Iklan

8 Nov 2025

'Rumah Saya Terbuka': Anggota DPRD Renie Rahayu, S.H. Janji Tatap Muka Bulanan dan Prioritaskan Infrastruktur Cibodas

 'Rumah Saya Terbuka': Anggota DPRD Renie Rahayu, S.H. Janji Tatap Muka Bulanan dan Prioritaskan Infrastruktur Cibodas


 SOLOKAN JERUK — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung dari Fraksi PKB, Hj. Renie Rahayu Fauzi, S.H., menggelar Reses Masa Sidang I Tahun 2025 di GOR Kantor Desa Cibodas, Kecamatan Solokan Jeruk, pada hari Jumat (7/11/2025). Acara ini menjadi momentum penting untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung, dengan fokus utama pada perbaikan infrastruktur.


 Reses yang dihadiri oleh Kepala Kecamatan Solokan Jeruk, Kepala Desa, Danramil, Kapolsek, serta puluhan perwakilan Bapak dan Ibu RT/RW, kader, dan tamu undangan ini, menandai pertemuan konsultasi perdana bagi Hj. Renie setelah pelantikannya pada Agustus 2025.


 Dalam sambutannya yang hangat, Hj. Renie Rahayu Fauzi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam kepada konstituennya. "Setelah Alhamdulillah saya dipercaya menjadi ketua DPRD pada bulan September 2024, ini merupakan reses pertama lagi setelah saya dilantik pada bulan Agustus 2025," ungkapnya. "Terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Cibodas yang kemarin berkat perjuangannya telah mengantarkan saya ke DPRD Kabupaten Bandung. Tanpa bantuan Desa Cibodas, mungkin saya tidak bisa dilantik kemarin."


 Komunikasi Prioritas, Infrastruktur Mendesak

 Ditemui usai acara, Anggota DPRD Dapil 5 tersebut menegaskan bahwa Desa Cibodas adalah "desa saya," dan komitmen untuk menjaga komunikasi yang baik adalah kunci. Ia berhasil mengumpulkan seluruh elemen masyarakat, dari RT/RW, BPD, LPMD, hingga Ibu-Ibu Kader, dengan satu tujuan: menyelesaikan permasalahan yang ada.


 “Target saya bagaimana kita bisa bersama-sama menjaga komunikasi yang baik, menjalin komunikasi yang baik, agar permasalahan yang ada di Desa Cibodas seperti ada jalan yang sampai sekarang masih jelek, terus kebutuhan masyarakat yang memang banyak terkait transportasi, rutilahu, ini bisa direalisasikan,” tegasnya.


 Bahas Jalan Kabupaten dengan PUTR

 Hj. Renie Rahayu secara spesifik menyoroti sektor infrastruktur sebagai aspirasi yang paling diprioritaskan. Kondisi jalan kabupaten yang tidak layak di beberapa wilayah Jawa Barat, termasuk di kawasan Cibodas, menjadi perhatian utamanya.


 "Untuk aspirasi yang diprioritaskan mungkin infrastruktur yah. Karena kita tahu sendiri bahwa di Jawa Barat ini memang wilayahnya lumayan luas, ada beberapa jalan kabupaten yang memang masih tidak layak," jelasnya. Ia berjanji akan segera membahas temuan ini bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung, guna memastikan perbaikan jalan di Desa Cibodas dapat segera dilaksanakan.


 Menutup wawancaranya, ia menyampaikan janji untuk membuka pintu komunikasi selebar-lebarnya. "Mudah-mudahan kita bisa bertemu, sharing, duduk bersama minimal itu sebulan sekali lah Pak RW RT. Komunikasi bersama saya, rumah saya terbuka untuk mereka karena saya adalah warga sini," tutupnya, seraya berharap wilayah Desa Cibodas benar-benar bisa tertata dengan baik sesuai harapan masyarakat.


 #DPRDBandung #Reses2025 #PKB #InfrastrukturCibodas #SolokanJeruk #AspirasiMasyarakat

Bukan Cuma Ngomongin Jalan! Kang Haji Firman (MBA) Bongkar Jurus Dapur Ekonomi Warga Panyeweyan di Reses Golkar!

 Bukan Cuma Ngomongin Jalan! Kang Haji Firman (MBA) Bongkar Jurus Dapur Ekonomi Warga Panyeweyan di Reses Golkar!


 BANDUNG - Warga Panyeweyan, Kabupaten Bandung, baru-baru ini kedatangan tamu istimewa, yaitu H. Firman B. Sumantri, M.B.A., anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Golkar, yang menggelar Reses Masa Sidang I Tahun 2025.


 Beda dari reses pada umumnya, suasana di Panyeweyan kemarin terasa seperti seminar bisnis dadakan! Kenapa? Karena Kang Haji Firman ini kan bergelar Master of Business Administration (M.B.A.), jadi obrolannya banyak nyerempet ke soal duit dan cara muterin duit.


 "Saya hadir di sini untuk mendengar, tapi juga untuk berbagi. Jangan cuma fokus ke aspal dan gorong-gorong saja, Bapak-Ibu. Kita harus punya mindset bagaimana uang itu bisa berputar lebih cepat di Panyeweyan ini," kata Kang Haji Firman yang langsung disambut tepuk tangan meriah.


 Warga 'Nembak' Soal Modal dan Pelatihan

 Melihat Kang Haji Firman yang berlatar belakang ekonomi, warga Panyeweyan pun tidak menyia-nyiakan kesempatan. Curhatan yang masuk kali ini bukan hanya soal lampu jalan, tapi lebih spesifik ke urusan 'dapur' rumah tangga dan desa:



 Akses Modal UMKM: Keluhan paling dominan datang dari ibu-ibu yang punya usaha rumahan (UMKM), seperti makanan ringan atau kerajinan. Mereka butuh akses modal yang lebih mudah tanpa bunga mencekik.


 Manajemen BUMDes: Warga dan perangkat desa ingin tahu bagaimana cara mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar lebih profesional dan bisa mendatangkan keuntungan nyata bagi desa, bukan sekadar papan nama.


 Pelatihan Digital: Para pemuda menagih janji pelatihan digital dan pemasaran online agar produk lokal Panyeweyan bisa dikenal lebih luas.

 Jurus Jitu 'Anak MBA' untuk Panyeweyan

 Menanggapi permintaan tersebut, Kang Haji Firman tidak hanya berjanji, tapi langsung memaparkan strategi yang to the point. Beliau menegaskan bahwa sebagai kader Golkar, fokus pembangunan haruslah merata, termasuk penguatan ekonomi akar rumput.


 "Catat ya! Saya akan kawal alokasi dana untuk program pelatihan kewirausahaan dan dana bergulir tanpa agunan yang bisa diakses oleh UMKM di Panyeweyan. Kita butuh pelatihan bukan cuma teori, tapi yang langsung praktik dan bisa jual. Soal BUMDes, kita akan siapkan pendampingan manajemen agar tata kelolanya kayak perusahaan profesional," tegas Kang Haji Firman.


 Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara program dewan dan Pemda. Menurutnya, Reses ini bukan akhir, tapi awal dari langkah-langkah konkret untuk menyejahterakan warga.


 Reses Golkar di Panyeweyan ini sukses memberikan angin segar. Warga merasa mendapatkan pencerahan, tidak hanya solusi infrastruktur, tetapi juga 'vitamin' untuk menguatkan ekonomi lokal. Pulang dari reses, warga Panyeweyan kini punya harapan baru: ekonomi gaspol, dompet makin tebal!

Tiga Hari Usai Curhat PJU ke Dewan: Warga Jelegong Mulai Deg-Degan, Akankah Janji Perbaikan Jalan Tancap Gas?

Tiga Hari Usai Curhat PJU ke Dewan: Warga Jelegong Mulai Deg-Degan, Akankah Janji Perbaikan Jalan Tancap Gas?


BANDUNG – Tiga hari sudah berlalu sejak Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Gerindra, Bapak Dedi Saepudin Rohman, S.H., menggelar Reses Sidang I Tahun 2025 di Desa Jelegong, Rancaekek. Dalam pertemuan hangat tersebut, aspirasi utama warga soal Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati dan kondisi jalan yang butuh perbaikan langsung ditampung.


​Kini, warga Jelegong memasuki fase "menunggu realisasi". Harapan besar menggantung, mengingat Pak Dedi menjanjikan aspirasi tersebut akan segera disampaikan dan diupayakan untuk ditindaklanjuti tanpa menunda-nunda.


​Status "Tancap Gas" Administrasi


​Menurut informasi yang dihimpun, tim dari Anggota DPRD Dedi Saepudin Rohman dikabarkan memang langsung tancap gas memproses catatan aspirasi yang masuk. Fokus utama saat ini adalah memastikan proposal perbaikan PJU dan jalan masuk ke dinas terkait, seperti Dinas PUPR atau Dinas Perhubungan, untuk penganggaran.


​"Masyarakat berharap prosesnya tidak lama. Kalau urusan administrasi bisa ngebut, semoga realisasi fisiknya juga cepat," ujar salah satu tokoh masyarakat Jelegong yang enggan disebut namanya, Kamis (7/11).


​Ketidaknyamanan akibat PJU yang mati memang menjadi isu krusial. Bukan hanya soal estetika, tetapi juga berkaitan langsung dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), terutama di malam hari.


​Warga Berharap Bukan Sekadar "Janji Manis" Reses


Kepala Desa Jelegong, Bapak Anen, sebelumnya sudah menyampaikan rasa terima kasihnya karena aspirasi warga sudah mulai ditindaklanjuti. Namun, ia kembali menekankan agar aspirasi yang baru, khususnya terkait PJU dan perbaikan jalan, segera direspons oleh pemerintah.


​"Kami tahu ini proses, tapi semangat dari reses kemarin yang menjanjikan tindak lanjut cepat, itulah yang kami pegang. Kalau PJU menyala dan jalan mulus, aktivitas ekonomi warga pasti lebih lancar," kata seorang ibu rumah tangga yang rumahnya dekat dengan jalan yang dikeluhkan.


​Publik Desa Jelegong kini menantikan langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Bandung. Reses sebagai jembatan aspirasi sudah terlaksana, kini saatnya melihat sejauh mana komitmen dewan dan pemerintah daerah untuk mengubah "curhatan" warga menjadi kenyataan di hari-hari berikutnya.

7 Nov 2025

Gaspol! Toni Permana 'Jemput Bola' ke Warga, Tiga Isu Ini Langsung Ditagih Warga di Reses NasDem! (Siap Dikawal Sampai Tuntas)

 Gaspol! Toni Permana 'Jemput Bola' ke Warga, Tiga Isu Ini Langsung Ditagih Warga di Reses NasDem! (Siap Dikawal Sampai Tuntas)


 BANDUNG - Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Partai NasDem, Toni Permana, S.H., 


baru-baru ini bikin heboh di wilayah Ciparay saat menggelar Reses Masa Sidang I Tahun 2025. Sesuai dengan semangat 'Gerakan Perubahan' partainya, reses Kang Toni ini terasa energik, cepat, dan fokus mencari solusi, bukan sekadar janji.


 Dikenal sebagai anggota dewan yang muda dan berlatar belakang pendidikan hukum, Kang Toni ingin memastikan bahwa aspirasi warga di dapilnya bisa dikawal secara legal dan administratif tanpa pake lama.


 "Saya datang ke sini bukan mau dengerin pidato, tapi mau dengar suara asli Bapak-Ibu semua. Saya mau memastikan, kalau ada masalah, kita carikan solusi yang cepat dan sesuai aturan. Jadi, jangan sungkan! Anggap saya tetangga yang lagi ngopi bareng," ujar Kang Toni dengan gaya santai.


 Tiga Isu Krusial yang Langsung 'Ditembak' Warga

 Dalam sesi tanya jawab, warga terlihat sangat antusias dan langsung menyampaikan tiga isu utama yang mereka anggap paling mendesak:

 Jalan Lingkungan dan Penerangan: Ini jadi keluhan klasik tapi paling penting. Warga menyoroti jalan-jalan gang yang rusak dan minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sering memicu rasa tidak aman di malam hari.


 Permodalan UMKM dan Koperasi: Banyak pelaku usaha mikro yang berharap ada program khusus dari Pemda untuk mendapatkan modal ringan dan pelatihan pemasaran digital. Mereka ingin usahanya naik kelas.


 Birokrasi Pelayanan Publik: Mengingat Kang Toni bergelar S.H., beberapa warga curhat soal kesulitan mengurus dokumen penting, dari KTP, KK, hingga perizinan. Mereka berharap birokrasi bisa lebih cepat dan friendly.


 Janji Kang Toni: "Gas Sampai Tuntas!"

 Menanggapi keluhan soal birokrasi dan legalitas, Kang Toni Permana menekankan pentingnya transparansi. Ia berjanji akan menggunakan posisinya di DPRD untuk menekan dinas-dinas terkait agar memangkas prosedur yang tidak perlu.

 "Kalau urusan perizinan KTP atau KK masih ribet, itu artinya pelayanan kita gagal. Saya akan kawal ini di Komisi. Kita harus dorong pelayanan yang digital dan cepat. Prinsipnya, kalau bisa selesai hari ini, kenapa harus besok? Gas sampai tuntas!" tegas Kang Toni, menggunakan istilah yang populer di kalangan muda.


 Untuk masalah infrastruktur, Kang Toni berjanji akan memprioritaskan usulan PJU dan perbaikan jalan lingkungan yang kondisinya paling parah, memastikan masuk dalam APBD perubahan tahun ini.


 Reses Toni Permana ini menjadi bukti bahwa semangat 'Gerakan Perubahan' yang diusung NasDem bukan sekadar jargon. Warga pulang dengan optimisme baru, yakin bahwa aspirasi mereka akan dikawal oleh wakil rakyat yang gesit dan siap "Gaspol" di Gedung Dewan.