Bedas Ngarawat Lembur, Jembatan GR. CIKawaO ResmI Diresmikan


​Pacat – Tanggal 15 September 2025 menjadi momen bersejarah bagi warga Desa Cikawao, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Jembatan GRCikawao, yang menjadi simbol kolaborasi dan gotong royong, resmi diresmikan oleh Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si., didampingi oleh istri beliau, Hj. Humaira Zahrotun Noor, dan anggota DPR RI Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal, M.A.P. Peresmian jembatan ini menjadi puncak dari program “Bandung Bedas Ngarawat Lembur”, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk membangun dan memajukan infrastruktur di pedesaan.

​Jembatan GRCikawao bukan hanya sekadar struktur fisik yang menghubungkan dua sisi sungai, tetapi juga representasi dari semangat kebersamaan. Jembatan ini dibangun berkat sinergi luar biasa antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Dana untuk pembangunan sebagian besar berasal dari program pemerintah daerah yang disalurkan melalui aspirasi anggota DPR RI.

Bupati Dadang Supriatna dalam sambutannya menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. "Jembatan ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk terus memajukan wilayah pedesaan. Dengan adanya akses yang lebih baik, pergerakan barang dan jasa akan semakin lancar, sehingga dapat meningkatkan pendapatan warga," ujarnya. Beliau juga mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan ini, yang menjadi cerminan dari filosofi “Sabilulungan”.

​Sementara itu, Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal menambahkan bahwa peresmian jembatan ini merupakan wujud nyata dari program “Bandung Bedas Ngarawat Lembur” yang digagas oleh beliau bersama pemerintah Kabupaten Bandung. "Program ini lahir dari kepedulian kami untuk merawat dan membangun desa-desa di Kabupaten Bandung. Kami percaya, kemajuan sebuah daerah berawal dari kemajuan desanya," jelasnya. Ia juga berharap jembatan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat dan dijaga dengan baik.

​Peresmian diakhiri dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh ketiga tokoh tersebut, disaksikan oleh ribuan warga yang antusias. Setelah peresmian, jembatan ini langsung digunakan oleh warga dan menjadi jalur vital baru bagi aktivitas sehari-hari.

#JembatanGRCikawao #BandungBedas #NgarawatLembur #Pacet #DadangSupriatna #CucunAhmadSyamsurijal #HjHumairaZahrotunNoor #KabupatenBandung #BeritaBandung

12 Sep 2025

DPRD Jabar Gencarkan Sosialisasi Perda, Jaring Aspirasi Warga Kabupaten Bandung

  DPRD Jabar Gencarkan Sosialisasi Perda, Jaring Aspirasi Warga Kabupaten Bandung

Bandung — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Dra. Hj. Tia Fitriani, dari Fraksi Nasdem, Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Bandung, aktif menyelenggarakan sosialisasi peraturan daerah (perda) tahun sidang 2024-2025. Kegiatan ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi mengenai perda kepada masyarakat serta menyerap aspirasi mereka secara langsung.


​Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di GOR Desa Gunung Leutik, hari ini. Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di wilayah tersebut, termasuk Kepala Desa Gunung Leutik, Kepala Desa Sarimahi, dan Kepala Kecamatan Kertasari,Kepala Desa Mekar laksana,Kepala Desa Pakutandang,Kepala Kecamatan Ciparay .Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah desa terhadap inisiatif DPRD Provinsi Jawa Barat.



​Dalam agenda sosialisasi yang digelar di berbagai titik di Kabupaten Bandung, Hj. Tia Fitriani menjelaskan secara rinci beberapa perda yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pemahaman yang baik tentang perda sangat penting agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan pengawasan kebijakan pemerintah.


​"Perda dibuat untuk kepentingan masyarakat, jadi penting sekali bagi kami untuk turun langsung ke lapangan, menjelaskan isi perda, dan mendengar masukan dari warga," ujar Hj. Tia Fitriani. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah provinsi.


​Salah satu perda yang menjadi fokus utama dalam sosialisasi ini adalah Perda terkait Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Hj. Tia Fitriani menekankan pentingnya regulasi ini untuk memastikan kesejahteraan petani di Kabupaten Bandung yang mayoritas berprofesi di sektor pertanian. Selain itu, sosialisasi juga menyentuh Perda mengenai Pelayanan Publik dan Perda mengenai Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).


​"Kami berharap dengan sosialisasi ini, masyarakat tidak hanya tahu, tetapi juga bisa memanfaatkan keberadaan perda untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," tambahnya.


​Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga yang hadir. Mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan berbagai permasalahan dan harapan, mulai dari infrastruktur jalan, bantuan modal usaha, hingga keluhan tentang layanan publik. Aspirasi yang terkumpul akan menjadi bahan pertimbangan bagi Hj. Tia Fitriani untuk diperjuangkan dalam rapat-rapat di DPRD Provinsi Jawa Barat.


​Di akhir acara, Hj. Tia Fitriani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih maju dan sejahtera.


​Hashtag Populer:

  • #DPRDJabar
  • #TiaFitriani
  • #SosialisasiPerda
  • #KabupatenBandung
  • #FraksiNasdem
  • #JabarJuara
  • #AspirasiWarga
  • #PerlindunganPetani