Iklan

14 Okt 2025

Terobosan Transparan: H. Dadang M. Naser Kawal Ketat Mekanisme Distribusi Pupuk Bersubsidi Lewat PPTS, Petani Tak Lagi Khawatir!

 Terobosan Transparan: H. Dadang M. Naser Kawal Ketat Mekanisme Distribusi Pupuk Bersubsidi Lewat PPTS, Petani Tak Lagi Khawatir!




Bandung, 13 Oktober 2025– Polemik kelangkaan dan penyaluran pupuk bersubsidi yang sering menghantui petani di berbagai daerah kini mulai menemukan titik terang dengan diterapkannya mekanisme baru, yaitu melalui Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS). Sosialisasi dan pengawasan ketat terhadap sistem ini mendapat dukungan penuh dari tokoh nasional, H. Dadang M. Naser, S.H., S.I.P., M.IPOL, yang menekankan pentingnya akuntabilitas dan kecepatan distribusi pupuk sampai ke tangan petani yang berhak.

​Digitalisasi dan Titik Serah: Kunci Tepat Sasaran

​Dalam diskusi publik mengenai ketahanan pangan, H. Dadang M. Naser menyatakan bahwa mekanisme PPTS adalah langkah revolusioner yang disiapkan untuk memangkas rantai birokrasi yang panjang dan rentan penyimpangan. PPTS, yang merupakan entitas pengecer, Gapoktan, Pokdakan, atau Koperasi yang telah ditunjuk dan terikat kontrak, berfungsi sebagai ujung tombak penyaluran pupuk bersubsidi langsung ke petani.

​"Sistem penyaluran pupuk bersubsidi telah bertransformasi total," ujar H. Dadang M. Naser. "Dengan skema PPTS ini, Pupuk Indonesia (Persero) bertanggung jawab penuh memastikan pupuk sampai ke titik serah. Digitalisasi melalui aplikasi seperti i-Pubers menjadi kunci utamanya."

​Mekanisme Distribusi Pupuk Bersubsidi pada PPTS

​Mekanisme ini dirancang untuk memastikan setiap kilogram pupuk bersubsidi diterima oleh petani yang terdaftar dalam sistem, sesuai dengan alokasi yang ditetapkan.

  1. Penetapan PPTS: Entitas (Pengecer, Gapoktan, dsb.) mendaftar dan diseleksi ketat untuk ditunjuk sebagai PPTS, menjamin hanya pihak yang kredibel yang menyalurkan.
  2. Pemesanan Digital (i-Pubers): PPTS melakukan input pemesanan pupuk ke Pelaku Usaha Distribusi (PUD) melalui aplikasi i-Pubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi). Sistem ini terhubung langsung dengan data petani penerima di e-Alokasi.
  3. Pengiriman dan Pengawasan: PUD membuat Perjanjian Kerja Sama Pengiriman (PKP) dan Surat Jalan, lalu mengirim pupuk ke PPTS. Pupuk Indonesia Group menjamin ketepatan jumlah dan waktu pengiriman ke titik serah ini.
  4. Penebusan oleh Petani: Petani yang terdaftar dapat menebus pupuk bersubsidi di PPTS hanya dengan menunjukkan KTP asli. Data penebusan ini langsung tercatat dan tervalidasi secara digital di aplikasi i-Pubers. Tidak ada lagi penebusan yang tidak tercatat, meminimalisir praktik penyelewengan.

​"Setiap penebusan tercatat secara digital. Ini adalah bentuk transparansi dan akuntabilitas yang mutlak," tegas H. Dadang M. Naser, menyoroti peran aplikasi i-Pubers sebagai 'penjaga gawang' distribusi.

​Mendorong Kemandirian dan Pengawasan Masyarakat

​H. Dadang M. Naser juga menekankan bahwa keberhasilan mekanisme PPTS sangat bergantung pada peran aktif semua pihak, terutama petani dan pengawas daerah.

​"Tugas kita semua, baik pemerintah daerah, penyuluh, dan terutama petani, adalah mengawal mekanisme ini," katanya. "Jika ada ketidakberesan di tingkat PPTS, segera laporkan. Sistem ini dirancang untuk mempermudah, bukan mempersulit. Tujuan akhir kita adalah swasembada pangan yang berkelanjutan dengan dukungan pupuk yang Tepat Jenis, Tepat Jumlah, Tepat Harga, Tepat Tempat, Tepat Waktu, dan Tepat Mutu."

​Mantan Bupati [Jika Ada, Sebutkan Jabatan Terakhir/Signifikan Ybs] ini berharap mekanisme PPTS yang didukung digitalisasi ini dapat menjadi solusi permanen atas masalah distribusi pupuk bersubsidi. Dengan pengawasan dari tokoh-tokoh yang berkomitmen seperti H. Dadang M. Naser, optimisme petani untuk mendapatkan pupuk tepat waktu dan tepat sasaran kian meningkat.

#PupukBersubsidi #PPTS #iPubers #H_DadangMNaser #DistribusiPupuk #PetaniMaju #KetahananPangan #ViralNews

H. Cucun Syamsurizal Resmikan Sosialisasi Keuangan Haji BPKH: Transparansi & Masa Depan Dana Jamaah

 H. Cucun Syamsurizal Resmikan Sosialisasi Keuangan Haji BPKH: Transparansi & Masa Depan Dana Jamaah


Bandung, 11 Oktober 2025 – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) hari ini sukses menggelar acara sosialisasi besar-besaran mengenai pengelolaan keuangan haji di Bandung. Acara ini secara resmi dibuka dan diresmikan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI, H. Cucun Syamsurizal, yang menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat


​Dalam sambutannya yang berapi-api, H. Cucun Syamsurizal mengapresiasi langkah proaktif BPKH dalam mengedukasi masyarakat, khususnya calon jamaah haji, mengenai kemana dana setoran awal mereka dialokasikan dan dikembangkan.


​"Dana haji adalah amanah besar, dan BPKH memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menjaganya, tetapi juga mengembangkannya secara syar'i dan optimal," ujar H. Cucun di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari perwakilan Kementerian Agama, tokoh masyarakat, dan calon jamaah haji.


Inovasi & Keseimbangan Investasi


​Kepala Badan Pelaksana BPKH, dalam paparannya, menjelaskan bahwa saat ini portofolio investasi dana haji mencakup berbagai instrumen, mulai dari surat berharga syariah negara (SBSN) hingga investasi langsung di sektor-sektor yang mendukung ekosistem perhajian.


​"Kami fokus pada investasi yang tidak hanya memberikan imbal hasil yang baik untuk menekan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) di masa depan, tetapi juga yang mendukung langsung kemaslahatan jamaah, misalnya pada sektor akomodasi dan transportasi haji," jelasnya.


​Peserta sosialisasi diberikan kesempatan untuk melihat langsung simulasi proyeksi keuangan haji, yang menunjukkan bagaimana dana tunggu mereka bekerja dan menghasilkan return untuk menutupi selisih biaya riil haji. Hal ini disambut baik oleh para calon jamaah yang merasa lebih tenang dan yakin setelah mendapatkan penjelasan komprehensif.


Pesan Kunci: Edukasi Adalah Kunci Kepercayaan


​Peresmian sosialisasi oleh H. Cucun Syamsurizal ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan edukasi keuangan haji yang akan dilaksanakan secara masif di berbagai daerah. Ia berharap, dengan semakin terbukanya informasi pengelolaan dana, kepercayaan masyarakat terhadap BPKH akan semakin meningkat.


​"Kami di DPR akan terus mengawal dan memastikan bahwa setiap rupiah dana haji dikelola dengan hati-hati dan profesional. Sosialisasi seperti ini adalah fondasi untuk membangun kepercayaan. Edukasi adalah kunci," tutup H. Cucun Syamsurizal, sembari mengajak masyarakat untuk aktif mencari tahu mengenai pengelolaan keuangan haji.


​Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, menandakan kesuksesan BPKH dan Komisi VIII DPR RI dalam upaya transparansi keuangan haji.

#KeuanganHajiBPKH

#TransparansiDanaHaji

#SosialisasiBPKH

#HajiAmanah

#H_CucunSyamsurizal

#DanaHajiUntukUmat

9 Okt 2025

Gaspol Ekonomi Desa! Kang DS Pastikan Koperasi Merah Putih Rancaekek & Solokan Jeruk Siap Jadi Motor Penggerak Sejahtera

 

Gaspol Ekonomi Desa! Kang DS Pastikan Koperasi Merah Putih Rancaekek & Solokan Jeruk Siap Jadi Motor Penggerak Sejahtera


Roadshow Intensif Bupati Bandung, Fokus Utama: Kesiapan Bisnis Koperasi Merah Putih

KABUPATEN BANDUNG – Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna, S.IP M.Si yang akrab disapa Kang DS, tak henti-hentinya turun langsung ke lapangan. Dalam rangka mempercepat akselerasi program ekonomi kerakyatan, Kang DS menggelar Kunjungan Kerja dan Rapat Koordinasi intensif bersama jajaran pengurus Koperasi Merah Putih (KMP) di dua kecamatan, yaitu Rancaekek dan Solokan Jeruk.


​Kunjungan ini merupakan bagian dari roadshow maraton Bupati ke 31 kecamatan di Kabupaten Bandung, memastikan setiap KMP memiliki peta jalan bisnis yang jelas dan berkelanjutan. Fokus utama pertemuan adalah memonitor, mengevaluasi, serta memberikan solusi konkret terhadap kendala operasional yang dihadapi KMP di tingkat desa.


Sinergi Program Nasional dan Daerah: Koperasi Kunci Kemandirian


​Dalam arahannya, Kang DS menegaskan bahwa KMP bukan sekadar unit simpan pinjam, melainkan harus menjadi pusat ekonomi desa yang mampu bersinergi dengan program strategis, termasuk potensi pasokan untuk program skala besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).


​"Saya ingin memastikan Koperasi Merah Putih di Rancaekek dan Solokan Jeruk benar-benar sehat. Kebutuhan sembako dan logistik untuk program-program besar itu nilainya fantastis, bisa mencapai triliunan rupiah perputaran uangnya di Kabupaten Bandung. Peluang ini harus ditangkap oleh KMP," tegas Kang DS di hadapan para Kepala Desa, Ketua Koperasi, dan anggota.


​Bupati Bedas ini menekankan pentingnya Business Plan (Rencana Bisnis) yang matang sebagai syarat utama agar KMP dapat mengakses permodalan dari Bank Himbara dan tumbuh menjadi entitas bisnis yang kuat. Ia juga mengapresiasi desa-desa yang telah menunjukkan inisiatif dengan menjalankan unit usaha KMP, seperti penyediaan sembako, pasokan sayuran, dan jasa lainnya, bahkan sebelum mendapatkan suntikan modal besar.


Tantangan dan Solusi Langsung di Lapangan


​Dalam sesi dialog, berbagai kendala, mulai dari persoalan legalitas, mekanisme pengadaan, hingga tantangan SDM, disampaikan langsung oleh pengurus KMP. Dengan sigap, Kang DS bersama jajaran Dinas Koperasi dan UKM (Diskoperindag) memberikan solusi serta instruksi tegas kepada para Camat dan Kepala Desa untuk aktif melakukan pendampingan.


​"Para Camat dan Kepala Desa adalah garda terdepan. Pastikan koperasi berjalan transparan dan profesional. Jika KMP di desa kita sehat, maka ekonomi masyarakat akan langsung terangkat. Ini adalah wujud nyata gotong royong dan kemandirian ekonomi dari desa untuk Indonesia," pungkas Kang DS.


​Kunjungan kerja ini tidak hanya membangkitkan semangat pengurus KMP di Rancaekek dan Solokan Jeruk, tetapi juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung di bawah kepemimpinan Kang DS untuk menjadikan ekonomi kerakyatan sebagai fondasi pembangunan daerah.

#KangDS #BupatiBandung #DadangSupriatna #Bedas #KoperasiMerahPutih #EkonomiDesa #Rancaekek #SolokanJeruk #JabarJuara #EkonomiKerakyatan #RoadshowBupati

5 Okt 2025

Hajat Lembur Desa Bumiwangi, Gerak Jalan Sehat Jadi Ajang Guyub Rukun Warga

 Hajat Lembur Desa Bumiwangi, Gerak Jalan Sehat Jadi Ajang Guyub Rukun Warga



BUMI WANGI, - Kemeriahan membalut Desa Bumiwangi dalam acara Hajat Lembur yang berlangsung meriah pada Sabtu, (4/10/2025). Acara tahunan ini menjadi momentum penting bagi seluruh warga untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan mempererat tali persaudaraan.

Dipimpin langsung oleh Kepala Desa Lukmanul Hakim, S.Ag., acara Hajat Lembur tahun ini dibuka dengan kegiatan utama yang sangat dinanti-nantikan: gerak jalan sehat. Ribuan peserta, mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia, tumpah ruah di jalanan desa. Mereka tampak antusias mengikuti rute yang telah disiapkan, sambil menikmati pemandangan alam Bumiwangi yang asri.

"Hajat Lembur ini bukan sekadar acara seremonial, tapi menjadi wadah bagi kita semua untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan," ujar Kepala Desa Lukmanul Hakim, S.Ag., dalam sambutannya sebelum melepas peserta gerak jalan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran, yang menjadi salah satu tujuan dari kegiatan ini.

Sepanjang perjalanan, gelak tawa dan canda mengiringi langkah para peserta. Tak hanya sehat, gerak jalan ini juga menjadi ajang promosi bagi produk-produk UMKM lokal yang membuka stan di sepanjang rute.

Setelah menyelesaikan gerak jalan, acara dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional, seperti Jaipong dan rampak kendang. Pembagian doorprize dengan hadiah-hadiah menarik, termasuk sepeda, kulkas, dan peralatan elektronik lainnya, menjadi puncak kemeriahan yang membuat warga semakin bersemangat.

Hajat Lembur Desa Bumiwangi tahun ini benar-benar mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang terus hidup di tengah masyarakat. Kehadiran Kepala Desa Lukmanul Hakim yang berbaur langsung dengan warga semakin menambah suasana hangat dan akrab.

Acara ditutup dengan doa bersama, sebagai wujud syukur atas rezeki dan keharmonisan yang telah diberikan. Seluruh warga berharap, tradisi Hajat Lembur ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya, menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah kunci kemajuan desa.

#HajatLemburBumiwangi #GerakJalanSehat #DesaBumiwangi #LukmanulHakim #KebersamaanWarga #BudayaLokal #GotongRoyong