Iklan

8 Mei 2025

"Geger! Majalaya Unjuk Gigi, Buktikan 'Bandung Lebih Bedas' Bukan Sekadar Mimpi!"

 "Geger! Majalaya Unjuk Gigi, Buktikan 'Bandung Lebih Bedas' Bukan Sekadar Mimpi!"

Majalaya, Kabupaten Bandung – Gelaran seni budaya yang memukau sukses memeriahkan peringatan Milangkala Kabupaten Bandung ke-384 di Gedung Budaya Wangisagara, Majalaya. Pada tanggal 8 Mei 2025, Kampung Budaya Pasir Garut menjadi saksi bisu semaraknya tradisi dan kreativitas lokal yang memukau ratusan pasang mata.

Acara yang dihelat dengan penuh semangat ini bukan hanya sekadar perayaan, namun juga penegasan komitmen untuk mewujudkan visi "Bandung Lebih Bedas 2025". Kehadiran sejumlah tokoh penting semakin menambah khidmat dan kebanggaan acara ini. Tampak hadir Kapolsek Majalaya yang turut menjaga keamanan dan ketertiban, Babinsa yang selalu hadir dalam kegiatan masyarakat, Kepala Desa Wangisagara yang menjadi tuan rumah yang ramah, serta Kepala Kecamatan Majalaya yang memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini.

Suasana Gedung Budaya Wangisagara seketika bertransformasi menjadi panggung megah bagi beragam pertunjukan seni. Alunan musik tradisional yang syahdu berpadu dengan gerakan tari yang lincah dan memukau. Para seniman lokal dengan bangga menampilkan kekayaan budaya Majalaya, mulai dari seni musik, tari, hingga pertunjukan teaterikal yang sarat akan makna dan nilai-nilai luhur.

Sorak sorai dan tepuk tangan riuh rendah dari para penonton menjadi bukti betapa antusiasnya masyarakat dalam mengapresiasi warisan budaya mereka. Bukan hanya warga Majalaya, namun tak sedikit pula pengunjung dari kecamatan lain yang turut hadir untuk menyaksikan kemeriahan ini.

Kepala Kecamatan Majalaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa pagelaran seni budaya ini merupakan wujud nyata dari semangat "Bandung Lebih Bedas 2025". Beliau menekankan pentingnya pelestarian dan pengembangan seni budaya sebagai bagian integral dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

"Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya merayakan hari jadi Kabupaten Bandung, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada generasi muda. Ini adalah investasi penting dalam membangun karakter dan identitas bangsa," ujarnya dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, beliau juga menyoroti komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan kualitas SDM dan infrastruktur, termasuk dalam menunjang pelayanan publik yang optimal. Semangat "Bandung Lebih Bedas 2025" bukan hanya slogan, namun sebuah gerakan nyata untuk membawa perubahan positif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bandung.

Pagelaran seni budaya di Majalaya ini menjadi contoh konkret bagaimana sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum dapat menghasilkan sebuah acara yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi dan memperkuat rasa kebersamaan. Semangat melestarikan budaya dan mewujudkan "Bandung Lebih Bedas 2025" terasa begitu kuat di setiap sudut Gedung Budaya Wangisagara, meninggalkan kesan mendalam bagi siapapun yang hadir.

Acara ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan yang semakin memupuk rasa cinta terhadap budaya lokal dan mempererat tali silaturahmi antar warga, sejalan dengan visi Kabupaten Bandung yang semakin maju dan berprestasi.


7 Mei 2025

Gempar Bojong Mas! Bukan Sekadar Amplop Biasa, BLT Ini Bikin Warga Tersenyum Lebar (dan Mungkin Sedikit Terkejut)!

 Gempar Bojong Mas! Bukan Sekadar Amplop Biasa, BLT Ini Bikin Warga Tersenyum Lebar (dan Mungkin Sedikit Terkejut)!



Bojong Mas, Jawa Barat - Suasana di Desa Bojong Mas hari ini sungguh berbeda dari biasanya. Bukan hiruk pikuk pasar atau riuhnya anak-anak bermain, melainkan gelombang kebahagiaan yang terasa begitu nyata. Pasalnya, Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dinanti-nantikan akhirnya cair! Tapi tunggu dulu, ini bukan sekadar pembagian amplop biasa. Ada sentuhan "kejutan" yang membuat warga tak hanya tersenyum, tapi mungkin juga sedikit terkejut dan terharu!

Sejak pagi buta, warga Bojong Mas dengan tertib memadati balai desa. Bukan raut wajah penuh harap dan sedikit cemas seperti yang sering terlihat, kali ini pancaran optimisme begitu kuat. Kabar tentang "sesuatu yang spesial" dalam pembagian BLT kali ini rupanya sudah beredar dari mulut ke mulut, menciptakan rasa penasaran yang menggelitik.

Dan benar saja! Ketika satu per satu warga menerima BLT mereka, bukan hanya lembaran uang yang mereka dapatkan. Di dalam amplop berwarna cerah itu, terselip selembar surat bertuliskan tangan dari Kepala Desa Bojong Mas, Bapak H. Dede Rukmana. S.Ag , Isinya? Bukan sekadar ucapan selamat menerima bantuan, melainkan kalimat-kalimat penyemangat yang tulus, doa untuk kesehatan dan kesejahteraan, serta ajakan untuk saling gotong royong membangun desa.



"Saya kaget sekaligus terharu," ujar Ibu Sumiati, seorang ibu rumah tangga yang sehari-harinya bekerja serabutan. "Biasanya cuma terima uang, tapi kali ini ada surat dari Pak Kades. Rasanya seperti diperhatikan secara pribadi. Kata-katanya juga menyentuh hati."

Tak hanya surat, kejutan lain juga menanti. Di sudut balai desa, terhidang aneka jajanan pasar dan minuman hangat secara gratis! Ya, sambil menunggu giliran atau setelah menerima BLT, warga bisa menikmati hidangan sederhana namun penuh kehangatan ini. Sontak, suasana menjadi lebih cair dan akrab. Tawa dan obrolan ringan terdengar di sana-sini, menciptakan pemandangan yang jarang terjadi saat pembagian bantuan.

Bapak H. Dede Rukmana. S.Ag ( Kepala Desa Bojong mas ), saat ditemui di sela-sela kesibukannya, mengungkapkan bahwa inisiatif ini adalah bentuk rasa syukur dan upayanya untuk membangun kedekatan dengan warga. "BLT ini memang hak mereka yang membutuhkan. Tapi, kami ingin menyampaikannya bukan hanya sebagai kewajiban, tapi juga dengan sentuhan kemanusiaan. Surat kecil dan suguhan sederhana ini adalah wujud kepedulian kami," tuturnya dengan senyum lebar.

Aksi "BLT Plus" ala Desa Bojong Mas ini sontak menjadi perbincangan hangat. Bukan hanya di kalangan warga, tapi juga di media sosial. Banyak yang memuji cara unik dan penuh empati dari pemerintah desa ini. Mereka berhasil mengubah momen yang biasanya terasa formal menjadi ajang silaturahmi dan berbagi kebahagiaan.


Kisah dari Bojong Mas ini menjadi tamparan segar bagi kita semua. Bahwa bantuan, sekecil apapun, akan terasa jauh lebih bermakna jika disampaikan dengan hati dan sentuhan personal. Bukan sekadar angka di rekening atau lembaran kertas, tapi juga rasa peduli dan kebersamaan yang ikut menyertainya.

Desa Bojong Mas telah memberikan contoh inspiratif. Semoga semangat kebaikan dan kepedulian ini dapat menular ke desa-desa lainnya di seluruh negeri!


TORCA Solokan Jeruk: Mesin Literasi Mangkrak, Anggaran Menguap?

TORCA Solokan Jeruk: Mesin Literasi Mangkrak, Anggaran Menguap?

Solokan Jeruk, Bandung - Ironi menggelayuti Kantor Kecamatan Solokan Jeruk. Di tengah semangat menggebu-gebu untuk meningkatkan minat baca masyarakat, sebuah inovasi bernama TORCA (Motor Baca) justru terparkir bisu. Padahal, pengadaan kendaraan roda tiga yang didesain khusus sebagai perpustakaan keliling ini menelan anggaran yang tidak sedikit. Pertanyaan pun menyeruak: ke mana gerangan dana yang dialokasikan jika TORCA tak kunjung mengaspal dan menebar ilmu?

Bak pahlawan yang tak pernah turun ke medan perang, TORCA yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam pemberantasan buta aksara dan penambah wawasan kini hanya menjadi monumen bisu di sudut kantor kecamatan. Masyarakat Solokan Jeruk, yang seharusnya bisa merasakan manfaatnya, kini hanya bisa bertanya-tanya kapan "kuda besi" literasi ini akan mulai berlari.


"Dulu, waktu pertama kali dengar ada motor baca, saya senang sekali," ujar Pak Ahmad, seorang tokoh masyarakat Solokan Jeruk. "Saya pikir anak-anak di kampung saya bisa lebih mudah dapat buku. Tapi sampai sekarang, saya belum pernah lihat motor itu keliling."

Kekecewaan serupa juga dirasakan oleh para pegiat literasi di wilayah tersebut. Mereka menilai, potensi TORCA sangat besar untuk menjangkau pelosok-pelosok desa yang sulit diakses oleh perpustakaan konvensional. Namun, harapan itu kini layu seiring berjalannya waktu dan TORCA yang tak kunjung beroperasi.

Lantas, apa yang menyebabkan "macetnya" laju TORCA? Informasi yang dihimpun menyebutkan beberapa kendala, mulai dari masalah perawatan, kurangnya tenaga pengelola, hingga perencanaan operasional yang kurang matang. Namun, alasan-alasan ini tentu menimbulkan pertanyaan lebih lanjut. Mengapa anggaran yang "lumayan besar" tidak diiringi dengan persiapan dan pengelolaan yang memadai?

Kondisi ini tentu menjadi catatan kelam bagi upaya peningkatan literasi di Solokan Jeruk. Dana publik yang seharusnya berbuah manfaat nyata, kini terancam menguap begitu saja bersama debu yang menempel di bodi TORCA. Masyarakat berharap, pihak terkait segera bertindak cepat dan berperan untuk menghidupkan kembali "mesin literasi" ini. Jangan sampai, potensi besar TORCA hanya menjadi cerita sedih tentang inovasi yang gagal berperan 

Akankah TORCA segera mengaum di jalanan Solokan Jeruk, membawa serta jendela-jendela ilmu pengetahuan? Ataukan ia akan terus terdiam, menjadi simbol anggaran yang sia-sia? Waktu akan menjawabnya. Namun yang pasti, harapan masyarakat akan hadirnya akses literasi yang merata masih terus membara.

#kabupatenbandung #dadangsupriatna #diskominfo #kesbangpol 

6 Mei 2025

Paseh Berseri, Kehadiran Sang Doktor Semarakkan Peresmian Alun-Alun yang Memukau

Paseh Berseri, Kehadiran Sang Doktor Semarakkan Peresmian Alun-Alun yang Memukau


Paseh kini tak lagi sama! Wajah baru alun-alun kebanggaan masyarakat ini resmi menggebrak dengan sentuhan modern dan ruang publik yang kian memanjakan. Sorak sorai dan tepuk tangan riuh rendah mengiringi seremoni peresmian yang berlangsung meriah, terlebih dengan kehadiran sosok inspiratif, Dr.Reindra M.oto Muharam.AA.Kom.MM.

Kehadiran doktor yang dikenal dengan visi dan dedikasinya dalam pembangunan daerah ini, tentu saja menambah semarak acara. Senyum ramahnya menyapa warga yang antusias memadati area alun-alun. Tak hanya sekadar hadir, Dr.Reindra juga turut memberikan apresiasi atas transformasi alun-alun Paseh yang kini tampil lebih indah, hijau, dan fungsional.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan kekagumannya akan semangat gotong royong dan kolaborasi yang menghasilkan perubahan positif ini. "Alun-alun bukan hanya sekadar ruang terbuka, tapi juga cerminan identitas dan kebersamaan masyarakat. Penataan yang apik ini akan menjadi magnet baru bagi aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi di Paseh," ujarnya penuh semangat.



Matahari pagi yang hangat seolah ikut bersukacita menyaksikan wajah baru alun-alun. Anak-anak riang berlarian di area bermain yang aman dan berwarna, sementara para orang tua tampak menikmati suasana santai di bangku-bangku taman yang tertata rapi. Pedagang kaki lima pun terlihat sumringah menempati area yang telah ditata dengan lebih baik.

Kehadiran Dr.Reindra di tengah-tengah masyarakat Paseh bukan kali pertama. Beliau dikenal sebagai figur yang selalu hadir dan memberikan dukungan dalam berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Kehangatan interaksi beliau dengan warga semakin mengukuhkan kedekatan dan kepercayaaan yang terjalin.

Peresmian alun-alun Paseh ini menjadi momentum penting bagi kemajuan daerah. Dengan wajah baru yang menawan dan dukungan dari tokoh-tokoh inspiratif seperti Dr.Reindra M.oto Muharam, semangat untuk membangun Paseh yang lebih baik semakin membara. Alun-alun kini bukan hanya indah dipandang, tetapi juga hidup dan bermanfaat bagi seluruh warganya. Mari kita jaga dan rawat bersama, kebanggaan baru kita, Alun-alun Paseh yang berseri!

#kabupatenbandung #dadangsupriatna #diskominfo