Iklan

6 Nov 2025

HEBOH! Wakil Bupati Bandung 'Jemput Bola' di Reses Dr. Praniko: Warga Cimekar Langsung Dapat Jaminan Ini!

 HEBOH! Wakil Bupati Bandung 'Jemput Bola' di Reses Dr. Praniko: Warga Cimekar Langsung Dapat Jaminan Ini!


 BANDUNG - Desa Cimekar, Kecamatan  Cileunyi, Kabupaten Bandung mendadak jadi pusat perhatian. Pasalnya, kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2025 yang diadakan anggota DPRD Fraksi Gerindra Dapil 3, Dr. Praniko Imam Sagita, S.H., M.H., dihadiri langsung oleh pejabat kelas A: Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb!


 Acara yang dipandu langsung oleh Kepala Desa Cimekar, Bapak Iwan Darmawan, ini benar-benar terasa istimewa. Biasanya reses hanya dihadiri anggota dewan dan jajaran desa, tapi kali ini warga Cimekar bisa curhat langsung ke dua pucuk pimpinan sekaligus: wakil dari legislatif (Kang Praniko) dan wakil dari eksekutif (Wabup Ali Syakieb).


 "Ini momen langka, Bapak-Ibu. Kita punya Kang Praniko yang ahli hukum dan siap mengawal dari sisi Perda, dan hari ini kita kedatangan langsung Bapak Wakil Bupati yang siap mengawal dari sisi anggaran dan eksekusi. Jadi, curhatnya harus yang tuntas ya!" buka Kades Iwan Darmawan yang disambut gelak tawa warga.


 Warga Tak Sungkan, Curhat Langsung ke Wabup!


 Suasana yang santai membuat warga tidak lagi canggung. Mereka memanfaatkan kehadiran Wakil Bupati untuk menyampaikan keluhan yang butuh penanganan super cepat dan anggaran besar.


 Keluhan yang paling mendominasi di Cimekar ternyata masih berkutat pada masalah infrastruktur dan tata ruang, seperti:


 Drainase Total: Warga meminta agar sistem drainase di beberapa RW diperbaiki secara total, karena sedikit hujan saja bisa membuat jalanan becek dan banjir lokal.


 Sertifikasi dan Legalitas Aset: Mengingat latar belakang Kang Praniko sebagai doktor hukum, warga banyak bertanya soal percepatan pengurusan sertifikat tanah dan bagaimana mengatasi masalah legalitas aset warisan.


 Akses Program Pemda: Permintaan agar program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat, khususnya untuk pemuda dan UMKM, bisa lebih mudah diakses tanpa birokrasi yang panjang.


 Kang Praniko Ajak Wabup "Eksekusi Cepat"


 Melihat tumpukan keluhan, Dr. Praniko Imam Sagita menegaskan bahwa kehadirannya bersama Wakil Bupati adalah sinyal komitmen kolaborasi yang serius.


 "Ini namanya 'jemput bola' yang sesungguhnya. Kalau cuma saya yang dengar, nanti prosesnya harus saya sampaikan ke Pemda. Tapi karena hari ini Bapak Wakil Bupati hadir, artinya janji dan solusi hari ini bisa langsung kita kawal bareng-bareng untuk segera dieksekusi," ujar Kang Praniko.


 Respons dari Wakil Bupati Ali Syakieb pun tak kalah tegas. Beliau memastikan bahwa semua masukan dari Cimekar akan menjadi prioritas.


 "Semua aspirasi yang butuh anggaran, terutama soal drainase dan infrastruktur dasar, akan saya pastikan masuk dalam perencanaan dan segera dieksekusi di tahun ini juga. Kami datang ke sini untuk memberikan jaminan bahwa Pemkab Bandung serius melayani rakyat. Terima kasih Kang Praniko sudah memfasilitasi pertemuan penting ini," tutup Wabup Ali Syakieb.


 Reses di Cimekar ini sukses besar, membuktikan bahwa sinergi antara DPRD dan Pemkab Bandung berjalan optimal, membuat harapan warga berpotensi menjadi kenyataan lebih cepat!

5 Nov 2025

"Pak Dewan" Gerindra Dapil 4 Digeruduk Warga Jelegong, Curhatan PJU dan Jalan Rusak Langsung Ditampung!

"Pak Dewan" Gerindra Dapil 4 Digeruduk Warga Jelegong, Curhatan PJU dan Jalan Rusak Langsung Ditampung!



Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung kembali "turun gunung" menyerap aspirasi warga. Kali ini, giliran Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, yang kedatangan Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra Dapil 4, Bapak Dedi Saepudin Rohman, S.H., dalam agenda Reses Sidang I Tahun 2025.


​Acara yang digelar di Gedung Serbaguna Desa Jelegong ini berlangsung santai namun serius. Dihadiri lengkap mulai dari Kepala Desa Jelegong Bapak Anen, para tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga perangkat keamanan setempat seperti Babinsa Pelda Raji dan Bhabinkamtibmas Aipda Deden.


​Warga Sudah Rasakan Manfaat, Tapi...


​Kepala Desa Jelegong, Bapak Anen, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi. Ia menyebut, aspirasi yang sudah dititipkan ke "Pak Dewan" Dedi ini sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh warga. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua LPMD, H. Atep, yang berterima kasih dan mempersilakan masyarakat untuk langsung "curhat" terkait pembangunan desa.


​Nah, sesi yang paling ditunggu-tunggu adalah saat warga secara terbuka menyampaikan unek-unek mereka. Aspirasi yang paling banyak disorot adalah mengenai perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU), kondisi drainase yang mampet, dan perbaikan jalan di wilayah Jelegong yang mulai rusak.


​Janji "Pak Dewan": Aspirasi Jelas Langsung Action



​Anggota DPRD Dedi Saepudin Rohman, S.H., merespons masukan warga dengan serius. Beliau menekankan bahwa reses adalah momen penting bagi anggota dewan untuk menjalankan fungsi utamanya, yaitu menjaring program pembangunan dan menampung aspirasi yang harus jelas dan terukur agar bisa ditindaklanjuti.


​"Terima kasih atas seluruh aspirasi yang disampaikan, terutama soal PJU, drainase, dan perbaikan jalan. Saya janji, ini akan langsung kita sampaikan dan upayakan agar segera ditindaklanjuti oleh pemerintah terkait," ujar Dedi setelah acara.


​Di sisi lain, Bhabinkamtibmas Aipda Deden dan Babinsa Pelda Raji sempat memberikan informasi menarik. Keduanya menginformasikan layanan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang kini sudah bisa dilakukan secara online langsung melalui Polda, sekaligus mengapresiasi dukungan dewan terhadap keamanan wilayah.


​Intinya, pertemuan ini kembali menegaskan komitmen Dedi Saepudin Rohman dan Fraksi Gerindra untuk membawa aspirasi masyarakat dari Jelegong langsung ke meja pemerintah, demi kemajuan dan kenyamanan desa. Warga Jelegong kini menantikan realisasi cepat untuk perbaikan PJU dan jalan di lingkungan mereka.


#dprd #kabupatenbandung #gerindra #dadangsupriatna

Geger di Ibun: Bukan Sekadar Janji, Dadang Hermawan 'Kunci' Masalah Kritis Warga yang Terpendam Selama Setahun!

 Geger di Ibun: Bukan Sekadar Janji, Dadang Hermawan 'Kunci' Masalah Kritis Warga yang Terpendam Selama Setahun!


 Kabupaten Bandung – Masa reses I tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan, Dadang Hermawan, S.Sos, di Kantor Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Ibun pada Selasa (4/11/2025), berubah menjadi forum "penguncian" masalah mendesak yang selama ini belum terjamah oleh kebijakan.


 Antusiasme warga Ibun begitu tinggi, memadati aula Kantor PAC sejak siang hari, menunjukkan betapa pentingnya kesempatan tatap muka langsung ini. Mereka datang membawa catatan keluhan dan harapan yang telah lama tersimpan. Berbeda dengan reses sebelumnya, agenda kali ini disebut-sebut lebih fokus pada pemetaan solusi jangka pendek dan menengah, bukan sekadar menampung keluhan.


 Infrastruktur Mendominasi, Ekonomi Warga Jadi 'Bom Waktu'

 Aspirasi yang disampaikan didominasi oleh dua isu utama yang saling berkaitan: perbaikan infrastruktur jalan pertanian yang vital bagi mobilitas hasil bumi, serta peningkatan modal usaha bagi pelaku UMKM lokal yang terhambat permodalan pasca-pandemi.


 "Jalan di  Desa Pangguh Jalur Utama sudah bertahun-tahun rusak parah, Pak. Kami kesulitan membawa hasil panen, otomatis harga jual kami jatuh," ungkap Ibu Tati (54), seorang perwakilan kelompok tani, dengan nada penuh harap.


 Namun, kejutan terbesar muncul ketika seorang tokoh masyarakat Ibun memaparkan data mengenai rendahnya serapan tenaga kerja lokal di kawasan industri terdekat. Hal ini memicu diskusi panas, di mana Dadang Hermawan, yang akrab disapa Kang Dadang, langsung mencatat temuan ini sebagai "Masalah Kritis Terpendam."


 "Ini adalah data yang harus kita tindaklanjuti segera. Bukan hanya soal jalan atau bantuan langsung, tetapi bagaimana kita memastikan anak-anak Ibun punya akses prioritas ke lapangan kerja di wilayahnya sendiri. Ini kunci keberlanjutan ekonomi," ujar Kang Dadang, merespons temuan tersebut.


 Komitmen Reses: Janji Bukan di Atas Kertas

 Menanggapi "banjir" aspirasi dan temuan kritis tersebut, Dadang Hermawan memastikan bahwa hasil reses ini tidak akan berakhir sebagai tumpukan laporan. Ia berjanji akan menggunakan kewenangannya di Komisi C Bidang Pembangunan untuk melakukan langkah konkret.


 "Saya akan segera berkoordinasi dengan Dinas terkait untuk percepatan penetapan anggaran perbaikan jalan pertanian yang mendesak. Khusus mengenai penyerapan tenaga kerja, saya akan memfasilitasi pertemuan antara pihak industri, Disnaker, dan perwakilan pemuda Ibun dalam waktu dekat," tegasnya.


 Kang Dadang menekankan bahwa reses perdananya di tahun 2025 ini bertujuan untuk mengunci permasalahan strategis yang benar-benar dirasakan warga, memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang diusulkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat Ibun.


 “Warga Ibun tidak hanya butuh didengar, tapi juga butuh bukti nyata. Kami pulang membawa PR besar, dan kami siap mempertanggungjawabkan setiap aspirasi ini,” tutupnya, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.


 Penulis: Tim Redaksi

31 Okt 2025

Perbaikan Ulang Pengaspalan Jalan di Desa Sarimahi Selesai, Warga Mengapresiasi Peningkatan Kualitas

 Perbaikan Ulang Pengaspalan Jalan di Desa Sarimahi Selesai, Warga Mengapresiasi Peningkatan Kualitas



Desa Sarimahi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung — 30 Oktober 2025

Wartawan lapangan / Kontrol sosial


Pekerjaan perbaikan ulang (rekondisi) pengaspalan jalan yang sempat menuai keluhan warga di RW 14 dan RW 04 Desa Sarimahi, Kecamatan Ciparay, kini telah rampung. Penyelesaian pekerjaan ini disambut lega oleh masyarakat setempat yang mengharapkan kualitas dan ketahanan jalan menjadi lebih baik dibandingkan pelaksanaan awal yang dinilai kurang memuaskan.


Pengerjaan ulang dilakukan setelah warga melaporkan kerusakan berupa pengelupasan aspal dan permukaan yang cepat rusak, terutama setelah hujan. Menurut keterangan Kepala Desa Sarimahi, H. Yusup S.IP, pemerintahan desa bersama pelaksana proyek menindaklanjuti keluhan tersebut dengan memperketat pengawasan dan memastikan penggunaan material sesuai standar.



“Kami meminta pelaksana untuk mengevaluasi dan melakukan perbaikan ulang dengan pengawasan ketat. Pengerjaan ulang ini adalah komitmen kami untuk memberikan infrastruktur yang layak bagi masyarakat,” Ujar H. Yusup S.IP.


Keluhan warga berawal dari kondisi pengaspalan yang dianggap tidak awet dan menyebabkan ketidaknyamanan saat hujan karena permukaan menjadi licin dan rawan berlubang. Salah seorang warga RW 04, Bapak Wawan Kurniawan, menyatakan kekecewaannya pada tahap awal pelaksanaan, namun mengapresiasi tindakan perbaikan yang dilakukan belakangan.


“Awalnya kecewa karena aspal cepat rusak, tapi sekarang sudah jauh lebih baik,” ungkap Wawan.


Proses perbaikan ulang difokuskan pada titik-titik yang sebelumnya bermasalah di kedua RW tersebut. Sumber dari pemerintahan desa menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi cuaca, kesiapan lapangan, serta evaluasi teknis terhadap pengerjaan sebelumnya. Pihak pelaksana diminta melakukan rekondisi pada lapisan yang bermasalah dan memastikan kualitas material serta teknik penghamparan yang tepat.


Pelaksanaan pekerjaan dilakukan dalam beberapa hari terakhir dan kini ruas jalan yang direkondisi dapat dilalui dengan mulus. Ketua RW 14, Bapak Dadang Ahmad, menyampaikan bahwa warga menyambut baik selesainya perbaikan dan berharap infrastruktur baru ini bertahan lama jika dijaga bersama.


“Kami bersyukur jalan sudah mulus kembali dan akan menjaga agar tidak cepat rusak,” Ujar Dadang .


Respons cepat dari pemerintah desa mendapat apresiasi dari sebagian warga sebagai bentuk kepekaan terhadap aspirasi masyarakat. Sementara itu, beberapa warga berharap agar pengawasan serupa diterapkan pada proyek-proyek infrastruktur berikutnya agar masalah serupa tidak terulang. Kekhawatiran utama warga adalah agar pekerjaan tidak hanya bersifat sementara, melainkan tahan terhadap kondisi cuaca dan penggunaan kendaraan sehari-hari.


Pihak desa menegaskan bahwa perbaikan ulang ini juga disertai upaya sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan drainase dan saluran air di sepanjang jalan. Menurut Kepala Desa, perawatan lingkungan dan kebersihan drainase merupakan bagian penting agar kualitas aspal tidak cepat tergerus oleh genangan dan aliran air saat musim hujan.


Sejumlah dokumentasi lapangan memperlihatkan kondisi jalan sebelum dan sesudah perbaikan. Pada tahap awal terdapat beberapa titik dengan permukaan mengelupas dan genangan di area rendah. Setelah rekondisi, permukaan jalan tampak lebih merata dan rapi secara visual, meski warga tetap mengamati perkembangan performa jalan dalam beberapa bulan ke depan.


Kasus pengaspalan yang perlu dilakukan perbaikan ulang bukanlah fenomena baru di beberapa daerah. Faktor-faktor yang sering disebut sebagai penyebab antara lain kualitas material, teknik pelaksanaan, pengaruh cuaca saat pekerjaan berlangsung, serta perencanaan drainase yang kurang memadai. Namun, dalam konteks Desa Sarimahi, pihak desa menekankan bahwa tindak lanjut yang cepat dan pengawasan lapangan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.


Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Desa Sarimahi menyatakan akan meminta laporan evaluasi tertulis dari pelaksana proyek mengenai penyebab kerusakan awal dan rekomendasi teknis untuk pemeliharaan berkala. Langkah administratif seperti ini diharapkan memberi dasar bagi pengambilan keputusan pada proyek-proyek berikutnya.


Warga lokal juga menekankan peran gotong royong dalam menjaga kualitas jalan. Ketua RW dan pengurus lingkungan menyatakan akan menggalakkan patroli kebersihan dan pengawasan saluran air secara berkala agar struktur jalan tidak cepat rusak akibat penyumbatan dan genangan. Harapan bersama adalah bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintahan desa, dan pelaksana proyek akan memperpanjang umur infrastruktur yang telah diperbaiki.


Penutupan: Selesainya perbaikan ulang pengaspalan di RW 14 dan RW 04 Desa Sarimahi menjadi indikator respons yang positif dari pemerintah desa terhadap keluhan masyarakat. Meski demikian, keberlanjutan kualitas jalan akan bergantung pada kombinasi kualitas pekerjaan, pengawasan teknis, serta peran aktif warga dalam perawatan lingkungan sekitar jalan.