Proyek TPT SDN Cinunuk 7 Jadi "Misteri", Ke Mana Para Penanggung Jawab?
Sebuah proyek pembangunan Penahan Tanah (TPT) di lingkungan SDN Cinunuk 7, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, kini menjadi sorotan tajam warga dan wali murid. Proyek yang didanai oleh uang rakyat senilai ratusan juta rupiah tersebut dinilai berjalan lambat dan terkesan "misterius" karena minimnya pengawasan serta kejelasan penanggung jawab di lapangan.
Berdasarkan pantauan tim investigasi di lokasi, papan informasi proyek terpasang jelas di area pembangunan. Papan tersebut mencantumkan informasi sebagai berikut:
* **Pemerintah Daerah:** Kabupaten Bandung, Dinas Pendidikan.
* **Nama Paket:** Pembangunan TPT SDN Cinunuk 7 Kec. Cileunyi.
* **Nomor Kontrak:** 020/081.11-BidangSD/2026.
* **Nilai Kontrak:** Rp 113.616.073,- (Seratus tiga belas juta enam ratus enam belas ribu tujuh puluh tiga rupiah).
* **Waktu Pelaksanaan:** 45 Hari Kalender.
* **Pelaksana:** CV. RAYS KARYA.
Meskipun data administratif terlihat lengkap pada papan tersebut, kondisi di lapangan menunjukkan hal yang sangat kontras. Hingga berita ini diturunkan, progres pembangunan TPT terlihat belum signifikan dan jauh dari kata selesai. Hal yang paling meresahkan warga adalah ketidakpastian mengenai kapan proyek ini akan dituntaskan.
"Kami sebagai warga dan orang tua murid merasa was-was. Proyek ini letaknya di area sekolah, kalau dibiarkan terbengkalai terlalu lama, bisa membahayakan anak-anak yang bermain di dekat lokasi," ujar salah seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan.
Keresahan warga kian memuncak karena sulitnya menemui pihak penanggung jawab proyek, baik dari kontraktor pelaksana maupun pengawas dari dinas terkait, di lokasi pembangunan. Beberapa kali tim mencoba mendatangi lokasi pada jam kerja, namun tidak menemukan adanya aktivitas pengerjaan yang berarti atau pihak yang bisa memberikan keterangan resmi mengenai kelanjutan proyek.
Keberadaan kontraktor pelaksana, CV. RAYS KARYA, kini menjadi pertanyaan besar. Warga merasa berhak mendapatkan penjelasan mengenai kendala apa yang sedang dihadapi dan komitmen waktu penyelesaiannya. Hilangnya pihak penanggung jawab dari lapangan memicu spekulasi liar dan mencederai prinsip transparansi dalam penggunaan dana publik.
Kepala Sekolah SDN Cinunuk 7 saat dimintai keterangan mengaku tidak mengetahui secara detail teknis pengerjaan dan kendala yang dihadapi pelaksana. Pihak sekolah hanya berharap agar proyek segera diselesaikan demi kenyamanan dan keamanan warga sekolah.
Hingga berita ini dimuat, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung belum memberikan respons resmi terkait masalah ini. Warga Cinunuk menuntut adanya tindakan tegas dari pemerintah daerah untuk mengawasi dan mendesak pihak kontraktor agar segera menuntaskan kewajibannya sesuai kontrak, sebelum uang rakyat ratusan juta rupiah tersebut terbuang sia-sia tanpa hasil yang nyata.
Warga berencana untuk mengadukan masalah ini ke Ombudsman atau pihak berwajib jika tidak ada kejelasan dan progres nyata dalam waktu dekat.
**(Redaksi)**








