Iklan

5 Mar 2026

Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Asep Romy Dorong Kolaborasi GERMAS demi Kabupaten Bandung Bebas Stunting

 


KABUPATEN BANDUNG – Akselerasi penurunan angka stunting di Kabupaten Bandung terus menjadi prioritas. Asep Romy Romaya secara tegas mendorong penguatan kolaborasi melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sebagai langkah preventif yang paling efektif dalam menciptakan lingkungan keluarga yang sehat.

 Asep Romy menilai bahwa persoalan stunting bukan hanya urusan medis, melainkan hasil dari pola asuh dan kondisi lingkungan yang harus diperbaiki secara bersama-sama.

 Mengubah Pola Pikir Masyarakat

"Kita ingin GERMAS menjadi gaya hidup, bukan lagi sekadar slogan. Jika masyarakat sudah terbiasa dengan pola makan bergizi dan menjaga kebersihan lingkungan, maka stunting akan jauh lebih mudah kita cegah," ujarnya.


 Beberapa langkah strategis yang ditekankan dalam gerakan kolaboratif ini antara lain:

 Optimalisasi Sanitasi: Memastikan setiap desa memiliki akses air bersih yang memadai.

 Pangan Lokal: Mendorong konsumsi protein dari sumber daya lokal yang terjangkau namun bergizi tinggi.

 Peran Kader: Memberdayakan kader kesehatan sebagai ujung tombak edukasi di pelosok desa.

 Komitmen Jangka Panjang

Melalui integrasi GERMAS dan program penanganan stunting, Asep Romy berharap Kabupaten Bandung dapat melampaui target penurunan prevalensi stunting nasional. Fokus utama tetap tertuju pada perlindungan kesehatan ibu hamil dan pemenuhan gizi balita guna menjamin masa depan generasi muda yang lebih cerah.

Sinergi 36 Ribu Kader: PKB Pasang Target Sapu Bersih Dominasi DPRD Kabupaten Bandung 2029

 Sinergi 36 Ribu Kader: PKB Pasang Target Sapu Bersih Dominasi DPRD Kabupaten Bandung 2029


BANDUNG – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung resmi menabuh genderang perang politik menuju Pemilu 2029. Dengan kekuatan penuh yang melibatkan sedikitnya 36.000 kader struktural hingga tingkat ranting, PKB menargetkan posisi sebagai pemenang mutlak dan mendominasi kursi di DPRD Kabupaten Bandung.


Konsolidasi akbar yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh tokoh-tokoh sentral partai, termasuk Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPW PKB Jawa Barat, H. Cucun Ahmad Syamsurizal. Kehadiran tokoh nasional ini memberikan suntikan moral luar biasa bagi para kader di akar rumput.


Soliditas Tanpa Celah

Dalam arahannya, H. Cucun Ahmad Syamsurizal menegaskan bahwa angka 36.000 kader bukanlah sekadar statistik, melainkan "mesin penggerak" yang akan memastikan aspirasi masyarakat Kabupaten Bandung terakomodasi secara total.

> "Kita tidak hanya bicara soal angka, tapi soal militansi. 36 ribu kader ini adalah ujung tombak yang akan mengetuk setiap pintu rumah warga, membawa perubahan, dan memastikan PKB menjadi rumah besar bagi masyarakat Kabupaten Bandung," ujar H. Cucun.

Dukungan Penuh dari Eksekutif dan Legislatif

Turut hadir dalam acara tersebut, Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna, S.IP., yang juga merupakan Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung. Ia menekankan pentingnya sinergi antara kerja-kerja politik di lapangan dengan keberlanjutan program pembangunan daerah (Bedas).

Sinergi ini semakin kuat dengan hadirnya sosok-sosok kunci seperti:


 * H. Asep Romy Romaya (Bang Romy): Anggota DPR RI yang dikenal memiliki basis massa loyal di wilayah Sapan dan sekitarnya.

 * Hj. Reny Rahayu: Tokoh perempuan yang memperkuat barisan legislatif PKB dalam mengawal isu-isu sosial dan pemberdayaan.


Menuju Dominasi 2029

Strategi "Pengepungan Suara" akan diterapkan dengan membagi 36.000 kader tersebut ke dalam zona-zona strategis. Targetnya jelas: menambah raihan kursi di DPRD secara signifikan untuk memastikan kebijakan pemerintah daerah ke depan berjalan selaras dengan visi perjuangan partai.


H.M. Dadang Supriatna optimis bahwa dengan struktur yang sudah mengakar hingga ke tingkat RT/RW, PKB akan mencetak sejarah baru pada 2029 mendatang. "Kekuatan kita ada di silaturahmi. Dengan 36 ribu kader yang bergerak serentak, kemenangan bukan lagi sekadar harapan, tapi keniscayaan," pungkasnya.


Analisis Singkat:

Langkah PKB Kabupaten Bandung ini menunjukkan kesiapan dini yang sangat matang. Melibatkan tokoh nasional sekelas Wakil Ketua DPR RI dan Bupati petahana menciptakan efek "magnet politik" yang sulit dibendung oleh kompetitor di wilayah tersebut.

25 Feb 2026

Jaring Aspirasi di Jantung Masyarakat: Riki Ganesa, S.Hut Pastikan Kawal Program Pro-Rakyat dalam Reses 2026

Jaring Aspirasi di Jantung Masyarakat: Riki Ganesa, S.Hut Pastikan Kawal Program Pro-Rakyat dalam Reses 2026


BANDUNG – Memasuki Masa Sidang II Tahun Anggaran 2026, anggota legislatif dari fraksi Partai Golkar, Riki Ganesa, S.Hut, kembali turun ke tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi langsung. 


Kegiatan reses yang digelar pekan ini menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan daerah sekaligus memetakan kebutuhan mendesak warga di akar rumput.



Kehadiran sosok legislator yang dikenal peduli pada isu lingkungan dan pemberdayaan ekonomi ini disambut antusias oleh ratusan warga. Dalam suasana dialogis, Riki menekankan bahwa reses bukan sekadar agenda rutin formalitas, melainkan jembatan utama untuk menyusun skala prioritas pembangunan di tahun berjalan.


Poin Utama yang Menjadi Sorotan

Selama diskusi berlangsung, beberapa isu krusial menjadi catatan penting bagi Riki Ganesa:


 * Optimalisasi Infrastruktur Hijau: Selaras dengan latar belakang pendidikannya di bidang kehutanan, Riki menyoroti pentingnya drainase ramah lingkungan untuk mencegah banjir.


 * Penguatan Ekonomi Kreatif: Warga menyampaikan aspirasi terkait kemudahan akses modal bagi UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar digital 2026.


 * Peningkatan Pelayanan Publik: Masalah kesehatan dan pendidikan tetap menjadi topik hangat yang diharapkan mendapat intervensi anggaran lebih besar.


 "Suara bapak dan ibu adalah kompas bagi saya di gedung dewan. Semua usulan yang masuk dalam Reses Masa Sidang II ini akan kami klasifikasikan untuk kemudian diperjuangkan dalam rapat paripurna mendatang," ujar Riki Ganesa di sela-sela acara.



Langkah Strategis Kedepan

Riki berkomitmen bahwa hasil reses ini tidak akan berhenti di atas kertas. Sebagai wakil rakyat, ia berjanji akan mengawal setiap usulan agar masuk ke dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokpir) DPRD, sehingga dapat terealisasi melalui program kerja pemerintah daerah yang tepat sasaran.


Melalui giat ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat, demi mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan warga.



24 Feb 2026

Serap Aspirasi di Ciparay, H. Asep Ikhsan Tekankan Sinergi Pendidikan dan Budaya Lokal

 

Serap Aspirasi di Ciparay, H. Asep Ikhsan Tekankan Sinergi Pendidikan dan Budaya Lokal

CIPARAY – Anggota DPRD Kabupaten Bandung, H. Asep Ikhsan, kembali turun ke tengah masyarakat dalam rangka Reses Masa Sidang II Tahun 2026. 

Bertempat di Gedung Graha Wirakarya, Ciparay, 

kegiatan ini menjadi ajang dialog interaktif yang menyoroti penguatan sektor pendidikan, jaminan sosial, serta pelestarian budaya di wilayah Dapil VI.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), di antaranya Sekretaris Camat (Sekcam) Ciparay, Sekretaris Desa Mangunharja, hingga jajaran Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Tak ketinggalan, puluhan tokoh masyarakat dan kader setempat turut memadati ruangan untuk menyampaikan langsung keluh kesah mereka.


Fokus Utama: Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial

Dalam pemaparannya, H. Asep Ikhsan menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Bandung, khususnya di Ciparay, sangat bergantung pada akses pendidikan yang merata. Beliau menyoroti pentingnya bantuan sarana prasarana sekolah dan beasiswa bagi masyarakat kurang mampu.


"Pendidikan adalah fondasi. Kita tidak ingin ada anak di Ciparay yang putus sekolah hanya karena kendala biaya. Aspirasi mengenai peningkatan fasilitas pendidikan ini akan menjadi prioritas saya untuk dikawal di gedung parlemen," ujar H. Asep Ikhsan di hadapan konstituen.


Selain pendidikan, isu sosial juga menjadi primadona diskusi. Sekretaris Desa Mangunharja dan beberapa tokoh masyarakat menyampaikan aspirasi terkait validasi data penerima bantuan sosial agar lebih tepat sasaran, serta penguatan peran Posyandu dan pemberdayaan perempuan di desa.


Melestarikan Budaya di Era Modern

Hal menarik dalam reses kali ini adalah penekanan pada aspek Budaya. H. Asep Ikhsan mengajak para tokoh masyarakat untuk kembali menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal sebagai filter terhadap pengaruh negatif digitalisasi.


 * Pendidikan Karakter: Mengintegrasikan budaya Sunda dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

 * Pemberdayaan Sanggar: Dukungan pemerintah terhadap kelompok seni budaya lokal di tingkat desa.


 * Gotong Royong: Menghidupkan kembali semangat swadaya masyarakat dalam pembangunan fisik maupun non-fisik.


Apresiasi dari Kewilayahan

Sekcam Ciparay dalam sambutannya mengapresiasi langkah nyata H. Asep Ikhsan yang konsisten menjemput bola aspirasi warga. Senada dengan hal tersebut, Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang hadir juga memastikan bahwa situasi keamanan selama kegiatan berlangsung kondusif, mencerminkan kedewasaan berpolitik warga Ciparay.


Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang hangat, di mana H. Asep Ikhsan mencatat poin-poin krusial yang akan dibawa ke dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Bandung mendatang.



Editor : Joeliean

Redaksi SWARHA JABAR NEWS