Iklan

7 Nov 2025

Gak Ada Jarak! Kang Yayat 'Banteng' PDIP Ngopi Bareng Warga Sukarame, Curhatan Sampai ke Urusan Lapangan Bola!

 Gak Ada Jarak! Kang Yayat 'Banteng' PDIP Ngopi Bareng Warga Sukarame, Curhatan Sampai ke Urusan Lapangan Bola!


 BANDUNG - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Dapil 6, Yayat Sumirat, S.H., baru-baru ini bikin heboh di Desa Sukarame. Kenapa heboh? Karena reses Masa Sidang I Tahun 2025 yang diadakannya jauh dari kesan formal dan kaku, malah lebih mirip acara ngopi dan ngobrol santai ala tetangga!


 Dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sukarame, acara ini jadi ajang silaturahmi yang benar-benar cair. Kang Yayat, yang mewakili 'Banteng Moncong Putih' di DPRD, sengaja memilih pendekatan kekeluargaan agar warga tidak sungkan menyampaikan unek-unek yang selama ini mengganjal.


 "Saya datang ke sini bukan mau ceramah atau pidato. Saya ke sini mau dengar suara rakyat. Saya ini kepanjangan lidah Bapak-Ibu di Gedung Dewan. Jadi, jangan malu-malu. Keluhkan saja, mulai dari jalan bolong sampai soal iuran RT!" canda Kang Yayat yang langsung disambut tawa renyah warga.


 Dari Jalan Rusak Sampai Nasib Pemuda

 Meskipun suasananya santai, curhatan yang masuk tetap serius dan krusial. Kepala Desa Sukarame pun ikut mendampingi untuk memastikan semua masalah terpetakan dengan baik. Beberapa topik yang paling hangat dibahas antara lain:


 Infrastruktur Ringan tapi Mendesak: Banyak warga yang mengeluhkan perbaikan jalan lingkungan (gang) yang sudah lama diusulkan tapi belum terealisasi, serta masalah saluran air yang sering mampet.


 Fasilitas Olahraga Pemuda: Para pemuda setempat curhat soal minimnya perhatian terhadap fasilitas olahraga. Mereka berharap ada bantuan untuk merenovasi lapangan serbaguna yang kondisinya sudah memprihatinkan agar kegiatan positif bisa terus berjalan.


 Kesejahteraan Lansia: Aspirasi juga datang dari para ibu-ibu yang meminta agar program bantuan sosial, khususnya untuk warga lanjut usia (lansia) dan kelompok rentan, bisa lebih tepat sasaran dan rutin.


 Janji Yayat: "Semua Harus Diperjuangkan!"

 Kang Yayat Sumirat, yang latar belakangnya juga di bidang hukum (S.H.), memastikan bahwa semua keluhan yang masuk akan menjadi 'pekerjaan rumah' utama yang harus ia perjuangkan di parlemen.

 "Sesuai nama partai kami, PDI Perjuangan, saya akan berjuang habis-habisan untuk menindaklanjuti ini. Urusan lapangan bola itu penting! Kalau pemuda sibuk berolahraga, lingkungan kita jadi aman. Itu investasi masa depan," tegasnya.


 Beliau juga berjanji akan mengawal secara detail proses penganggaran untuk perbaikan infrastruktur ringan di Sukarame, memastikan dana yang turun benar-benar menyentuh kebutuhan dasar warga.

 Reses Kang Yayat di Sukarame membuktikan bahwa politik sejatinya adalah tentang melayani dan mendengarkan. Dengan ngopi bareng, jarak antara dewan dan rakyat pun hilang, membuat aspirasi mengalir deras dan transparan!

6 Nov 2025

HEBOH! Wakil Bupati Bandung 'Jemput Bola' di Reses Dr. Praniko: Warga Cimekar Langsung Dapat Jaminan Ini!

 HEBOH! Wakil Bupati Bandung 'Jemput Bola' di Reses Dr. Praniko: Warga Cimekar Langsung Dapat Jaminan Ini!


 BANDUNG - Desa Cimekar, Kecamatan  Cileunyi, Kabupaten Bandung mendadak jadi pusat perhatian. Pasalnya, kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2025 yang diadakan anggota DPRD Fraksi Gerindra Dapil 3, Dr. Praniko Imam Sagita, S.H., M.H., dihadiri langsung oleh pejabat kelas A: Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb!


 Acara yang dipandu langsung oleh Kepala Desa Cimekar, Bapak Iwan Darmawan, ini benar-benar terasa istimewa. Biasanya reses hanya dihadiri anggota dewan dan jajaran desa, tapi kali ini warga Cimekar bisa curhat langsung ke dua pucuk pimpinan sekaligus: wakil dari legislatif (Kang Praniko) dan wakil dari eksekutif (Wabup Ali Syakieb).


 "Ini momen langka, Bapak-Ibu. Kita punya Kang Praniko yang ahli hukum dan siap mengawal dari sisi Perda, dan hari ini kita kedatangan langsung Bapak Wakil Bupati yang siap mengawal dari sisi anggaran dan eksekusi. Jadi, curhatnya harus yang tuntas ya!" buka Kades Iwan Darmawan yang disambut gelak tawa warga.


 Warga Tak Sungkan, Curhat Langsung ke Wabup!


 Suasana yang santai membuat warga tidak lagi canggung. Mereka memanfaatkan kehadiran Wakil Bupati untuk menyampaikan keluhan yang butuh penanganan super cepat dan anggaran besar.


 Keluhan yang paling mendominasi di Cimekar ternyata masih berkutat pada masalah infrastruktur dan tata ruang, seperti:


 Drainase Total: Warga meminta agar sistem drainase di beberapa RW diperbaiki secara total, karena sedikit hujan saja bisa membuat jalanan becek dan banjir lokal.


 Sertifikasi dan Legalitas Aset: Mengingat latar belakang Kang Praniko sebagai doktor hukum, warga banyak bertanya soal percepatan pengurusan sertifikat tanah dan bagaimana mengatasi masalah legalitas aset warisan.


 Akses Program Pemda: Permintaan agar program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat, khususnya untuk pemuda dan UMKM, bisa lebih mudah diakses tanpa birokrasi yang panjang.


 Kang Praniko Ajak Wabup "Eksekusi Cepat"


 Melihat tumpukan keluhan, Dr. Praniko Imam Sagita menegaskan bahwa kehadirannya bersama Wakil Bupati adalah sinyal komitmen kolaborasi yang serius.


 "Ini namanya 'jemput bola' yang sesungguhnya. Kalau cuma saya yang dengar, nanti prosesnya harus saya sampaikan ke Pemda. Tapi karena hari ini Bapak Wakil Bupati hadir, artinya janji dan solusi hari ini bisa langsung kita kawal bareng-bareng untuk segera dieksekusi," ujar Kang Praniko.


 Respons dari Wakil Bupati Ali Syakieb pun tak kalah tegas. Beliau memastikan bahwa semua masukan dari Cimekar akan menjadi prioritas.


 "Semua aspirasi yang butuh anggaran, terutama soal drainase dan infrastruktur dasar, akan saya pastikan masuk dalam perencanaan dan segera dieksekusi di tahun ini juga. Kami datang ke sini untuk memberikan jaminan bahwa Pemkab Bandung serius melayani rakyat. Terima kasih Kang Praniko sudah memfasilitasi pertemuan penting ini," tutup Wabup Ali Syakieb.


 Reses di Cimekar ini sukses besar, membuktikan bahwa sinergi antara DPRD dan Pemkab Bandung berjalan optimal, membuat harapan warga berpotensi menjadi kenyataan lebih cepat!

5 Nov 2025

"Pak Dewan" Gerindra Dapil 4 Digeruduk Warga Jelegong, Curhatan PJU dan Jalan Rusak Langsung Ditampung!

"Pak Dewan" Gerindra Dapil 4 Digeruduk Warga Jelegong, Curhatan PJU dan Jalan Rusak Langsung Ditampung!



Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung kembali "turun gunung" menyerap aspirasi warga. Kali ini, giliran Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, yang kedatangan Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra Dapil 4, Bapak Dedi Saepudin Rohman, S.H., dalam agenda Reses Sidang I Tahun 2025.


​Acara yang digelar di Gedung Serbaguna Desa Jelegong ini berlangsung santai namun serius. Dihadiri lengkap mulai dari Kepala Desa Jelegong Bapak Anen, para tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga perangkat keamanan setempat seperti Babinsa Pelda Raji dan Bhabinkamtibmas Aipda Deden.


​Warga Sudah Rasakan Manfaat, Tapi...


​Kepala Desa Jelegong, Bapak Anen, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi. Ia menyebut, aspirasi yang sudah dititipkan ke "Pak Dewan" Dedi ini sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh warga. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua LPMD, H. Atep, yang berterima kasih dan mempersilakan masyarakat untuk langsung "curhat" terkait pembangunan desa.


​Nah, sesi yang paling ditunggu-tunggu adalah saat warga secara terbuka menyampaikan unek-unek mereka. Aspirasi yang paling banyak disorot adalah mengenai perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU), kondisi drainase yang mampet, dan perbaikan jalan di wilayah Jelegong yang mulai rusak.


​Janji "Pak Dewan": Aspirasi Jelas Langsung Action



​Anggota DPRD Dedi Saepudin Rohman, S.H., merespons masukan warga dengan serius. Beliau menekankan bahwa reses adalah momen penting bagi anggota dewan untuk menjalankan fungsi utamanya, yaitu menjaring program pembangunan dan menampung aspirasi yang harus jelas dan terukur agar bisa ditindaklanjuti.


​"Terima kasih atas seluruh aspirasi yang disampaikan, terutama soal PJU, drainase, dan perbaikan jalan. Saya janji, ini akan langsung kita sampaikan dan upayakan agar segera ditindaklanjuti oleh pemerintah terkait," ujar Dedi setelah acara.


​Di sisi lain, Bhabinkamtibmas Aipda Deden dan Babinsa Pelda Raji sempat memberikan informasi menarik. Keduanya menginformasikan layanan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang kini sudah bisa dilakukan secara online langsung melalui Polda, sekaligus mengapresiasi dukungan dewan terhadap keamanan wilayah.


​Intinya, pertemuan ini kembali menegaskan komitmen Dedi Saepudin Rohman dan Fraksi Gerindra untuk membawa aspirasi masyarakat dari Jelegong langsung ke meja pemerintah, demi kemajuan dan kenyamanan desa. Warga Jelegong kini menantikan realisasi cepat untuk perbaikan PJU dan jalan di lingkungan mereka.


#dprd #kabupatenbandung #gerindra #dadangsupriatna

Geger di Ibun: Bukan Sekadar Janji, Dadang Hermawan 'Kunci' Masalah Kritis Warga yang Terpendam Selama Setahun!

 Geger di Ibun: Bukan Sekadar Janji, Dadang Hermawan 'Kunci' Masalah Kritis Warga yang Terpendam Selama Setahun!


 Kabupaten Bandung – Masa reses I tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan, Dadang Hermawan, S.Sos, di Kantor Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Ibun pada Selasa (4/11/2025), berubah menjadi forum "penguncian" masalah mendesak yang selama ini belum terjamah oleh kebijakan.


 Antusiasme warga Ibun begitu tinggi, memadati aula Kantor PAC sejak siang hari, menunjukkan betapa pentingnya kesempatan tatap muka langsung ini. Mereka datang membawa catatan keluhan dan harapan yang telah lama tersimpan. Berbeda dengan reses sebelumnya, agenda kali ini disebut-sebut lebih fokus pada pemetaan solusi jangka pendek dan menengah, bukan sekadar menampung keluhan.


 Infrastruktur Mendominasi, Ekonomi Warga Jadi 'Bom Waktu'

 Aspirasi yang disampaikan didominasi oleh dua isu utama yang saling berkaitan: perbaikan infrastruktur jalan pertanian yang vital bagi mobilitas hasil bumi, serta peningkatan modal usaha bagi pelaku UMKM lokal yang terhambat permodalan pasca-pandemi.


 "Jalan di  Desa Pangguh Jalur Utama sudah bertahun-tahun rusak parah, Pak. Kami kesulitan membawa hasil panen, otomatis harga jual kami jatuh," ungkap Ibu Tati (54), seorang perwakilan kelompok tani, dengan nada penuh harap.


 Namun, kejutan terbesar muncul ketika seorang tokoh masyarakat Ibun memaparkan data mengenai rendahnya serapan tenaga kerja lokal di kawasan industri terdekat. Hal ini memicu diskusi panas, di mana Dadang Hermawan, yang akrab disapa Kang Dadang, langsung mencatat temuan ini sebagai "Masalah Kritis Terpendam."


 "Ini adalah data yang harus kita tindaklanjuti segera. Bukan hanya soal jalan atau bantuan langsung, tetapi bagaimana kita memastikan anak-anak Ibun punya akses prioritas ke lapangan kerja di wilayahnya sendiri. Ini kunci keberlanjutan ekonomi," ujar Kang Dadang, merespons temuan tersebut.


 Komitmen Reses: Janji Bukan di Atas Kertas

 Menanggapi "banjir" aspirasi dan temuan kritis tersebut, Dadang Hermawan memastikan bahwa hasil reses ini tidak akan berakhir sebagai tumpukan laporan. Ia berjanji akan menggunakan kewenangannya di Komisi C Bidang Pembangunan untuk melakukan langkah konkret.


 "Saya akan segera berkoordinasi dengan Dinas terkait untuk percepatan penetapan anggaran perbaikan jalan pertanian yang mendesak. Khusus mengenai penyerapan tenaga kerja, saya akan memfasilitasi pertemuan antara pihak industri, Disnaker, dan perwakilan pemuda Ibun dalam waktu dekat," tegasnya.


 Kang Dadang menekankan bahwa reses perdananya di tahun 2025 ini bertujuan untuk mengunci permasalahan strategis yang benar-benar dirasakan warga, memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang diusulkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat Ibun.


 “Warga Ibun tidak hanya butuh didengar, tapi juga butuh bukti nyata. Kami pulang membawa PR besar, dan kami siap mempertanggungjawabkan setiap aspirasi ini,” tutupnya, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.


 Penulis: Tim Redaksi